
“Non, sepertinya non Tolu sudah keluar dari lantai atas” ucap mbok Heni.
“Kalau begitu tolong siapkan sarapan ya mbok” perintah Ani.
“Baik non.”
Tanaman hias bonsai segar tersiram air, begitu pula taman bunga yang berada di sisi kiri bermekaran melambai panorama kelopak bunga indah dengan warna mencolok mata. Bunga-bunga mawar yang telah tumbuh terawat. Bagian pot besar dan tanaman bunga gantung terdapat di sisi lain. Pak Midi terampil menyetel susunan taman di sela kesibukannya yang lain berjaga di depan pos satpam gerbang rumah.
“Pak Midi” panggil Ani.
“Dalem non” jawabnya berlari tergopoh-gopoh.
Ani memberikan keranjang bambu berukuran sedang kepadanya.
“Pak, tolong petikan beberapa tangkai bunga.”
Saat Ani memeriksa vas bunga yang biasanya terdapat bunga anggrek, tulip atau mawar segar. Berganti bunga sedap malam bersama aromanya yang menyerang indera penciuman.
“Siapa yang mengganti bunga ini? Gumam Ani.
__ADS_1
“Selamat pagi kak” sapa Togar.
Mereka berkumpul di meja makan, Tolu ikut menghampiri memijat bahu Ani sambil menyalurkan mantra dengan tiupan kecil.
“Tidak perlu memijat ku, kau pasti lelah melakukan perjalanan jauh. Bagaimana kabar kakek? Kakak sesekali juga ingin berkunjung kesana” ucap Ani.
“Kabar kakek sangat sehat kak, jika urusanku di kantor sudah selesai maka lusa aku akan mengajak mu bersama Tolu” kata Togar.
Sarapan yang hangat, gelak tawa yang di luncurkan oleh Togar, waktu pun terus berlalu sampai dia meminta ijin untuk pergi ke kantor. Tolu menyiapkan baju kerjanya di atas Kasur, dia mengusap taburan mantra dan memanggil salah satu pendampingnya untuk menjaga suaminya itu. Hari ini perasaan was-was menghadang setelah dia berhasil melumpuhkan semua serangan dari para dukun berilmu tinggi.
Kini Tolu menunggu Togar selesai berpakaian di ruang tamu, dia masih belum siap segalanya dan tidak siap jika harus lebih dalam mencintai pria itu. Maut atau hal mistis yang memisahkan di sela persyaratan ghaib merenggut pemisah orang yang di kasihi.
“Jauh di dalam lubuk hati ku ingin melakukan apapun secara total sebagai istri mu. Kewajiban ku menjadi seorang istri belum terlaksana. Aku belum mampu terpisah dari mu” gumam Tolu.
“Tunggu aku di rumah dan jangan melakukan pekerjaan rumah apapun” ucap Togar.
"Ya", balas Tolu singkat.
Dia memperhatikan makhluk piaraannya telah ikut masuk ke dalam mobil. Melepaskan satu makhluk untuk menjadi penjaga Togar, walaupun demikian di dalam ruang rahasianya tetap memantau dan menyalurkan serpihan mantra agak makhluk tidak berniat lain padanya. Sepanjang hari, Togar merasa seperti ada yang mengawasinya.
__ADS_1
Keyakinan terjawab saat dia bercermin, tampak sosok mengerikan menghilang dari balik tubuhnya.
“Arghh!” jerit Togar.
Tok, tok.
“Pak, pak Togar” panggil salah satu pegawai kantor dari luar pintu.
“Bapak tidak apa-apa?” tanya Dirta teman sekantornya.
“Ayo pergi dari sini” ucap Togar.
Mereka menghabiskan jam istirahat di kafe dekat perusahaan. Dirta menyodorkan nomor telepon ke arahnya.
“Apapun masalah yang kau ceritakan selama ini, sebaiknya kau menghubungi orang ini. Dia ahli spiritual. Siapa tau istri mu kerasukan makhluk ghaib” ucap Dirta.
“Terimakasih” jawab Togar.
Meski Dirta teman berbagi cerita semasa lajang hingga kini, tapi Togar tidak pernah menyebutkan siapa jati diri istrinya.
__ADS_1
“Aku dengar bahwa Semi akan masuk ke perusahaan ini. Sekarang kita Kembali menjadi tiga serangkai Kembali."
“Semi sudah berhasil di sembuhkan oleh istri ku. Benar kata orang kampung, istri ku adalah dukun yang di panggil inang Tolu. Aku harus mencari tau semuanya” gumam Togar.