
Sesampai di rumah, Semi langsung melaksanakan semua perintah dari Tolu. Tanpa satupun yang terlewati dia mengambil semua isi pakaian ibunya di dalam lemari. Pertama-tama dia memastikan bahwa ibunya berapa di atas kasur dengan nyaman di jaga oleh seorang pekerja rumah.
“Bi Mina jangan lupa hari ini kamu tetap menjaga ibu tanpa lengah sedikitpun. Tolong ganti baju ibu dengan pakaian ini ya bi” ucap Semi.
“Ya den" jawabnya sambil menyisir rambut wanita yang terlihat menyedihkan itu.
Semi membakar semua baju ibunya, sesekali muncul bayangan kuntilanak dengan suara cekikikan terbang hampir mencekiknya. Dia membakar pakaian di dekat sungai yang letaknya di belakang rumah rumah mereka. Sosok menyeramkan itu menampakkan wujud sangat menyeramkan.
“Akan ku bunuh kalian! Hihih!” sosok itu pun menghilang.
Di dalam kamar, bu Diah sudah kejang-kejang. Mulutnya berbisa, bola mata berputar dan tubuh bergerak kaku berdiri berjalan keluar dari kamar.
“Nyonya mau kemana?” tanya bi Mina.
__ADS_1
“Arghh!”
Semi berlari mendengar suara jeritan bi Minah, dia terkejut melihat ibunya merayap di dinding dengan tatapan penuh pupil mengecil. Dia mengeluarkan lendir, jejak kaki di dinding menetes beraroma anyir. Bi Mina menahan rasa mual, dia sangat ketakutan melihat pemandangan kesurupan. Bu Diah di tarik dan di banting ke dinding hingga tidak sadarkan diri. Semi menahan gerakan, sang ibu yang sudah di rasuki sosok kuntilanak itu menggigit tangan Semi hingga dia terpaksa melepaskannya.
“Bu!” Semi berlari mengejar bu Diah ke arah sungai.
“Bu!”
Semi tidak menemukan ibunya, dia sangat panik mengingat bi Mina yang terluka. Semi membawa bu Diah ke rumah sakit, lalu dia mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi ke rumah Tolu. Di kediaman rumah Tolu, dia dan Ani sedang makan malam bersama. Menu hidangan yang kari kambing, rebusan sayur dan sambal andaliman kesukaan Tolu tetap tersedia. Sambal yang khas yang selalu mengingatkan nuansa kebersamaan bersama ibu dan ayahnya. Makan mereka terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras.
Tolu langsung meninggalkan meja makan, dia menemui Semi yang tampak sangat berantakan di depan rumah. Bajunya terlihat sangat kotor, dia berlutut di depannya lalu memohon agar Tolu mau ikut ke rumahnya.
“Tolong lah Tolu, bantulah aku menyembuhkan ibu ku. Aku tau kalau engkau adalah seorang dukun sakti di kampung ini” ucap Semi.
__ADS_1
“Apa? Aku sebagai kakaknya tidak akan mengijinkan adik ku yang sedang masa pingitan menjelang hari pernikahannya harus bepergian jauh. Aku tidak mau dia mendapatkan musibah atau sengokolo jahat!” tegas Ani.
“Kakak, ijinkan aku pergi” ucap Tolu.
Di dalam tujuan hidupnya kini tidak lain adalah berusaha untuk menyelamatkan orang walau nasib buruk akan menimpanya karena hari sakral itu hampir tiba. Tolu memeluk Ani, dia mengusap punggung sang kakak lalu menghembuskan mantra ghaib ke tubuhnya.
“Kakak, aku akan memagari mu lebih ketat selagi aku pergi” gumam Tolu.
Melihat Tolu telah pergi bersama Semi, Ani pun bergegas mencari telepon genggam untuk memberitahu kepada Togar.
...----------------...
NOTE:
__ADS_1
Sengkolo adalah energi negatif yang masuk dari suatu tempat atau hembusan angin wujud negatif yang bersifat ghaib dan mendatangkan kesialan-kesialan dalam hidup.