Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 104: Mengganggu


__ADS_3

"Wah, enak banget itu. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Luciana kembali, sambil terus tersenyum.


"Tidak ada. Kamu duduklah dengan tenang. Sebentar lagi masakan ini akan siap." Jawab Leonathan.


"Kalau begitu, aku mau manggil anak kesayangku dulu. Dah sayang," langsung menuju kamar baby Bing.


"Dia benar benar menggemaskan," ucap Leonathan tersenyum tipis.


Disisi lain. Luciana langsung masuk ke dalam kamar baby Bing, dan di dalam kamar tersebut. Baby Bing masih tidur dengan nyenyak.


"Ini adalah hari minggu. Mending aku ajak anakku bermain saja deh. Karena dia memintanya kemarin." Tersenyum, dan langsung mengelus rambut baby Bing dengan lembut.


Baby Bing pun terbangun, karena ada yang mengelus rambutnya. Ia membuka matanya perlahan-lahan, dan melihat Luciana ada di depannya. "Eh, mami. Tumben mami di sini?" tanya baby Bing langsung bangun, dan duduk.


"Mami hanya merindukan kamu sayang. Apa kamu lelah sayang?" jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Bing tidak lelah kok ma. Hanya bangun terlambat saja. Apa mami marah, karena Bing bangun terlambat?" jawab baby Bing sekaligus bertanya.


"Mami tidak marah sayang. Kalau begitu, mari kita sarapan bersama. Oh ya, kamu mau gak, mami ajakin jalan jalan. Kan kamu yang memintanya kemarin." Ujar Luciana.


"Mau banget mami. Kan mami dan papi sudah janji kemarin. Kalau begitu, mari kita sarapan." Jawab baby Bing, dan mereka berdua langsung keluar dari kamar, lalu menuju meja makan.


Di meja makan. Sarapan sudah siap, dan Leonathan sudah duduk menunggu mereka berdua.


Luciana dan baby Bing juga ikut duduk bersama. "Hm, harum banget makanannya. Pasti enak banget ini." Kembali tersenyum Luciana.


"Cobalah dulu," ikut tersenyum Leonathan, dan langsung meletakkan nasi dan lauk pauk di atas piring Luciana dan baby Bing.


"Aku bisa sendiri kok sayang. Tidak perlu kamu menaruhnya," ujar Luciana.


"Tidak apa apa. Biar aku letakkan," sahut Leonathan.


"Ada apa dengan papi ma. Kenapa papi baik banget hari ini?" tanya baby Bing berbisik ditelinga Luciana.


"Mungkin papi kamu kesambet setan. Makanya dia baik banget. Hahahah." Bisik Luciana juga, sambil tertawa tipis.


Leonathan menatap ke arah mereka, "apa yang kalian bicarakan?" tanya Leonathan, sambil menaikkan alisnya.


Luciana dan baby Bing langsung menatap ke arah Leonathan. "Tidak ada kok. Hanya pembicaraan kecil saja sayang." Jawab Luciana kembali tersenyum, dan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Ouh, yasudahlah. Mari mulai makan," ujar Leonathan, dan mereka langsung sarapan bersama.


"Apa kamu akan bekerja hari ini?" tanya Leonathan.


"Tapi kita mau jalan jalan. Jadi aku akan libur dulu. Nanti aku akan datang ke perusahaan sebentar. Ada yang mau aku katakan kepadamu Rose." Jawab Luciana.


"Baiklah. Itu semua terserahmu," ucap Leonathan yang menurut kepada Luciana.


Selesai sarapan bersama. Baby Bing pun bergegas mandi, dan disisi lain. Leonathan dan Luciana sedang di kamar bersama.


"Kamu mandilah duluan. Aku akan menyiapkan pakaian yang cocok untuk kamu sayang." Kembali tersenyum Luciana.


"Apa kamu tidak ingin mandi bersama denganku?" tanya Leonathan, sambil merangkul pinggang Luciana.


"Kenapa kamu jadi semanja ini. Pergilah sana. Nanti kita terlambat." Tersenyum Luciana, dan langsung mendorong Leonathan, untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Leonathan pun langsung mandi. Dan Luciana tersenyum kembali, sambil memilih pakaian yang cocok untuknya.


Setelah beberapa menit. Leonathan pun selesai mandi, dan ia keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan setengah handuk, yang hanya menutupi bagian bawahnya.


Leonathan pun menghampiri Leonathan, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Leonathan memeluk Luciana dari belakang, dan meletakkan kepalanya di bahu Luciana.


"Sudah sayang," jawab Leonathan, sambil manja kepada Luciana.


"Dia benar benar manja hari ini. Menganehkan," ucap batin Luciana.


"Kalau begitu, pakailah pakaian ini. Ini khusus aku pilihkan untuk kamu. Kamu pakailah ini. Omong omong, apa lukanya masih terasa sakit?" tanya Luciana.


"Sudah membaik. Aku baik baik saja," jawab Leonathan.


"Kalau begitu, cepat pakailah pakaian ini, dan aku akan mandi secepatnya." Ucap Luciana langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan membawa pakaiannya.


"Aku jadi semakin ingin manja kepadanya," dalam hati Leonathan, dan langsung mengenakan pakaiannya.


Setelah Leonathan mengenakan pakaiannya. Dan Leonathan duduk di atas tempat tidur, untuk menunggu Luciana.


Beberapa menit pun berlalu, dan Luciana sudah selesai mandi, dan sudah mengenakan pakaiannya di kamar mandi. Luciana pun keluar dari kamar mandi, dan menghampiri Leonathan, yang sudah menunggunya.


"Kenapa masih di sini. Kenapa tidak turun?" tanya Luciana.

__ADS_1


"Boleh buatkan dasi aku?" meminta Leonathan.


Luciana pun memandang Leonathan, dan menghela nafas panjang. "Kemarilah. Akan aku buatkan dasi kamu." Jawab Luciana, dan Leonathan langsung berdiri dihadapan Luciana.


Luciana pun membuatkan dasi Leonathan, dan Leonathan merangkul pinggang Luciana, sambil tersenyum tipis.


"Apa kamu akan seperti ini. Manja terus?" tanya Luciana, sambil memasangkan dasi tersebut.


"Apa aku tidak boleh seperti ini kepada istriku?" tanya balik Leonathan.


"Boleh saja sayang. Aku malah ingin terus dimanja oleh kamu." Jawab Luciana, sambil mengecup pipi Leonathan.


Luciana pun selesai memasangkan dasi Leonathan, "kalau begitu, mari kita pergi sekarang." Ujar Luciana berbalik badan, dan tiba tiba saja Leonathan menarik tangannya.


Sontak Luciana masuk ke dekapan Leonathan, dan Leonathan langsung menciumnya. Luciana pun kembali kaget, dan menatap wajah Leonathan yang menikmati ciuman tersebut.


Mereka saling memandang, dan Leonathan menggendongnya. "Argh, kamu mau apa?" tanya Luciana, dengan wajah yang memerah.


Leonathan langsung menjatuhkan Luciana ke atas tempat tidur, dan Leonathan berada di atasnya. "Leonathan. Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Luciana kembali.


Leonathan malah mencium Luciana kembali, dan mulai mencium bagian leher Luciana. "Aku mencintaimu," ucap Leonathan, dengan wajahnya yang ikut memerah.


"Apa kamu sudah tidak sabar, untuk memakai diriku. Kamu menggemaskan." Ujar Luciana mencubit kedua pipi Leonathan.


Saat mereka hendak melakukan hal di atas ranjang. Tiba tiba saja ada yang masuk, dan ia adalah baby Bing.


"Mami, papi," panggil baby Bing di depan pintu.


Sontak Leonathan dan Luciana langsung menatap ke arah baby Bing. Luciana pun mendorong Leonathan, dan langsung menghampiri baby Bing.


"Sayang. Kenapa kamu kemari?" tanya Luciana, sambil jongkok, dan memegang pipi baby Bing.


"Apa yang mami dan papi lakukan tadi?" tanya baby Bing kembali.


"Hanya main permainan di atas tempat tidur sayang. Apa kamu sudah siap." Jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Sudah ma. Lihat, kan Bing sudah tampan begini." Jawab baby Bing langsung tersenyum lebar.


"Anak mami memang tampan. Kalau begitu, mari kita turun sekarang." Ujar Luciana menggendong baby Bing, dan mereka turun ke bawah.

__ADS_1


Disisi lain. Leonathan menutupi wajahnya, dan duduk di atas tempat tidur. "Kenapa aku begitu tidak sabaran kepada Luciana. Dan kenapa aku jadi merasa tidak bahagia, kalau ada yang mengganggu kami." Ucap Leonathan.


__ADS_2