Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Leong


__ADS_3

Setelah melewati berbagai tantangan, tanpa terasa mereka usia mereka sudah melewati satu tahun. Di suatu perjalanan yang dingin, langit gelap menghitam menutunkan hujan deras. Mira dan Sadam sedang di dalam perjalanan menuju rumah. Mereka mengambil jalur pintas lain karena banyak pohon-pohon tumbang menghalangi jalan raya. Mira mengucap pelan perutnya, dia seperti merasa mengalami kontraksi. Sadam menoleh menggenggam tangannya.


“Perut ku sakit sekali Mas!” lirih suara Mira.


“Sabar sayang, aku akan memutar haluan menuju Rumah Sakit.”


Sementara di dalam ruangan persemedian, Tolu melihat darah cucu menantunya yang hampir tewas. Dia berpikir jika menghubungi mereka pasti sudah terlambat namun sebaliknya, menggunakan mantra hembusan sihir di udara belum tentu bisa mengubah nasib atau takdir mereka. Dari awal dia bertekad tidak akan pernah mencampuri urusan ghaib pada cucu menantunya. Tidak untuk hari ini, melihat akan banyak darah yang membanjiri di tanah. Dia meminta pada si raja jin penghuni kaki bukit untuk mengorbankan dirinya, menggantikan nyawanya untuk sang cucu yang berada di dalam kandungan Mira.


“Inang, kau pikir menyelamatkan nyawa manusia semudah membalikkan telapak tangan? Aku bisa membunuh, perlahan membuat jiwa manusia mati tapi tidak sekali hembusan menghidupkannya lagi!” ucap si raja iblis.


“Aku sudah memenuhi segala janji bahkan menguburkan diri ku sendiri di dalam tanah demi mencapai kesempurnaan ilmu. Kini kau menyangkal menggunakan kalimat ketidakberdayaan. Apakah semua pengorbanan ku ini tidak ada artinya?”


“Terserah kau saja. Baiklah aku akan menuruti mu, tapi jangan salah kan aku karena aku sudah berpesan jika ilmu hitam mu akan membunuh diri mu sendiri. Tapi sukma mu tetap hidup, kau sudah terlaulu banyak menyimpan ilmu hitam memenuhi tulang sumsum.”


Tepat empat puluh hari sebelum ritual mengubur diri di mulai.

__ADS_1


Tolu melakukan ritual yang mengancam nyawanya di temani Togar. Semula suaminya itu memaksa agar dia tidak menjalankan hal mistis itu hingga Tolu mengatakan bahwa ini demi menyelamatkan keluarga dan menambah kekuatan pada dirinya.


Seribu lilin di nyalakan Togar, dia bagai membunuh istrinya hidup-hidup. Menyediakan kuburan untuk Tolu yang masih bernafas. Berat hatinya melakukan keinginan sang istri, hingga tangannya lemas tidak sanggup mengikat kain kafan pada bagian wajahnya.


“Cepat lakukan bang, waktu ku tidak banyak karena para dukun lain akan menyerang jika mengetahui aku sedang kosong melayang kea lam lain. Cepat ikat bagian atas kepala ku saja lalu letakkan sebuah pipet yang panjang saat mengubur ku.”


“Berjanjilah kau akan selamat.”


“Aku akan tetap hidup selama seratus tahun bahkan tetap ada sekalipun kau meninggalkan ku.”


......................


Tin


Kecelakaan Mira dan Sadam laga kambing dengan sebuah mobil sedan merah berisi seroang supir yang sedang mabuk berat. Mira dan Sadam tidak sadarkan diri, wanita yang sedang mengandung itu mengalami pendarahan yang sangat hebat. Nyawa di ganti dengan nyawa, darah persembahan untuk si raja jin iblis. Dia melahap bersih genangan darah janin Mira. Para di sekitar itu melarikan mereka ke rumah sakit. Togar berhasil melewati masa kritis sedangkan Mira masih belum sadar. Di depan ruang tunggu togar duduk menunggu hasil pemeriksaan dokter. Menjawab panggilan dari si mbok mengabarkan kecelaan anak dan menantu, karena sudah sangat panik dia belum sempat mengabari istrinya.

__ADS_1


Bunyi telepon genggam. Si mbok mengabarkan Tolu meninggal di ruang khususnya. Telepon genggam Togar terjatuh, dia terjatuh lemas. Mana yang harus dia tunggu? Anak, menantu atau sang istri. Dia berlari ke parkiran mobil menuju rumah.


“Tidak mungkin istri meninggal!” batinnya di sepanjang jalan.


......................


Hari-hari kelam, sosok penampakan Tolu seperti masih hidup di dunia. Seisi anggota keluarga masih berinteraksi dan melakukan aktivitas seperti manusia pada umumnya. Inang Tolu suka menampakkan wujud menjelang malam hari. Tepat di usianya memasuki seratus tahun, dia meninggal di atas tanah tempat dia pernah menguburkan diri.


Tolu masuk ke dalam tubuh cucu buyutnya, penampakan sosok Tulu di berbagai tempat. Ada yang berupa jelmaan menjaga keluarganya menggunakan ilmu keabadian sakti miliknya.


“Ibu, tadi aku melihat nenek”


Penampakan sosok Tolu masih menjadi misteri.


Begu, jin merah dan para perewangan serta peliharaan Tolu bergentayangan. Mereka terbiasa di atur di beri sesajian oleh sang inang. Kini terkadang mereka menganggu penghuni rumah dan para penghuni keluarga. Setiap penampakan inang si dukun sakti di iringi dengan hawa dingin membuat sekujur tubuh merinding.

__ADS_1


...💀💀💀...


Ijin rara dohot ni piaraan nasida mandaon sinotue dinlean angkut sangat buang. Supaya tanda penghuni jabu manang ni tondong be satu songti di iringi dohot haua ngali. Nambahen sude daging sisir.


__ADS_2