Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Mangsa


__ADS_3

Note: Tragedi pemindahan up akibat bertemu dengan arwah opung Tolu. Salam manis untuk author, semoga pembaca tetap sehat-sehat dimana pun semuanya berada. Jangan lupa dukungan rate bintang lima, favorit, setangkai bunga mawar, vote, like dan komentar. Terimakasih banyak, salam persahabatan selalu.


...----------------...


...🔥🔥🔥...


Kali ini Togar melajukan kendaraan menuju salah satu Mall pusat perbelanjaan di tengah kota. Tolu mencengkram tangannya lalu melotot. Pria itu belum menanyakan persetujuan kepada dirinya. Cengkraman yang kuat itu tidak menggoyahkan pertahanan Togar. Laju kendaraan yang tetap stabil walau sesekali dia meringis kesakitan.


“Bawa aku pulang” ucap Tolu.


“Sayang, kau harus menghirup udara dan menyelenggarakan pikiran. Lihatlah, baju istri ku itu-itu saja. Bagaimana orang bisa mengatakan kau akan bahagia bersama ku jika kebutuhan sandang mu saja tidak terpenuhi. Mohon kali ini saja jangan tolak aku” ucap Togar.


“Hanya sebentar” jawab Tolu melengos.

__ADS_1


Mereka memarkirkan mobil di bagian atas parkiran. Saat Togar akan membuka pintu, Tolu melihat rambut yang menjuntai mengikat lehernya. Togar tidak melihat makhluk itu, namun dia menekan bagian leher dnegan ekspresi kesakitan.


“Tolu, sebentar ya. Aku merasa tercekik!” ucap Togar.


Tolu mengeluarkan cakaran kuku setan yang hanya bis adi lihat dengan pandangan ghaib, dia mencabik-cabik lidah hantu yang mengganggu Togar. Namun ketika tanpa sengaja tubuh Tolu mengenai cincin yang terpasang di jari Togar, kulit tangannya sedikit melempuh dan mengeluarkan asap. Dia langsung menyembunyikan tangannya lalu mengucap mantra untuk mengusir makhluk tersebut.


“Apakah kau masih merasa sakit?” tanya Tolu.


“Tidak, terimakasih sayang” ucap Togar bergerak membukakan pintu untuknya.


“Jika aku tidak memiliki ilmu sama sekali, apakah aku bisa menjamin keselamatan mereka semua dari segala serangan makhluk halus di dunia ini?” gumam Tolu.


Dia menelaah pada kejadian beberapa warga yang berobat dengannya ketika di ganggu oleh makhluk tak kasat mata. Togar menarik tangan Tolu menuju toko baju, dia meraih beberapa gaun dan rok songket tenun bersulam benang keemasan. Ketika Togar masih sibuk memilih bagian atasan untuk Tolu, wanita itu melirik ke sosok makhluk yang berdiri di depan toko. Wujud vampir itu melotot membalas tatapannya.

__ADS_1


“Ternyata usaha mereka di jaga dan memakai penglaris, kebanyakan manusia tidak bersyukur dan mengupayakan dengan cara depan. Lihatlah akibat makhluk itu, orang-orang yang melewatinya membuat kesempatan untuk dia hidup hawa murni mereka!” gumam Tolu.


“Permisi mbak, cari pakaian atau gaun model apa?” tanya penjual Toko.


“Saya masih melihat-lihat” ucap Tolu.


Dia meraih sebuah gaun kuning dan meletakkan di depan tubuh Tolu. “Wah, kelihatannya gaun ini sangat cocok untuk tubuh anda yang berkulit sawo matang mbak” ucapnya.


“Sayang, gaun itu terlihat sangat cocok dengan mu” ucap Togar.


Dia menggiring Tolu memasuki ruang ganti dan meletakkan tumpukan baju di atasnya.


“Keluar!” ucap Tolu menutup tirai.

__ADS_1


Togar hanya membalas lambaian senyuman dan duduk manis tepat di depan ruang ganti itu.


__ADS_2