Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 50: Menang


__ADS_3

Semua pun bertepuk tangan, dan Luciana bahagia, karena baby Bing akan memerankan pangeran di dalam cerita tersebut.


Pemeran utama pun keluar dari ruangannya, dan terlihat baby Bing yang sangat tampan. Itu membuat Luciana semakin bertepuk tangan dengan meriah.


Luciana pun melambaikan tangannya, kepada baby Bing. Dan baby Bing pun, ikut melambaikan tangannya, sambil tersenyum bahagia.


Disisi lain. "Mereka benar benar tidak menganggapku di sini. Sungguh menyebalkan." Ucap batin Leonathan menahan amarahnya.


Baby Bing pun mulai memainkan aktingnya, dengan lawan jenisnya. "Itu baru namanya anak mami. Sungguh hebat, sama seperti papi nya yang tampan ini." Puji Luciana sambil melirik Leonathan, yang terus jutek dan tidak tersenyum.


"Kenapa dia terus mengatakan hal itu. Apa dia tidak bosan, karena mengatakan aku tampan. Sungguh wanita yang, argh, sudahlah." Ucap Leonathan kembali memalingkan wajahnya dalam keadaan pipinya yang sedikit memerah.


"Putri, di mana kamu sekarang. Aku mencari mu di mana mana, tapi tidak menemukan kamu. Kamu di mana putri rapunzel." Ucap baby Bing memainkan aktingnya dengan bagus.


"Anakku benar benar tampan, dan sangat pandai memerankan perannya sebagai pangeran. Sungguh keren." Puji Luciana kembali, dan terus tersenyum bahagia.


Acara pertunjukan pun Akhirnya selesai. Dan tibalah, dimana permainan antar orangtua. "Baik, karena pertunjukan anak murid sudah selesai. Saatnya kita masuk ke acara permainan antar orangtua. Kalian sudah memegang tiket permainannya kan. Setelah itu, semua harus berbaris memanjang." Perintah mc tersebut.


"Untuk para suami, di harapkan duduk memanjang juga. Dan untuk para istri, harus menutup kedua matanya, dengan kain yang sudah kami sediakan ini. Dan kita mulai dari orang tua Bintang."


"Silahkan di mulai untuk memeriksa, dimanakah suami anda. Ayo, tebak. Jangan sampai salah orang." Ucap mc tersebut, sudah menutup mata para wanita dan terlebih dahulu, untuk membalikkan badannya di belakang para suami. Agar mereka tidak tahu, keberadaan suaminya masing masing.


Peserta pertama pun, mulai memegangi masing masing wajah para pria. Untuk mengetahui, yang manakah suaminya.

__ADS_1


Sampai tiba, dimana giliran Luciana. "Dia tidak akan bisa menemukanku. Karena dia tidak tahu bentukan aku, kalau matanya ditutup seperti itu. Sudah aku jamin, kalau dia akan salah orang." Meremehkan Luciana.


Luciana pun mulai memegangi wajah para pria. Dan Leonathan duduk di barisan ke 5. "Ini bukan aroma Leonathan. Aku bisa mengetahui Leonathan, dari aromanya dan bentuk bibirnya yang sangat kenyal itu. Karena di masa lalu, dialah yang sering mendekatiku, dan dari situlah, aku mengetahui aromanya dan bibirnya itu." Ucap batin Luciana, sambil meraba wajah setiap pria tersebut.


Leonathan terus menatapnya. Dan tiba saatnya, Luciana memegang wajah Leonathan. Di situ Luciana meraba bagian rambut Leonathan. Dan pada akhirnya, Luciana mulai mencium aroma pakaian Leonathan, dan bagian lehernya. "Sepertinya ini Leonathan. Aku bisa menebaknya, dari parfumnya yang beraroma baccarat.


Luciana pun memegang bibir Leonathan juga, untuk memastikannya. "Wanita ini benar benar sudah kelewatan. Aku bisa gila karenanya." Ucap batin Leonathan, dalam keadaan pipinya yang memerah.


"Tidak salah lagi, ini adalah suamiku." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


"Bagaimana nona Luciana. Dari semua pria, yang manakah suami anda sebenarnya?." Tanya mc tersebut sambil tersenyum tipis.


"Yang duduk di barisan ke lima. Itu adalah suami saya yang paling tampan." Jawab Luciana dengan girang.


"Anda bisa buka penutup matanya langsung, dan ternyata, memang benar itu adalah suami anda. Anda bisa langsung memeluknya." Jawab mc tersebut sambil bersorak.


Luciana pun membuka penutup matanya, dan melihat langsung ke arah bangku 5. Sudah tidak diragukan lagi, ia benar benar Leonathan. Tebakan Luciana benar.


Luciana pun berlari ke arah Leonathan, dan duduk di atas pangkuannya. Sontak semua yang melihatnya, merasa iri dan berbisik bisik, memuji mereka berdua.


Luciana berbisik ditelinga Leonathan. "Sudah aku katakan kan, aku tahu kalau itu adalah kamu. Karena sudah aku bilang dari awal. Kalau aku menikah denganmu, karena aku benar benar mencintaimu." Bisik Luciana, tepat ditelinga Leonathan.


Luciana pun kembali berdiri, saat Leonathan hendak merangkul pinggangnya. "Sudahlah Leonathan. Kau harus kendalikan dirimu, dari dia. Atau kau akan melewati batas, dan mengingkari perjanjian kontrak." Ucap batin Leonathan, mengembalikan tangannya ke semula, dengan melipat kedua tangannya.

__ADS_1


Acara pun akhirnya selesai juga. "Baik semuanya. Karena acara sudah selesai, dan permainan sudah sangat keren. Di sini, kami akan memberikan hadiah, kepada pasangan yang sangat serasi dan romantis, saat permainan tadi. Dan ia adalah nona Luciana dan tuan Leonathan. Beri tepuk tangan yang meriah, untuk pasangan serasi ini." Sorak mc tersebut dengan bahagia.


"Untuk nona Luciana, dan tuan Leonathan. Silahkan naik ke atas panggung, untuk diberikan hadiah khusus." Perintah mc tersebut kembali tersenyum.


Luciana dan Leonathan pun, naik ke atas panggung. Leonathan memainkan aktingnya juga, dengan merangkul tangan Luciana, dilengan tangannya. Dan mereka naik ke atas panggung, dengan memasang wajah bahagia.


"Ini adalah hadiah, dari kami para guru. Yaitu berupa, sepasang baju tidur couple, untuk pasangan yang sangat romantis ini. Silahkan diterima nona Luciana." Memberikan satu set pakaian tidur tersebut, kepada Luciana.


Dan Luciana langsung menerimanya. Dan berjabat tangan, dengan mc tersebut. Begitu juga dengan Leonathan.


Setelah itu, mereka kembali turun dari atas panggung, dan kembali duduk dikursi mereka masing masing.


"Kalau begitu, terima kasih banyak untuk partisipasinya. Saya harap, semua orangtua, lebih memperhatikan pertumbuhan anaknya. Agar mereka lebih berkembang, dengan alam yang ada di sekitarnya. Kalau begitu, saya pamit undur diri. Terima kasih banyak atas semuanya." Ucap mc tersebut, langsung menundukkan badannya. Dan turun dari panggung tersebut.


Acara pun selesai. Dan saat itu juga, baby Bing menghampiri Luciana dan Leonathan. "Mami, papi." Panggil baby Bing langsung memeluk Luciana dari bawah.


"Eh, sayang. Apa kamu sudah merapikan pakaian kamu tadi?." Tanya Luciana sambil menggendongnya.


"Semua sudah siap kok mi. Tadi aku yang bantu bu guru, untuk merapikan barang yang sudah dipakai tadi. Oh ya mi, mami dan papi menang permainannya. Keren banget." Puji baby Bing, sambil mengacungkan jempolnya.


"Tentu saja, namanya mami gitu lho. Oh ya, apa kamu masih akan terus di sini. Apa kalian tidak langsung pulang sayang?." Tanya Luciana.


"Tidak mi, kami harus di sini dulu. Karena mau membantu bu guru, untuk merapikan semua ini." Jawab baby Bing, kembali memeluk Luciana.

__ADS_1


"Mari


__ADS_2