Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Jin merah berkuasa


__ADS_3

Sapata Marpahu leleng gabe ojin paranggap Pamatang ni Manggomgomi tondi manisia Sahibulna


Akibat terlalu lama menjadi jin penjaga. Sosok itu menguasai jiwa manusia seutuhnya.


Kisah panjang ini masih berlanjut dari masa lalu yang berantai hitam. Sadam mencari Mira menembus dimensi lain. Hanya dia yang bisa masuk ke dalam tempat ghaib itu, di dalam salah satu pohon besar terlihat Mira sedang di ikat akar pohon. Sadam memanggil nama Mira, wanita itu tersadar melihat dirinya yang terikat.


“Sadam tolong aku!”


“Mira, jangan banyak bergerak atau akar itu akan semakin mengikat kuat tubuh mu.”


Sadam menyentuh pohon berpenghuni makhluk jin hitam. Aliran darahnya yang panas di rasakan sosok tersebut. Sadam kerasukan jin merah, dia mengigit akar pohon kemudian menarik dengan tangan kosong hingga ikatan Mira terlepas. Dia terjatuh menimpa tubuh Sadam, mata si jin merah bersembunyi di balik tubuh Togar pria itu kembali normal.


Keduanya saling bertatapan, tidak ada satupun membuka pembicaraan. Togar membantunya berdiri namun tubuh Mira lemas terjatuh di topang oleh Sadam. Dia menggendong belakang Mira sampai ke tenda. Keduanya di lihat oleh teman-temannya yang lain, berbagai macam raut wajah mereka layangkan. Afif memasang wajah manyun segera meraih Mira mengambil alih dari Sadam.


“Terimakasih atas bantuan mu bro” ucap Afif.

__ADS_1


Pandangan Mira seolah tidak ingin lepas melihat Sadam. Dia meminta Afif untuk menurunkannya, Mira berbalik arah mendekati Sadam berhias senyuman di hadapan.


“Ada apa dengan Mira dan Sadam?” bisik Ita.


“Ssthh! Beby, kita jangan ikut campur urusan mereka. Ayo kita duduk di depan api unggun” ajak Toyo.


Afif hanya berdiri mematung mengepal tangannya erat. Dalam benak beribu timbul pertanyaan akan kesetiaan dan cinta yang mereka jalin seolah memudar dalam satu malam. Belum satu kali dua puluh empat jam, keduanya seperti sudah mempunyai hubungan lain. Namun, dia masih berpikir positif mengingat sifat Sadam yang tidak mungkin menjadi pagar makan tanaman di hidupnya. Sadam mengetahui betapa dia mencintai Mira.


“Mira, ada Afif menunggu mu disana” ucap Sadam.


“Tapi aku tidak bisa mengkhianati Afif” gumamnya.


“Mira, sini aku obati luka mu” panggil Afif.


“Sadam, cepat raih tangannya. Kesempatan ini tidak datang dua kali” bisik jin merah lagi.

__ADS_1


Sadam enggan mendengarkan perkataan jin merah, tapi makhluk itu malah merasuki tubuhnya. Sadam menyentuh kedua telapak tangan Mira, mata setan jin merah menyala menghipnotis sihir pemikat mengusap lembut telapak tangan sebanyak tiga kali.


Dia melakukan di luar kendali sampai tersadar sudah menggenggam tangan wanita itu. Sadam buru-buru melepaskan. Menghindari rasa kecewa atau amarah Afif maka dia menarik Mira menuju Afif lalu meletakkan tangan Mira ke tangan Afif sambil tersenyum.


“Thank’s bro.”


“You are well.”


Sikap Mira berubah drastis, bahkan hingga perjalanan mereka sampai menuju puncak. Tidak ada lagi kehangatan yang terjalin. Pandangan Mira selalu melirik Sadam setiap waktu.


“Mir, kamu aneh banget sih. Aku perhatikan dari tadi kok lihatin Sadam, kamu suka ya sama dia?"


“Maybe_”


Iringan musik slow di sepanjang perjalanan, Mira duduk diantara Sadam dan Afif, kepalanya menyender pada Sadam. Pria itu perlahan menempatkan posisi kepala Mira ke pundak Afif, di sepanjang perjalanan pulang wajah Afif sudah bagai jeruk purut menahan amarahnya pada Sadam dan Mira.

__ADS_1


“Entah mengapa perasaan ku tidak tenang!” gumam Afif.


__ADS_2