
Sesungguhnya gelap dan terang hanya perkiraan pembatas warna hitam dan putih. Paling melekat adalah kegelapan berlapis ketakutan, beribu rasa sakit dan fenomena misteri tanpa henti.
Pernyataan kejahatan pasti akan membenamkan jasad ke dalam tanah terdalam. Tanpa aba-aba meremukkan tulang belulang dan kesakitan. Menyebar sihir, melukai orang yang tidak bersalah, pria yang pernah membanggakan diri karena berpikir telah berhasil mengunci Ani. Tapi kejahatan tidak selamanya berjalan mulus, meski Sandro menyewa lebih dari tiga dukun, semua pelet dan teluh untuk Ani telah berhasil di balikkan oleh Tolu. Kematiannya adalah jawaban atas semua tindakannya. Kedua orang tuanya menemukan banyak foto di balik lemari pakaiannya. Mereka menyadari kejahatan sang anak terutama gelagat anehnya.
“Aku semula sudah curiga bahwa dia melakukan hal gila seperti ini. Lihatlah akibat melawan dukun sakti itu. Anak itu meninggal sampai hangus terbakar dan mengenaskan!” ucap Dodon.
“Sudah, ikhlaskan saja pak. Biar anak kita tenang di alam sana. Hiks” ucap Mira menekan tangisan.
“Aku akan menuntut ke wanita dukun itu” ucap Dodon.
“Jangan cari masalah lagi, anak kita terbukti bersalah” kata Mira mengguncangkan lengannya.
“Dia harta yang kita punya. Aku tidak terima karena Sandro sampai mati di buat si dukun Tolu!” teriak Dodon menggelegar.
Dia membawa beberapa anak buah pergi ke rumah Tolu. Ada delapan Algojo bermaksud menyiksa Tolu sebelum membawanya ke penjara.
__ADS_1
...----------------...
Jasad Sandro menjadi perbincangan hangat bahkan sampai masuk surat kabar. Ani menjatuhkan secangkir kopi panas sampai mengenai kakinya. Terhentak rasa panas pada kulit, dia berlari menuju kran air yang letaknya di teras pekarangan dekat pekarangan, dia pun segera mencuci kakinya.
“Ada apa kak?” tanya Tolu.
“Tidak ada apa-apa. Oh iya, dari tadi aku tidak melihat si mbok, kemana perginya dia?” tanya Ani.
“Dia sedang sakit kak. Apakah kakak sudah mendapatkan pengganti pak Midi? Tanya Tolu sambil memperhatikan raut wajah Ani yang gelisah.
Bekerja di rumah seorang dukun adalah hal yang menakutkan. Terutama menyikapi tragedi yang di bicarakan oleh warga yaitu pak Midi. Meninggal dengan cara tragis, orang mengatakan kalau dia pasti terkena santet dan ilmu kejahatan si dukun. Atau ada yang berpendapat kalau Midi menjadi tumbal ilmu hitam Tolu.
Kring, kring (bunyi telepon rumah).
Ani berlari mengangkat, tidak ada suara di dalam panggilan. Dia menutup telepon, saat berbalik bergerak beberapa langkah terdengar bunyi telepon kembali.
__ADS_1
“Halo, siapa?” ucap Ani sedikit kesal.
Suara aneh keluar dari dalam panggilan, bunyi tawa keras melengking memekik telinga. Dia mencampakkan telepon lalu berlari menuju kamar. Gangguan ghaib tanpa henti mengganggunya. Kasur bergerak sampai ke atas langit-langit kamar.
“Arghh!” teriak Ani ketakutan.
Mendengar jeritan Ani dari ruang pribadinya, Tolu menghentikan mantra mempercepat langkah mencari Ani.
“Kakak, apa yang terjadi?” tanya Tolu.
“Kasur ku terangkat sampai ke atas” ucap Ani bergerak menatap sekitar.
“Kak, bawa gunting ini kemana pun engkau pergi” ucap Tolu menyodorkan ke tangannya.
Gunting hitam kecil yang setiap malam di mandikan air mantra. Ani merasakan gunting itu terasa sedikit panas.
__ADS_1
“Terimakasih, aku akan menyimpannya” kata Ani.