Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Relungan waktu


__ADS_3

Terbitnya fajar di hari ini mengisahkan bekas jejak ilmu hitam pada daun yang kering berguguran di sela atas rumah. Dukun Siria berilmu tinggi tidak berhenti melepaskan mereka. Dia tetap menunggu kesempatan untuk membunuh. Tolu merasa bahwa ilmu ganas itu sulit di lepaskan, setelah Togar pergi ke kantor begitupun Ani yang mengatakan dirinya sudah membaik dan bergegas pergi pula maka dia bersiap untuk menuju hutan.


“Mbok, jaga rumah sampai aku kembali. Jangan buka pintu untuk siapapun tamu hari ini. Jangan buka tirai dan tetap nyalakan lilin dan lampu. Tutup jendela dan kunci pintu sampai suara ku memanggil nama mu” perintah Tolu.


“Baik non, si mbok akan mengingatnya.”


Membawa peralatan nginang dan beberapa kebutuhan ritual, hutan itu bagai rumah keduanya setelah dia mendapatkan ilmu. Berjalan sendiri memakai baju hitam, hari ini dia tidak memakai tusuk konde pemberian Togar. Tepatnya saat sampai di gua, dia membakar api menuju ke sebuah batu memanggil sosok penghuni raja siluman.


“Tolu, Tolu!” gema suara sosok pria hitam.


“Aku meminta kekuatan untuk melawan arwah dukun Siria” ucap Tolu membolang mata melotot.


“Hahaha..” tawa sosok penghuni ghaib.


“Cepat bantu aku. Bukan kah kita sudah bertransaksi sejak lama?” kata Tolu tidak.


Dia sudah tidak sabar menunggu jawaban si penghuni tempat itu, Tolu membakar kemenyan lalu mencampakkan air yang sudah dia beri mantra di dalam botol.

__ADS_1


“Kenapa kau menjadi tidak sabaran? Dukun itu mempunyai ilmu yang sama sepeti mu. Semasa hidupnya adalah penjaga perbatasan kampung ini. Dia juga meminta pada ku. Hahahah!”


“Tapi aku menggunakan ilmu ini bukan untuk melukai orang yang tidak bersalah” balas Tolu.


“Apapun bentuk yang di gunakan itu tergantung sesuai kehendak masing-masing. Aku tidak memperdulikannya, sekarang beri aku kepala kerbau maka aku akan memisahkan kau dengan arwah yang Siria. Tepat di malam jum'at kliwon, kau juga harus berpuasa selama empat puluh hari.”


Penampakan itupun menghilang, Tolu mengerutkan dahi berjalan pergi meninggalkan gua. Berpuasa selama itu bagai membunuh dirinya karena batas ketahanan puasa mutih hanya berlangsung senin dan kamis. Jika dia menjalani puasa lain terhitung sepuluh hari setiap bulan. Dia tidak mau mati secara sia-sia karena kelelahan atau sakit. Sepanjang perjalanan pulang dengan berjalan kaki, dia memikirkan cara agar tubuhnya tahan dan mampu melewati masa ujian ilmu hitam demi melawan arwah dukun Siria.


...----------------...


Mengetuk pintu dan jendela tanpa henti.


Kaki-kaki raksasa berjalan kemudian berlari di atas genteng. Si mbok terkejut sampai menjatuhkan piring dari tangannya. Dia sangat ketakutan, melafazkan surah pendek sambil berzikir semakin membuat gangguan itu menjadi brutal.


“Arghh!” teriak si mbok.


Tirai bergeser sendiri tanpa ada angin yang menggerakkan, dari luar terlihat wujud mengerikan. Wanita itu sudah terlalu tua untuk berlari, karena tidak seimbang membawa tubuh dia terjatuh dari tangga hingga tidak sadarkan diri. Sesampai di rumah, Tolu berkali-kali memanggil dan mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban apapun. Dia memutuskan naik ke salah satu pohon dekat atap rumah untuk masuk dari jendela yang terlihat terbuka.

__ADS_1


“Mbok! Bangun mbok!” Tolu mengguncangkan tubuhnya.


Tolu terlambat pulang kembali, alangkah marahnya dia melihat keadaan pekerjanya itu menjadi bulan-bulanan si arwah sang dukun Siria. Dia mencari kotak P3k, memberikan minyak angin dan mengobati luka pada pelipis si mbok. Beberapa menit kemudian wanita itu membuka mata melanjutkan jeritannya.


“Arggh! Hantu! Non ada hantu di jendela!” teriak si mbok.


“Disini tidak ada apa-apa mbok. Ayo hari ini biar aku saja yang menjaga rumah. Si mbok istirahat saja di sampai pulih” ucap Tolu.


Si mbok menekan kepalanya yang sakit, dalam benak begitu senang mendapatkan majikan yang baik walau dia harus melawan rasa takut setiap hari karena mendapatkan teror dari makhluk halus.


“Terimakasih banyak non” ucapnya pelan lalu menunduk.


......................


...🌿🌿🌿...


Jangan lupa tekan rate bintang lima, favorit, like sebanyak-banyaknya dan dukungan penyemangat author untuk tetap update ya. Terimakasih, salam persahabatan selalu. Untuk keluarga besar ku Arsgaf, I miss you~

__ADS_1


__ADS_2