Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Membalikkan teluh


__ADS_3

Tidak ada satu pun yang membuka jalan cerita, perjalanan pulang di isi alunan musik nada kecil pandangan mata tidak lepas dari arah jalan yang di lewati dengan sangat hati-hati. Jarak jalan bekas ular yang mereka tabrak tadi terkesan bertambah menyeramkan. Tanpa ragu lagi, Semi menancapkan gas mengemudi dengan kecepatan tinggi.


“Sem hati-hati!” teriak Dirta.


Seolah berhasil melewati jalan maut, mereka menghela nafas panjang memikirkan hal apa lagi yang akan terjadi setelah hari ini. Sesampai di rumah masing-masing, Dirta merasa kaki kanannya begitu kebas berdenyut rasa sakit perlahan menjalar hingga kebagian pinggang. Dia kesusahan berjalan ketika baru keluar dari kamar mandi. Tangannya meraba ponsel di dalam saku, dia menghubungi nomor Togar namun tidak di angkat olehnya. Berkali-kali dia mencoba menghubungi, sampai Togar menerima panggilan.


Di dalam panggilan telepon


“Hallo, Assalamu’alaikum. Ada apa Dir?”


“Togar, kaki ku kembali sakit. Aku setengah mati menahannya! Arghh!” (Panggilan terputus).

__ADS_1


“Siapa yang menelepon?” tanya Tolu masuk ke dalam kamar.


Dia baru saja kembali dari ruangan pribadinya. Hingga saat ini ruangan itu hanya Tolu yang bisa memasuki, Togar enggan menanyakan atau meminta agar Tolu menunjukkan semua. Togar menerima gelas yang berisi air bening hangat dari tangan Tolu. Dia langsung meneguk sampai habis lalu meminta Tolu untuk duduk di sampingnya.


“Aku ingin menyampaikan bahwa kaki Dirta kembali sakit. Apakah benar bahwa nenek yang kami temui tadi siang adalah hantu dukun Siria?” tanya Togar.


“Ya, sebaiknya engkau keluarkan saja Bangsal dari penjara. Aku hanya berurusan pada ibunya” ucap Tolu.


Tolu menceritakan pengobatan sepasang suami istri yang mendapat sihir teluh penyakit busuk dari dukun Siria. Pengobatan dan kesembuhan berlangsung perlahan membuat ilmu si dukun pudar. Semua sudah di jelaskan pada Tolu sampai Togar benar-benar mengernyitkan dahi. Di dalam benak, apapun yang di katakan segelintir orang tentang istrinya adalah kepalsuan. Tapi kini dia lebih memahami semua hal yang di dapat dan di lakukan Tolu demi menyelamatkan dan membantu orang di sekitarnya.


“Sayang, aku hanya berharap agar kau tidak menggunakan ilmu itu sedikitpun untuk menyakiti orang” ucap Togar mengusap punggung tangannya.

__ADS_1


“Aku tidak akan mengganggu jika aku tidak di ganggu. Tapi semua tergantung dari sebab dan akibatnya" jawab Tolu.


Malam ini Togar menginginkan hal lebih dari istri yang telah lama dia dambakan itu. Tapi lagi dan lagi Togar harus menahan kesabaran ketika Tolu menepis keinginan suaminya.


“Togar, ada hal yang harus aku lakukan sekarang di ruangan ku. Kau tidur lah terlebih dahulu” ucap Tolu bergerak meninggalkannya.


Ritual pemanggilan makhluk tidak kasat mata, sesajian dan bahan klenik untuk memperlancar hal mistis. Tolu menabur bunga di atas air lalu meletakkan foto Ani di atasnya. Sosok bayangan tinggi besar keluar dari dalam menyeringai melepaskan bola matanya sendiri. Bola mata setan di terima oleh Tolu, sosok peliharaan setan itu berasal dari seorang pria yang sudah memberikan pelet kepada Ani.


Tolu membalikkan sihir kepada Sandro, di dalam tidur lelaki itu merasa tercekik sampai mengeluarkan muntahan belatung dan cacing. Dia menjerit kesakitan merangkak mengambil kotak hitam berisi foto Ani. Sandro menghidupkan pematik ,membakar foto Ani tapi keanehan muncul karena foto yang terkena api itu berubah menjadi basah kuyup.


Dia menjerit kepanasan, tubuhnya merasa sangat panas hingga kulit terkelupas bernanah mengerang. Di dalam kamar mandi dia mengguyur tubuh, namun sayang semua usaha itu sia-sia. Sandro tewas, tubuh hangus mengeluarkan cacing dan lintah mengisap darah dan daging hanya meninggalkan bekas tulang tengkorak.

__ADS_1


__ADS_2