Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 45: Panggil Aku Bos


__ADS_3

"Dia begitu tampan, ketika mengenakan celemek itu. Aku bisa gila karenanya." Terus tersenyum sendiri, dan menatap belakang badan Leonathan, yang sedang membuat sarapan tersebut.


Leonathan pun selesai membuat sarapannya dan makanan tersebut kelihatan enak. "Wah, kelihatannya sangat enak nih. Kamu memang pintar membuat sarapan ya sayang." Ucap Luciana kembali tersenyum, dan Leonathan langsung membuka celemeknya.


Baby Bing pun datang, dan langsung menghampiri Luciana. "Pagi mami, dan papi." Ucap baby Bing tersenyum, dan langsung duduk dikursinya.


"Pagi juga kesayangan mami. Hari ini, papi yang membuat sarapan untuk kita sayang. Sepertinya ini sangat enak deh. Papi kamu memang jago." Jawab Luciana dengan bahagia.


"Lagi lagi papi mencoba mengalahkan. Awas saja kamu papi." Langsung melirik Leonathan, dan Leonathan juga menatapnya.


Baby Bing yang takut melihat tatapan Leonathan, langsung memalingkan wajahnya. "Mami, suapi Bing dong mi." Minta baby Bing.


"Baik sayang." Langsung menaruh makanan untuk baby Bing.


"Jangan suapi dia, berikan dia makanannya. Dan biarkan dia makan sendiri, karena dia sudah besar." Menahan Leonathan.


"Tapi sayang, dia masih kecil. Dan dia butuh perhatian dari kita. Kamu jangan begitu dong." Ucap Luciana langsung menatap wajah Leonathan.


"Kalau aku katakan tidak, tetap saja tidak. Jangan mencoba melawanku." Sedikit tegas Leonathan.


"Gapapa deh mi, aku makan sendiri. Yang penting, mami tidak dimarahi oleh papi. Berikan piringnya mi." Ucap baby Bing kembali tersenyum.


"Baiklah sayang. Kamu makan pelan pelan, papi kamu memang sangat kejam. Mami jadi lebih sayang kamu daripada papi kamu." Bisik Luciana ditelinga baby Bing.


"Hahahah, aku juga menyayangi mami." Ikut bahagia baby Bing, karena Luciana mengatakan, kalau ia hanya menyayangi baby Bing.


"Habislah kamu papi, mami sudah mulai tidak menyukai kamu. Hahaha." Ucap batin baby Bing tertawa tipis.


Selesai sarapan, baby Bing pun langsung di antarkan oleh supir, untuk ke sekolahnya. Dan Luciana juga bersiap siap, untuk ke lokasi perusahaannya.


"Apa kita pergi sekarang nyonya?." Tanya Rose langsung tersenyum.


"Tentu saja, karena aku juga sudah siap siap dan sudah mengenakan pakaian bagus. Mari kita pergi sekarang." Jawab Luciana, dan mereka langsung keluar dari rumah.

__ADS_1


Disisi lain. "Kemana mereka akan pergi?." Tanya Leonathan kepada asisten pribadinya yang bernama Stefan.


"Mereka akan ke perusahaan pribadi milik nyonya Luciana tuan. Yaitu Perusahaan Queen Dress, dan Perusahaan Princess Gown. Nyonya dapatkan dengan mudah, dengan hasil kerja kerasnya." Jawab Stefan dengan sopan.


"Bagus juga dia. Ternyata dia bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik, dan langsung bisa merebut perusahaan keluarga tirinya. Eh, kenapa tiba tiba aku jadi memujinya. Dasar." Ucap batinnya dan pipinya muncul rona merah.


"Kalau begitu, mari kita pergi ke perusahaan sekarang. Karena saya harus menyelesaikan rapat, dan harus menyiapkan rapat untuk ke Spanyol." Ucap Leonathan.


"Baik tuan." Menundukkan badannya, dan mereka langsung naik ke mobil.


Disisi lain, Luciana dan Rose sudah sampai di Perusahaan Princess Gown. Dan saat masuk ke dalam, semua langsung menyambutnya. Termasuk Gita, yang sudah bekerja.


"Salam bos." Ucap karyawan tersebut langsung menundukkan badannya.


"Gita, kamu ikut saya ke ruangan." Perintah Luciana langsung berjalan duluan, dengan Rose yang mengawasi di belakang.


"Baik." Menurut dan mengikuti Luciana dari belakang.


Merekapun langsung masuk ke dalam ruangan, dan Rose berjaga di luar ruangan. Di dalam. "Kenapa kakak memanggilku. Apa ada masalah?." Tanya Gita sambil tersenyum.


"Kenapa kakak seperti itu. Apa kakak tidak menganggapku sebagai adik?." Tanyanya kembali.


"Sejak kapan aku menganggapmu sebagai adikku. Aku tidak pernah mempunyai adik seperti mu, dan bahkan aku tidak ingin memiliki adik seperti mu ini. Jadi tolong, jangan berharap." Jawab Luciana menatapnya dengan tatapan tajam.


Sontak Gita langsung ketakutan kembali, dengan tatapan Luciana yang membunuh itu. "Lagi lagi tatapan ini. Kenapa tatapan dia ini, seperti mau membunuhku. Benar benar mengerikan." Ucap batin Gita langsung menundukkan badannya.


"Kamu harus bekerja dengan keras. Karena di sini, bukan seperti yang kamu inginkan. Semua di sini, sama sama bekerjasama. Dan kamu jangan merasa, kalau dirimu bos lagi di sini. Bangunlah ke kenyataan kamu, bahwa kamu sudah menjadi bawahanku. Maka sebab itu lanjutkan kembali pekerjaanmu. Dan jangan enak enak kamu di sini, atau gaji kamu akan saya potong. Kamu paham kan." Ucap Luciana memainkan bulpennya.


"Baik kak." Ucapnya.


"Kan sudah aku katakan, panggil bos Luciana. Kamu mengerti." Ujar Luciana tersenyum tipis.


"Eh, baik bos Luciana." Ucapnya sambil menggigiti bibir bawahnya, dan langsung menundukkan badannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kamu keluar dulu. Dan langsung kerjakan pekerjaan kamu." Ucap Luciana memerintahkannya kembali.


"Baik bos, saya permisi." Menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang kerja Luciana.


Setelah Gita pergi. "Hahahah, enak juga mengerjai orang seperti dia. Kena juga kamu kan di jebakanku. Masih banyak hal yang akan aku berikan kepada kamu adikku sayang." Ucap batin Luciana bahagia.


"Rose." Panggilnya dari dalam.


Rose pun langsung masuk ke dalam."Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?." Tanyanya sambil memberi salam hormat.


"Bagaimana soal yang aku suruh kamu, untuk mengganti semua nama perusahaan ini, atas namaku, sebagai pemiliknya. Dan mengganti nama perusahaan ini. Apa semua sudah berjalan dengan baik?." Tanya balik Luciana.


"Semua sudah saya atur nyonya. Ini semua buktinya nyonya." Memberikan berkas yang sudah ia atur.


Luciana pun langsung mengambilnya dan melihatnya dengan jelas. "Bagus. Kalau begitu, kamu panggilkan dulu Delisa. Ada yang mau saya katakan kepadanya." Perintah Luciana.


"Baik nyonya, saya akan memanggil Delisa." Kembali memberi hormat, dan langsung keluar dari ruang pribadi Luciana.


Saat Luciana sedang melihat berkasnya. Tiba tiba saja ponselnya berdering. Sontak Luciana langsung melihatnya. "Hyuna. Apa dia sudah sampai." Langsung mengangkatnya.


"Halo kak Luciana. Kami sudah berada di luar perusahaan. Dan saat kami mau masuk, kami dihalangi oleh penjaga. Karena ia kira, kami orang jahat. Bagaimana ini kak." Ucap Hyuna.


"Sebentar, aku akan memanggil Rose, untuk menjemput kalian." Jawab Luciana.


"Baiklah kak, kami akan menunggu di sini." Ujar Hyuna kembali tersenyum.


Luciana pun langsung mematikan ponselnya, dan menghubungi Rose.


Tersambung. "Halo nyonya, ada apa nyonya?." Tanya Rose.


"Tolong jemput anak anak yang ada di depan perusahaan. Mereka adalah model yang aku pilih waktu itu, tolong kamu antarkan ke ruangan saya. Mereka tidak bisa masuk, karena dikira penjaga, mereka orang jahat. Tolong kamu bilang sama penjaganya." Jawab Luciana.


"Baik nyonya," ucap Rose.

__ADS_1


Luciana pun langsung mematikan ponselnya, dan saat ia baru meletakkan ponselnya di meja. Tiba tiba saja


__ADS_2