Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Mengunci Kuntilanak


__ADS_3

Dia tidak bisa menolak perintah Tolu, di benaknya kini adalah tetap hidup dan di samping sisa keluarga yang dia miliki. Rasa darah beraroma anyir itu membuat isi lambungnya ingin memuntahkan semuanya.


Saat Ani sudah tidak kuat menahan rasa mual itu, Tolu menepuk perutnya sebanyak tiga kali kemudian mengucapkan mantra. Sedetik pula perut Ani bisa menerima semua darah yang di minumnya.


“Tolu, jadi ini darah siapa ini?” tanya Ani selesai meneguknya.


“Ini bukan darah manusia kak. Kau sangat meragukan ku” jawab Tolu memberikannya Tisu.


“Lalu ini darah siapa? Aku harus mengetahuinya. Oh iya, kau harus segera membersihkan darah yang menempel di tangan mu itu lalu menemui tamu yang kerasukan di depan rumah” ucap Ani.


“Kakak, ini adalah darah ayah hitam. Baiklah aku akan segera menemuinya.”


Ayam cemani atau ayam yang sekujur badannya berwarna hitam di lakukan oleh para pengguna ilmu ghaib dalam melakukan persemedian, ritual ataupun sarana mistis lainnya. Orang-orang yang sudah terjebak dengan darah ganas itu mendapatkan segala bentuk keinginan yang bersifat ghaib. Kadang bagi yang sudah merasakannya menjadi sosok yang berbeda dan di isi oleh makhluk ghaib. Ada pula mengalami kebiasaan baru dalam mengkonsumsi daging setengah mentah secara berlebihan.

__ADS_1


“Aku tidak tau efek apa yang akan di rasakan kakakku setelah meminumnya, tapi aku sudah lega karena dia terlepas dari gangguan ghaib dan para makhluk itu menjadi bersifat menjaganya” gumam Tolu.


Melihat Tolu telah hadir, Semi bersalaman dengannya dan mengusap dadanya berkali-kali.


“Tolu, aku tau sejak pertama kal bertemu dengan mu pasti ada hal yang baik bisa membantu masalah ku” ucap Semi.


“Jangan berkata seperti itu bang. Jelas-jelas aku belum membantu mu. Lantas ada masalah apa? Apakah ini ibu yang kau bicarakan semalam?” ucap Tolu.


“Tolu, lihatlah ibu ku. Tolong bantu dia, bagaimana cara menghilangkan makhluk yang berada di sekitar kami?”


Bu Diah mengerang menoleh ke samping Tolu, wujud raja jin dan siluman yang berada di kaki gunung itu tampak mengeluarkan bala tentara setan untuk menariknya dari tubuh bu Diah.


“Pergi sebelum mereka menghabisi mu” bisik Tolu.

__ADS_1


“Argh! Arghh sakit! Semi tolong ibu nak. Dia mau membunuh ibu!” teriak bu Diah.


Semi sangat panik, dia menghentikan tangan Tolu lalu memohon agar dia melepaskan ibunya.


“Tolu lepaskan, jangan sakiti ibu ku” ucap Semi.


"Sem, kau jangan terkecoh dengan pandangan mata iblis! " nada Tolu meninggi sambil melotot.


“Sosok lain yang berada di dalam tubuh ibu mu harus di keluarkan. Jangan terpancing dengan semua perkataan mereka" tambahnya.


"Tapi, ibu ku terlihat sangat kesakitan. Hentikan Tolu, aku tidak sanggup melihat Ibu ku menderita" kata Semi memohon.


Tolu menghempaskan pria itu, kemudian tubuh bu Diah yang melayang di tangkap oleh Tolu. Dia memanggil pak Nanang untuk mengikat wanita itu di kursi roda. Air mata darah membanjiri wajahnya, bu Diah tertawa terbahak-bahak sambil kembali menangis. Sosok kuntilanak yang berada di dalam tubuhnya sangat kuat dan enggan keluar meski harus di bakar. Dia adalah penghuni sungai Mahakam yang melegenda dengan penampakan dan keganasannya.

__ADS_1


“Akan aku pastikan akan membunuh satu keluarga ini! Arghh!” jeritnya.


__ADS_2