Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Rasuk


__ADS_3

Tolu menekan titik-titik urat nadi lalu mengirim energi ghaib ke anak yang sudah tidak berdaya itu. Beberapa detik sempat nafasnya terhenti. Tapi tiba-tiba nafasnya kembali stabil, perlahan anak laki-laki itu membuka mata. Pandangan pertamanya adalah ke arah Tolu yang tampak sangat asing baginya. Tolu malam itu terlihat lebih menyeramkan karena ada sosok lain yang merasukinya untuk membantu pengobatan secara ghaib. Sagala yang semula mengalami demam dan kejang-kejang kini tampak membuka mata. Tapi pandangan pertama mengarah pada Tolu yang tepat berada di dekatnya, dia sangat ketakutan memperhatikan sosok-sosok yang berada di belakangnya.


“Arghh! Ibu aku takut!” teriak Sagala.


“Akhirnya kau sadar juga nak. Tidak apa-apa, ibu Tolu yang sudah menyelamatkan mu” ucap Mariam mengusap kepalanya.


“Mbok, ambil sebuah botol yang berada di atas meja di dalam kamarku” ucap Tolu sambil memegang telapak tangan Sagala.


“Baik non.”


Si mbok berjalan mengikuti perintahnya dan segera berlari , Ketika dia memasuki kamar, ada sosok tinggi besar lewat dari balik kelambu lalu berhenti di baliknya.


“Si_siapa disana?” ucap si mbok sambil menggenggam botol.

__ADS_1


Dia mendekati kelambu, bulu kuduk merinding di sertai rasa dingin di dalam kamar hingga menembus kulit. Si mbok meraih kelambu, tangannya bergetar setelah mencium aroma kemenyan yang sangat menyengat. Wujud hitam mengerikan menatapnya dengan aura mengerikan, si mbok terkejut menjatuhkan botol plastik yang berisi air mantra.


“Mbok, kenapa lama sekali?” tanya Ani dari depan pintu.


“Ada hantu non!” ucap si mbok beralih pandangan lalu menunjuk ke arah kelambu.


Sosok itu menghilang membuat si mbok bergegas mengambil botol yang jatuh lalu berlari meninggalkan Ani. Melihat tingkah si mbok, Ani berniat memeriksa sosok yang di maksud oleh si mbok tadi, dia mendekati kelambu jarak semakin dekat menyengat aroma anyir bercampur kemenyan. Ani menghentikan gerakan dan kembali berjalan keluar kamar. Tapi tiba-tiba pintu itu tertutup, Ani menarik tangkai pegangan pintu, Ingin dia menjerit atau meminta tolong, tapi dia tidak ingin tamu yang sedang hadir di rumahnya menjadi ketakutan. Sebisa mungkin dia tidak merasa panik, tapi sosok bayangan itu terlihat mendekat hampir masuk ke dalam tubuhnya.


“Kenapa lama sekali mbok?” tanya Tolu mengambil botol dari tangannya.


“Maaf non” wajahnya kusut menahan rasa takut, dia tidak mengatakan kejadian yang dia alami.


Tolu menyiram wajah Sagala kemudian memandikan tubuhnya dengan air sambil mengucap mantra. Sagala kerasukan, bola mata berputar, dia mencekik lehernya sendiri. Mbok Heni dan ibu Mariam menahan tubuhnya. Kekuatannya begitu besar, Sagala terbang sampai ke langit-langit dengan sorot mata memerah.

__ADS_1


“Kenapa air yang berisi mantra ku semakin tidka terkendali?” batin Tolu.


“Mbok, apakah engkau menjatuhkan botol ku tadi?” tanya Tolu melemparkan pandangan sinis.


“Ya non, tadi si mbok melihat ada hantu di kamar” jawab si mbok.


“Cepat ambil kan air lagi dan jangan sampai terjatuh.”


Si mbok berlari menuju kamar Tolu lagi, dia melihat pintu kamar tertutup dan batang pintu bergerak sendiri. Dia sangat ketakutan berjalan berbalik arah , tapi terdengar suara dari dalam kamar. Si mbok menempelkan telinga ke pintu dan mendengar suara Ani sedang meminta tolong.


“Non ani, apakah nona di dalam?” tanya si mbok mendorong pintu.


“Mbok, buka pintunya! Cari kunci kamar di gudang!”

__ADS_1


__ADS_2