
Kejadian sebelum Tolu bersimbah darah
Apa yang terjadi?
Waktu malam setelah turun dari pelaminan menuju kamar pengantin. Tolu merasa sangat pusing, sebelum memasuki rumah, dia memulai langkah kanan dan menghembuskan mantra pemagar sekeliling area pesta. Banyak serangan dari para dukun yang tidak suka dengan ilmu yang dia miliki dan semua usaha membantu para warga yang berhasil dia selamatkan.
“Togar, aku ingin tidur lebih awal. Apakah kau marah kepada ku jika tidak melayani mu di malam pertama?” ucap Tolu dengan pandangan tajam.
Togar hanya mengelus pipinya dan tersenyum “Tolu, kau mau menjadi istri ku saja aku sudah sangat bahagia. Semua ada prosesnya, aku tidak mau memaksa mu jika kau belum siap” kata Togar membantu Tolu melepaskan hiasan dan gaun pengantinnya. Sepanjang malam Tolu memalingkan wajah dari Togar, dia memasang posisi tidur berjarak dua bantal guling. Sesekali Togar meletakkan tangan di pinggang, dia pun langsung menepis dan memindahkan.
Tolu sedang merapalkan mantra, dia tidak mau Togar terkena sihir yang sedang di kirim ke dirinya oleh para dukun lain dengan berbagai jenis ilmu ghaib yang mereka miliki. Malam itu, Tolu tidak terlelap, dia harus menjaga diri dan keluarga begitupun segala kelangsungan pesta yang belum selesai.
__ADS_1
Musik masih berkibar sampai melewati tengah malam. Orang-orang juga masih berbincang-bincang di halaman depan.
Tempat tidur spring bed terguncang dan terdengar suara menggigil. Hal itu membuat Togar terbangun dari tidurnya dan menghidupkan lampu.
“Tolu, apakah kau ingin aku ambilkan air hangat? Kenapa tubuh mu dingin sekali?” tanya Togar.
“Aku tidak apa-apa. Di saat seperti ini, pengobatan medis tidak berarti bagi ku. Cepat matikan kembali lampu agar aku lebih mudah menjaga tempat ini” ucap Tolu bernada suara parau.
Penerangan cahaya di tempat dia sedang melawan kiriman energi sihir ghaib membuat Tolu semakin menggigil. Dia mengusap telapak tangan kirinya, Tolu mencoba memanggil raja jin dan siluman yang berapa di kaki bukit. Malam itu, seluruh penjaga dan kekuatan yang Tolu miliki dia kerahkan secara habis-habisan.
“Tolu, kekuatan mu belum seberapa jika para dukun dan manusia-manusia yang di rasuki iblis itu menyerang mu secara berkelompok. Kau akan kehilangan tenaga dalam meski aku membantu mu. Penyatuan mu dan aku belum seutuhnya, itu akibat ilmu putih yang menjadi penghalang seluruh tubuh ku masuk dan bersarang di tubuh mu” gema suara makhluk hitam menyeramkan itu lalu menghilang di udara.
__ADS_1
Tolu berusaha untuk tetap terjaga meski kini dia merasakan sekujur tubuhnya sangat kaku dan sulit di gerakkan. Dia merasakan dahaga, dia tidak mau Togar takut jika dia meminta darah segar bukan air yang akan di minum kan padanya.
"Togar, jangan ganggu aku" ucapnya pelan.
“Tolu, cepat minum obat ini. Aku akan mengusap tubuhmu dengan minyak angin” ucap Togar sambil memberikan obat dan minuman.
Tolu hanya mematuhi perkataan Togar, tubuhnya sangat lemah. Dia mencoba bergerak menahan sakit di tengah menyebarkan mantra di dalam hati. Togar menyelimutinya, dia mengusap kening Tolu lalu duduk di samping wanita itu.
“Togar, apakah kau tidak mendengar kata ku tadi? Jangan mendekat dan biarkan aku tidur” ucap Tolu sedikit ketus.
“Baiklah, bangunkan aku jika engkau membutuhkan sesuatu.”
__ADS_1