Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 119: Bubub


__ADS_3

Luciana yang melihatnya pun ikut salting, dan pipinya ikut memerah. "Kamu kelihatan tampan kalau dari sini. Apa kamu akan terus seperti ini kepadaku?" tanya Luciana kembali, sambil mengedipkan matanya.


"Tentu saja. Istri semanis ini, mana mungkin aku tidak cinta." Jawab Leonathan mencium pipi Luciana dan terus mencium seluruh wajahnya.


"Ih, geli tahu. Sudahlah, mending kita tidur saja. Aku ngantuk banget, yuk tidur." Ajak Luciana sambil menatap mata Leonathan.


"Baiklah. Hari ini kamu aku beri cuti. Tapi, ada waktunya aku tidak akan tahan dengan godaan kamu ini. Awas saja kalau menggodaku lagi." Ucap Leonathan langsung menggendong Luciana di belakang.


"Okey oppa," tertawa tipis Luciana, sambil mencium leher belakang Leonathan.


Keesokan paginya. Di mana Luciana baru bangun, dan sepeda biasanya, Leonathan sudah tidak ada di sampingnya. "Dia selalu saja meninggalkanku." Ucap Luciana meregangkan badannya, dan turun dari tempat tidur.


Luciana mengikat rambutnya, lalu keluar dari kamar. "Eh, harum apa ini. Kenapa begitu harum masakan ini. Ini pasti Leonathan yang sedang memasak." Ucap Luciana tersenyum, dan menuju dapur.


Sesampainya di dapur. Ternyata sudah ada anak-anak yang sedang membersihkan buah-buahan, bersama baby Bing.


"Eh, kalian sudah bangun anak-anak," ucap Luciana tersenyum, dan semua langsung menatap ke arah Luciana.


"Eh, mama. Selamat pagi ma," ucap Aron dan adik-adiknya.


"Selamat pagi mami cantik," ujar baby Bing juga, dengan ekspresi bahagia.


"Pagi juga anak-anak. Kalian kapan bangun?" tanya Luciana langsung duduk di dekat mereka semua.


"Sudah dari tadi ma. Mami aja yang kelamaan bangun. Hahaha." Jawab baby Bing sambil tertawa, dan yang lainnya ikut tertawa. Sedangkan Leonathan fokus membuat makanan.

__ADS_1


"Lebih baik kalian menonton televisi sana. Biar mami yang menyelesaikan ini semua." Ucap Luciana.


"Baik ma," menurut dan langsung ke ruang tamu.


Hanya tersisa Leonathan dan Luciana saja yang ada di dapur. "Kamu buat apa sayang. Harum banget masakannya?" tanya Luciana langsung memeluk Leonathan dari belakang, dan mengelus perut Leonathan.


Sontak Leonathan kaget, karena tiba-tiba saja Luciana memegangnya. "Aku sedang membuat sup ayam." Jawab Leonathan dengan lembut.


"Ada yang bisa aku bantu," langsung berdiri di samping Leonathan.


"Tidak ada. Lebih baik kamu duduk saja. Nanti kamu kelelahan lagi." Jawab Leonathan sambil mengaduk sup tersebut.


"Ehm, lebih baik aku buat susu hangat untuk anak-anak deh. Biar mereka segar." Ucap Luciana langsung mengambil susu dari kulkas, dan mulai membuat susu hangat.


"Dia benar-benar perhatian kepada anak-anak. Wanita yang penuh dengan perhatian dan kasih sayang. Itu sebabnya aku mencintainya." Ucap batin Leonathan tersenyum sendiri.


"Kelihatannya kartunnya seru ya, sampai tertawa begitu." Ujar Luciana langsung meletakkan susu tersebut di atas meja dan duduk di samping baby Bing.


"Iya ma. Kartunnya banyak komedinya, jadi bawaannya pengen ketawa mulu." Jawab baby Bing.


"Kalau begitu, kalian minum susu hangat ini dulu, biar kalian semangat. Cepat minum ya anak-anak." Langsung memberikannya ke masing-masing anak.


"Terima kasih banyak ma," jawab Aron, Hana, dan Chika bersamaan.


"Sama-sama sayang. Kalau begitu, minumlah. Dan kamu juga sayang mami. Cepat habiskan susunya. Kalau begitu, mami mau bantu papi dulu, untuk menyiapkan sarapan. Kalian lanjutkan menonton televisi nya lagi. Dah." Ucap Luciana kembali ke dapur, untuk membantu Leonathan.

__ADS_1


Saat sampai di dapur. Ternyata semua sudah selesai, dan Leonathan sedang membilas piring yang kotor. Luciana kembali menggoda Leonathan, dengan memeluknya dari belakang, dan meraba pakaian dalam Leonathan.


Leonathan yang melihat tangan Luciana pun, langsung salting, dan pipinya langsung memerah. "Apa yang kamu inginkan. Jangan seperti ini, atau aku akan membuat kamu tidak berjalan nantinya." Ujar Leonathan langsung merapikan piring yang sudah ia bersihkan, ke rak piring.


Setelah itu. Leonathan langsung menggendong Leonathan, dan meletakannya di atas meja dekat wastafel. "Argh, apa yang kamu lakukan sayang?" bingung Luciana, sambil menatap mata Leonathan.


Leonathan membuka celemeknya, dan ia meletakannya di samping Luciana. Setelah itu, Leonathan mendekat ke Luciana, dan semakin dekat. "Apa yang mau kamu lakukan. Kita sedang tidak berada di rumah. Jadi kamu jangan macam-macam. Menjauhlah." Ucap Luciana menutup wajahnya, dan pipinya langsung memerah, karena Leonathan benar-benar dekat dengan tubuhnya.


"Kalau aku membiarkan Leonathan semakin dekat denganku. Bisa-bisa hasratku ingin melahapnya meronta-ronta. Aku belum siap melakukannya di sini, karena ini bukan rumah kami. Tunggu di rumah nanti, baru aku akan melahapnya." Ucap batin Luciana malah tersenyum sendiri.


Leonathan yang melihatnya pun bingung, dan langsung menurunkan Luciana kembali. Luciana pun membuka matanya, dan melihat Leonathan yang sedang merapikan piring di atas meja.


"Eh, kenapa tiba-tiba merapikan piring?" tanya Luciana jadi kebingungan.


"Ya untuk makan anak-anak. Kalau kamu kenapa menutup wajah seperti itu, dan mengatakan hal seperti itu. Aku hanya mau menurunkanmu. Apa yang kamu pikirkan." Jawab Leonathan, sambil menatap tajam wajah Luciana.


"Eh, tidak ada kok yang aku pikirkan. Kalau begitu, biar aku bangun bububku." Langsung membantu Leonathan.


"Apa yang kamu katakan tadi. Sepertinya aku haru mendengarnya?" tanya Leonathan selesai merapikan piring, dan kembali mendekat ke Luciana.


"Bubub. Kenapa memangnya sayang, kan tidak aneh kan. Atau aku panggil suamiku cinta." Jawab Luciana sambil berpikir.


Pipi Leonathan langsung memerah dengan ucapan Luciana, dan ia pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku goda dia saja deh," ucap batin Luciana tersenyum miring.

__ADS_1


Dan saat Luciana hendak menggoda Leonathan. Tiba-tiba saja ada yang datang, dan Luciana tidak jadi menggoda Leonathan, karena kaget dengan teriakan yang datang ke arah meja makan.


__ADS_2