Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Tragedi sungai Mahakam


__ADS_3

Sambungan kejadian masa lalu yang di lihat Tolu


Almarhum pak Arnold membunuh seorang wanita yang tidak lain adalah kekasihnya tepat di hari dimana bu Diah sedang mengandung. Kala itu bu Diah sedang mengandung Semi, tepat dimana bu diah akan melahirkan dan di bawa oleh pak Arnorld ke rumah sakit. Di jalan dalam cuaca hujan deras dan petir, pak Arnold melakukan perjalanan bersama bu Diah menuju rumah sakit. Tiba-tiba mereka menabrak sesuatu, pak Arnold meminta bu Diah untuk menunggu dan bertahan.


“Mas cepat! Perut ku sakit sekali!” ucap bu Diah.


Pak Arnold terkejut melihat Ayu wanita simpanannya yang dia tabrak. Dia ingat betul pertemuan mereka terakhir kali, Ayu yang meminta pertanggung jawaban untuk di nikahi oleh pak Arnold.


“Mas, aku hamil. Bawa aku ke istri kamu” ucap Ayu.


“Tidak, bisa saja itu bukan anak ku! Jangan ganggu aku dan Diah selamanya” ucap Arnold.


“Apa? Ini anak mu mas, darah daging mu. Aku akan membuktikan bahwa ini memang anak mu!” teriak Ayu.


Arnorld membanting pintu dan meninggalkannya begitu saja. Tepat di malam itu pula dia mengejar dan membuntuti hingga dia menabrakkan diri di mobil Arnold. Melihat wanita yang masih pingsan itu, Arnold memasukkannya ke dalam bagasi.

__ADS_1


“Siapa yang kamu tabrak mas?” tanya Diah sedikit curiga.


“Tidak ada” jawabnya singkat.


Diah tidak bisa melontarkan perkataan selanjutnya karena perutnya sudah sangat sakit. Sesampainya di rumah sakit, Diah di tangani oleh para suster dan dokter. Arnold langsung meninggalkan Diah menuju mobil dan pergi ke suatu tempat yang sepi dan jauh dari lalu lalang orang.


Pria kejam dan tidka berperikemanusiaan itu membuka bagasi dan mengeluarkan Ayu yang masih pingsan. Dia tidak mau rahasia perselingkuhannya terbongkar apalagi ada anak yang sedang di kandung oleh Ayu. Tanpa perasaan, Arnold melempar tubuh Ayu dari ketinggian. Tubuh wanita itu terlempar lalu hanyut ke dalam sungai Mahakam yang alirannya melewati perumahan tempat Semi dan ibunya berada. Sejak saat itu arwah Ayu menjadi penasaran dan ingin membalas dendam.


“Aku inang Tolu. AKu sudah tau eda semua rasa sakit mu di masa lalu. Maafkan lah dan pergilah dengan tenang. Aku peringatkan sekali lagi jangan sampai aku menghabisi mu” bisik Tolu di telinga bu Diah.


Sosok itu mengerang, dia memuntahkan darah berkali-kali. Bola mata berputar, terdengar suara tawa cekikikan menatap tajam ke arahnya dan menggelengkan kepala.


Tolu memanggil makhluk yang dia miliki untuk menangkap kuntilanak itu dan mengembalikannya ke sungai Mahakam. Dia mengunci sosok tersebut dengan mantra dan bantuan penjagaan salah satu makhluk halus agar tidak keluar dari dalam sungai ataupun berpindah tempat merasuki orang-orang di sekitarnya.


“Terkutuk lah kau inang Tolu! Arghh! Panas!” jerit bu Diah lalu tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Tolu menyiram tubuh bu Diah dengan air yang berisi mantra, dia juga meminta agar Semi membawa ibunya kembali lagi untuk melakukan ritual pembersihan sisa makhluk yang telah lama bersarang di tubuhnya.


“Tolu, aku ucapkan beribu-ribu terimakasih” ucap Semi meletakkan setumpuk amplop di tangannya.


“Tidak usah Semi, aku ikhlas membantu. kau hanya menyiapkan benda-benda yang aku pesankan untuk ibu mu di waktu lusa.”


“Togar benar-benar beruntung memiliki istri yang cantik dan baik seperti mu.”


“Sem, aku tidak sebaik yang kau pikirkan. Cepat bawa ibu mu pulang dan bakar semua pakaiannya. Untuk sementara kau pakai pakaian yang aku sediakan, mbok Heni selesai mengemasi akan memberikannya padamu.”


“Ya, terimakasih banyak.”


“Non, ini pakaian yang non minta” ucap si mbok.


“Tolong letakkan di mobil pak Semi mbok” ucap Tolu.

__ADS_1


“Baik non.”


Semi pun berpamitan kepada Tolu, Ani yang hanya menyaksikan dari balik pintu berulang kali menekan kepalanya. Sampai hari ini, dia masih tidak percaya bahwa adiknya memiliki ilmu yang bisa menyembuhkan dan membantu masalah ghaib lainnya.


__ADS_2