Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Sengkedan misteri


__ADS_3

Gejala-gejala hal mistis seperti angin yang di tiup melalui udara, bagai penyakit yang tidak tampak dari luar pandangan mata dan munculnya makhluk halus mengganggu manusia. Acapkali hal itu terjadi dan tidak bisa di hindari oleh siapapun.


Gemetar tubuh begitu hebat, dia membuka mata secara tiba-tiba melihat Togar yang sedang mengusap telapak tangan kirinya berkali-kali. Tanpa di sadari, Togar mengusap sumber energi api itu dan berhasil membangunkannya. Melihat Tolu sudah membuka mata, Togar tersenyum memeluk dengan erat.


“Aku bahagia kau sadar kembali” bisik Togar.


“Sebentar, aku akan memanggil kak Ani dan membawakan mu segelas air” ucapnya lagi.


Melihat Togar meninggalkan kamar, Tolu mecoba untuk bangkit sendiri dan mencari jarum di dalam laci meja rias. Dia menusuk ujung jarinya lalu meneguk setetes darah sambil mengucap mantra. Dia paham ilmu yang di miliki masih terlalu dangkal sehingga terlalu lemah mendapatkan serangan dari berbagai arah.


“Tolu, syukur lah kau sudah bangun, ini bubur hangat harus di habiskan. Kakak akan menyuapi mu” ucap Ani.


“Terimakasih kak” jawab Tolu.


“Kak, biar aku saja yang menyuapinya” Togar mengambil mangkuk dari tangan Ani.


Beberapa saat kemudian, dokter pun tiba dan memeriksa Tolu. Dokter yang biasa menjadi dokter keluarga pak Bram itu, kini menjadi dokter langganan tetap di keluarganya. Dokter Frans memberikan suntikan penambah darah. Dia juga memberikan resep obat dan vitamin dengan berpesan agar Tolu harus bedrest selama satu minggu di kamarnya.


“Terimakasih dok” ucap Togar mengantar kepergiannya menuju luar rumah.


“Sama-sama pak. Saya juga ingin mengucapkan selamat atas pernikahan bapak” ujar dokter Frans sambil berjabat tangan.


...----------------...


Biasanya setelah menikah, mereka melakukan bulan madu atau perjalanan bersama ke suatu tempat yang indah. Sebelumnya mereka harus mengunjungi rumah keluarga tertua sebagai tanda hormat dan ikatan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Tidak dengan Tolu dan Togar yang terkena musibah dan rasa khawatir yang berkepanjangan. Tolu enggan di ganggu di kamar rahasia, dia naik ke lantai atas tanpa persetujuan Togar maupun Ani.


Ketika Togar ingin menyusul, Ani menghentikan langkah kakinya itu saat menapak di anak tangga pertama. Ani tidak ingin adik iparnya itu mengalami penampakan ghaib atas sosok makhluk yang mengganggu.

__ADS_1


“Togar, jangan ganggu Tolu dan biarkan dia sendiri sampai dia keluar tanpa di minta” ucap Ani.


“Tapi kak, dia sedang masa penyembuhan dan harus minum obat tepat waktu” jawab Togar.


“Ya, tapi dia adalah wanita yang berbeda.”


Togar ingat hal pertama yang pernah Tolu syaratkan atas pernikahan mereka. Kata untuk tidak ingin tau segala hal yang dia lakukan. Sepanjang hari, Togar menunggu Tolu di bawah anak tangga. Masa cuti kerja untuk menikmati bulan madu di habiskan hanya untuk menunggu Tolu menemuinya lagi. Kini total sudah empat belas hari, namun pintu kamar itu masih tertutup juga.


“Kakak, kali ini kau jangan menghalangi ku. Bisa saja Tolu pingsan karena tidak makan dan minum di dalam sana” ucap Togar.


Saat dia menyentuh tangan tangga, Tolu pun turun bersama langkah kaki yang sempoyongan. Togar menangkap tubuhnya lalu membantunya duduk di sofa. Aroma tubuh sangat anyir bercampur aroma lain yang menyengat.


“Togar, ambilkan aku air putih dan nasi tanpa lauk” ucap Tolu.


Tolu berhasil menetralisir dan mengeluarkan racun ghaib di tubuhnya, Dia memperdalam ilmu putih di dalam kamar rahasia itu bersama rapalan dan tasbih hitam yang tergantung di sudut ruangan. Nasi dan air putih sebagai wujud kekuatan spiritual yang dia dapat dari ilmu kejawen yang memperlihatkan sosok pria tua berpakaian putih.


...🌿🌿🌿...


Di dalam hidup, kita lah yang memilih jalan mana yang harus di tempuh untuk mencapai kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat. Bisa jadi kita mendapatkan kedua kebahagiaan itu walau banyak rintangan dan musibah yang datang silih berganti. Tapi, kebanyakan orang memilih jalan lain secara instan untuk mendapatkan kesenangan yang hanya di dunia tanpa memikirkan riwayat kepergiaan dan cara kematian yang mengenaskan.


Kampung akhirat hanya di penuhi oleh orang-orang yang beriman dan selalu menjalankan segala perintah yang Maha kuasa juga menjauhi semua larangannya.


Togar menerka-nerka hal apa yang telah di lakukan istri yang begitu misterius dan mempunyai rahasia tanpa dia ketahui.


“Tolu, aku adalah suami mu. Aku adalah sebagian hidup mu dan aku pun adalah seutuhnya milik ku. AKu ingin tau apapun tentang mu sayang” ucap Togar.


Setelah selesai makan, Tolu hanya meletakkan gelas dan piring kosong di tangan Togar dan pergi ke kamar. Togar mengikuti, dia mengalihkan pembicaraan sambil menggenggam tangannya.

__ADS_1


“Masa cuti ku hampir habis, besok aku akan membawa mu ke rumah opung yang berada di kota seberang” kata Togar.


Seperti biasa, malam yang terlewati di atas ranjang berdua hanya di beri pembatas bantal guling dan Tolu memalingkan wajah darinya. Karena rasa kantuk yang berlebihan di tengah semalaman membaca mantra. Tolu tertidur begitu pulas sampai dia tidak sadar bahwa Togar sedang memeluknya begitu erat. Manik mata menangkap bayangan sinar mentari yang masuk dari celah jendela dan ventilasi udara. Perlahan Tolu memindahkan tangan dan bergeser dari tubuh lelaki yang berotot itu menuju ruang rahasia. Tidak pandang hari dan waktu, dia tetap berjaga dan menghalangi semua serangan kiriman sihir para dukun dan orang-orang yang tidak menyukainya. Dia harus lebih terjaga ketika terakhir mengobati ibu Diah dan Semi.


“Mbok, apakah mbok melihat nyonya Tolu?” tanya Togar yang sudah bersiap di ruang makan.


“Nona besar masih di kamar atas tuan, mungkin sebentar lagi turun” jawab si mbok.


“Togar, apa rencana kalian hari ini?” tanya Ani.


“Aku akan mengajak Tolu ke kota seberang tempat ayahnya ayah kak, apakah kakak mau ikut dengan kami?”


“Tidak, kakak hanya berpesan agar selalu berhati-hati dalam berkendara” jawab Ani.


Dia menuangkan air di dalam gelas lalu meletakkan di letakkan di bagian Tolu dan Togar. Melihat Tolu menghampiri meja makan, Togar pun menyodorkan sarapan dan duduk sedikit mendekatinya.


“Kak, aku akan pergi hari ini. Kakak harus menutup pintu dan jendela sebelum cahaya senja yang kemerah-merahan tiba” pesan Tolu.


Ani hanya mengangguk, dia enggan berkomentar tentang hal mistis atau membuat suasana menjadi tegang. Kini dia harus lebih bersabar untuk menjaga dan tetap memastikan Tolu baik-baik saja. Selesai sarapan, Ani mengantarkan mereka sampai di depan pintu. Pak Midi di minta untuk pulang sementara mereka menaiki kendaraan mobil yang berada di parkiran rumah Tolu.



🌿Selamat hari raya idul adha bagi yang menjalankan, semoga berkah dan menjadi tabungan di hari akhirat.


🌿Jangan lupa dukung author dengan menekan favorit ♥ rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐ vote, gift, like sebanyak-banyaknya dan komen ya syukron. Terimakasih banyak🙏


🌿Salam penulis

__ADS_1


__ADS_2