
Lenyap lah dukun ganas itu, tapi tuntutan mantan penyihir tua terkuat memiliki salah satu jin kafir si pahit lidah yang mengabulkan permintaan terakhirnya. Tubuh melekat bersama makhluk itu, di detik terakhir dia menumbalkan diri demi memenuhi keinginan membinasakan Tolu di setiap kehidupannya.
“Tidak! Terkutuk lah kau Tolu! Aku bersumpah akan mengganggu anak cucu mu!” teriak arwah dukun Siria menghilang bersama bola apinya.
Keringat dan darah yang bercucuran tidak di seka atau di tepis, Tolu masih membiarkan para makhluk halus itu mencicipi darah segar manusia. Dia memfokuskan diri, mengunci dan mengatur kembali para makhluk ganas untuk patuh dan menjadi sumber kekuatannya. Setelah pertahanannya mulai oleng. Tolu merebahkan diri di bawah langit malam sambil menatap angkasa.
“Akulah dukun sakti yang tidak terkalahkan!” gumamnya menutup mata.
...----------------...
__ADS_1
Pagi hari menjelang, Togar dan Ani berhasil mendobrak pintu dan berlari mencari Tolu di luar. Ani terduduk lemas tidak berdaya melihat sang adik tidur menelentangkan tubuh sambil melipat kedua tangan di atas dada. Tubuhnya di hinggapi puluhan burung gagak bertengger dengan suaranya yang mencekam. Togar mengusir hewan setengah hantu itu dengan dua buah ranting panjang. Dia memeluk Tolu erat, membawanya masuk berharap wanita itu masih bernafas.
“Kakak, ayo bantu aku mengganti baju Tolu. Kita harus membawanya ke rumah sakit bersama si mbok” kata Togar.
Ani menegakkan tubuh, dalam keadaan masih menangis sepanjang perjalanan dia mengusap kening adiknya.
Secepat kilat, Togar melajukan kendaraan. Di ruang Icu, Tolu dan si mbok menjalani perawatan secara intensif tiga hari tiga malam lamanya. Banyak kejadian aneh yang di alami oleh para suster penjaga yang bertugas secara bergantian. Terutama mengalami hal ganjil, penampakan yang mengerikan dan suara aneh dari kedua pasien itu.
Di hari ketiga, seorang suster berlari tanpa alas kaki, ada gunting tertancap di pundak kirinya. Dia berteriak minta tolong di sepanjang lorong yang sepi. Tidak ada yang mendengar suara teriakannya itu, hingga mahkluk tinggi besar berdiri mencekik sang suster. Tubuhnya terangkat sendiri, suara patahan tulang leher menjulur lidah dan mata terbuka, Kematian suster itu membuat ketakutan pasien lain yang mengetahui jasadnya. Semua orang berhamburan keluar rumah sakit, mereka menjerit ketakutan sampai ada salah satu pasien mengatakan bahwa kematian sang suster karena terkena ilmu hitam.
__ADS_1
“Cepat cari tau, apakah dukun Tolu ada di rumah sakit ini? aku mendengar dari Bangsal yang menyebarkan selebaran wajahnya sebagai dukun santet jahat!” kata salah satu pasien.
“Apa? Jadi isu dukun Tolu memang benar adanya? Padahal aku sempat bersimpati padanya setelah menyelamatkan Sagala” kata pasien lain.
“Tenang semuanya! Harap kembali keruangan masing-masing!” perintah suster kepala rumah sakit.
Salah satu pasien menyimpan rasa kebencian pada Tolu, dia menghasut pasien lain begitupun suster yang berada di rumah sakit. Hingga kabar merebak di sekita warga yang tinggal di dekat area rumah sakit itu memutuskan untuk mencari tau akan hal yang terjadi.
“Ini tidak bisa di biarkan jika ada penyihir berselubung dukun santet di kampung kita. Dia sudah memakan banyak korban, kehadirannya bagai kesialan di kampung kita!” ucap salah satu warga.
__ADS_1