
Togar adalah adik ipar yang up to date, dia selalu mencari tau semua gerakan keluarganya untuk menjaga dan memperhatikan. Dia mengetahui sosok pria yang mendekati kakak iparnya itu. Togar mempersilahkan pria itu duduk kembali lalu meminta ijin meninggalkannya.
“Kami akan kembali beberapa menit lagi” ucap Togar yang masih menggenggam tangan Tolu.
“Baik mas terimakasih” jawabnya tersenyum.
Si mbok meletakkan segelas teh dan beberapa toples biskuit di atas nampan. Berselang detik, muncul Ani duduk di kursi yang berada di sisi kanannya.
“Silahkan di nikmati hidangannya mas” ucap Ani.
Air minum itu terlihat seperi gumpalan darah, pria yang melekat ilmu putih itu mengucapkan ayat suci Al’quran di dalam hati sebelum meniup air. Gumpalan darah berubah menjadi air teh biasa, dia pun meneguk air setelah selesai mengucapkan hamdalah. Hawa panas melekat di ruangan, Tohfa mandi keringat, dia yang sudah tidak sanggup menahan hawa panas meminta ijin pada Ani untuk keluar sebentar.
__ADS_1
“Dik, sejenak aku melihat isi ponsel di depan rumah” ucap Tohfa beranjak dari tempat duduknya.
Di luar dia menyalakan lampu ponsel menyorot sosok hitam besar yang berada di depan rumah. Pria itu mengucapkan surah panjang dan lafazh tanpa henti. Ani menyusulnya, dia memperhatikan tangannya mengadah sedang berdoa menatap langit.
“Mas Tohfa” panggil Ani.
Lima belas menit berlalu, Tohfa membalas jawaban lalu mengajaknya kembali masuk ke dalam rumah. Disana sudah ada Togar dan Tolu duduk menunggunya. Mata Tofha hampir copot, dia melihat banyak sosok mengerikan di belakang Tolu dengan tatapan mengerikan.
“Perkenalkan mas, ini abang ipar ku Togar dan kakak kandung ku Tolu” ucap Ani.
Kaki Tofha terasa berat, pundaknya seolah ada yang menekan. Setelah bercengkrama panjang, dia berpamitan meminta ijin untuk pulang. Dengan mengendarai sepeda motor bebek, Tofha menyalakan klakson sebanyak tiga kali saat melewati pintu gerbang rumah Tolu. Para makhluk ghaib tidak sukses mengikuti atau menggangu, Tolu merasakan hawa magis bersemayam di tubuh pria itu.
__ADS_1
“Sepertinya dia pernah menjalankan kajian mutih” gumam Tolu.
Ani membawa Tolu ke kamarnya, dia menyodorkan beberapa bungkusan kepada Tolu. Salah satu bungkusan yang telah di buka memperlihatkan sebuah gaun panjang muslimah dan sebuah kerudung yang warnanya sama.
“Adik, bagaimana pendapat mu dengan pakaian ini? Tofha yang membelikannya untuk ku” ucap Ani tersenyum.
“Kakak, ternyata engkau sudah sangat dekat dengannya. Semoga dia bisa membahagiakan mu, cobalah baju itu kak. Aku senang dengan perubahan pakaian mu yang tidak terbuka lagi” ucap Tolu.
Kehadiran Tohfa mengubah hidup Ani, dia belajar hijrah bahkan sering mengikuti pengajian di salah satu mushola yang berada di kampung. Paham akan gangguan yang terjadi jika menjalankan ibadah di rumah berhantu, Ani lebih rajin melangkah kaki keluar menuju surau atau melaksanakan sholat di rumah Mariam. Wanita yang sangat menghormati Tolu karena menyelamatkan hidup Sagala itu kini menjadi salah satu pekerja di rumahnya.
“Bu, lusa aku akan melaksanakan pengajian di rumah ini. Aku akan menggelar acara seribu hari almarhumah ibu” ucap Ani.
__ADS_1
“Maaf Non, apakah tidak sebaiknya acara penting ini di adakan di rumah non saja? Pasti qorin almarhumah non pulang ke rumah” ucap Mariam.
“Banyak kejadian aneh di rumah itu, bagaimana aku bisa mengadakan do’a bersama disana? Aku akan memikirkannya lagi” ucap Ani.