Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Mencari Inang


__ADS_3

“Bi, apa yang sudah terjadi dengan tuan Togar?” tanya Tina mengedikan bahu.


“Hussh, tutup mulut rapa-rapat dan jangan ceritakan pada siapapun. Kau harus menjadi pekerja yang baik tanpa ingin tau lebih banyak” ucap bi Tuti berjalan meninggalkannya.


Tina mengingat sosok wanita yang akan di persunting oleh sang majikan, gadis yang di perbincangkan oleh warga kampung akan kesaktiannya dalam ilmu ghaib dan perdukunan.


“Apa ini ada hubungannya dengan penampakan wanita yang di bicarakan oleh tuan?” gumamnya lalu meneruskan pekerjaan.


Di dalam kamar mandi, Togar mengguyur sekujur tubuhnya. Dia sangat khawatir dengan keadaan Tolu setelah mengalami penampakan sosok dirinya yang lain. Togar melakukan Ibadan di sepertiga malam, dia meminta ampunan dan perlindungan akan wanita yang dia cinta itu kepada sang khalik. Di dalam sujud panjang terakhir itu, Togar merasakan bayangan hitam besar melewati dirinya dari bagian depan.


...----------------...

__ADS_1


Embun pagi menyapa dedaunan yang telah di basahi dalam pergantian hari menjalani waktu yang lelah. Orang-orang yang terkena gangguan ghaib membuat kesehatan menjadi sedikit terganggu dan lingkar mata menghitam akibat susah tidur di malam hari. Tapi, tidak dengan wanita berumur satu ini yang benar-benar menjadi korban keganasan makhluk mengerikan yang berwujud kuntilanak mengganggu dan merasuki orang-orang yang tinggal di dekat sungai Mahakam.


Semi meletakkan secangkir teh hangat di meja, dia memperhatikan ibunya. Pandangan mata kosong, posisi kepala miring ke kiri dengan jari tangan menunjuk ke depan. Terkadang dia tertawa sendiri, hal yang paling tragis adalah ketika sang ibu memotong rambutnya sendiri dan hampir memotong jari tangannya. Untuknya salah satu pekerja rumah mengetahui dan langsung menghentikannya. Beberapa orang bahkan rekan kerja Semi menyarankan agar ibunya di bawa ke rumah sakit jiwa. Tapi Semi yakin bahwa sakit yang ibunya derita adalah sakit ghaib yang membuat dia menjadi kehilangan akal pikiran.


“Ibu, aku berjanji akan menyembuhkan mu” gumam Semi.


Dia melajukan kendaraan membawa ibunya ke rumah Togar, perlahan wanita yang duduk di kursi roda itu di bawa ke teras rumah. Pak Nanang seorang satpam sangat ramah menyambut tamu yang hadir, dia membantu Semi memindahkan kursi roda ibunya dan mempersilahkan tamu itu untuk menunggu.


“Sama-sama tuan.”


Togar yang mengetahui kedatangan Semi dan ibunya membuat dia mempercepat langkah menemui mereka. Dia berjabat tangan kepada Semi dan memberi salam kepada ibunya tapi tidak ibu itu hanya terdiam menatap lurus.

__ADS_1


“Ibu kamu sakit apa Sem? Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit?” tanya Togar.


“Ibu ku sedang di ganggu makhluk halus, dia berubah menjadi sosok mengerikan dan bisa merayap di dinding dengan mengenakan baju putih sambil tertawa cekikikan. Aku kesini ingin meminta ijin kepada mu agar membawa ibu ku ke rumah Tolu. Kemungkinan Tolu mengetahui makhluk apa yang mengganggunya.”


Semi memasang waja memelas memohon kepada Togar, dia menoleh lagi ke arah ibunya. Togar pun masuk ke dalam rumah mengambil selembar kertas dan pulpen. Dia menulis alamat tempat tinggal Tolu dan memberikan untuknya.


“Sem, kami akan menikah. Aku harap hal ini tidak akan mengganggu istri ku. Semoga ibu mu segera sembuh” ucap Togar.


“Terimakasih, kalau begitu aku harus segera pergi membawa ibu ku.”


Teh yang sudah di sediakan oleh Tina tidak sempat di minum. Semi melajukan kendaraan dengan cepat meninggalkan rumah Togar.

__ADS_1


“Berikan saja minumannya pada pak Nanang bi” kata Togar.


__ADS_2