Arwah Opung Tolu

Arwah Opung Tolu
Tentang 1 suro


__ADS_3

“Siapa yang menelpon?” tanya Tolu.


“Anggota kepolisan, mereka mengatakan bahwa tidak ada bus berisi mayat yang aku temukan kemarin” jawabnya memasang wajah ketakutan.


Tangannya bergetar, keringat dingin menoleh ke sekitar. Nada bergetar menggenggam tangan istrinya, menceritakan semua alur kejadian yang dia alami. Perlahan Tolu menyalurkan mantra, ibarat kata dalam kur semangat yaitu membalikkan semangat yang telah pergi. Tolu menarik telinga Togar sebanyak tiga kali lalu meminta dia menarik nafas dalam-dalam.


Mantra penguat sudah melingkar secara mata ghaib di tubuhnya, Tolu berjalan beriringan masuk ke dalam bus ghaib tersebut. Mereka membuka salah satu pintu bus, Tolu meminta Togar mengeluarkan mayat di dalamnya. Tapi keanehan terjadi, mayat-mayat itu membuka mata mengeluarkan gigi dan kuku taring. Saat masuk ke dalam bus, langit dari luar terlihat berwarna merah kehitaman tanpa ada cahaya matahari. Togar kesulitan meletakkan mayat lainnya di bangku bus, salah satu mayat hidup mencekik hingga dia hampir tidak bisa bernafas.


Tolu memukul punggung masing-masing mayar hidup dengan tangan kanannya yang mengeluarkan kekuatan ghaib. Para mayat itu kembali ke posisi semula, mata mereka masih menyala terbuka sedangkan mayat lain yang sudah tanpa organ tubuh hanya berdiri kaku berjejer menghadap mereka.


“Togar, cepat tinggalkan aku sendiri” ucap Tolu.


“Tidak, aku tidak mau meninggalkan istri ku disini. Apapun yang terjadi aku akan selalu di samping mu” ucap Togar.


“Aku akan berubah wujud sementara, bukan sosok Tolu istri mu. Mayat di dalam bus ini adalah mayat manusia yang terdampar di bus hantu alam lain. Aku sudah menjelaskan pada mu apa adanya” ucap Tolu.


“Ya, tapi berjanjilah akan keluar dengan selamat. Aku akan menunggu mu di luar” ucap Togar.


Tolu mengunci rapat semua pintu dan jendela bu. Dia berubah menjadi sosok mengerikan, tubuhnya sudah di isi siluman ghaib, di samping kanan dan kiri banyak penjaga berbagai makhluk. Sebagian mayat hidup bergerak menyerang, dalam satu tarikan tangan, kepala mereka patah dan terduduk kembali di bangku bus. Setelah menundukkan seluruh mayat yang sudah di rasuki arwah penasaran sebagai sarang tempat tinggal mereka, Tolu memilih salah satu mayat untuk di kosongkan seluruh isi makhluk di tubuhnya.

__ADS_1


Masalah Tolu untuk memberikan persyaratan yang di minta oleh raja siluman agar bisa menolong Togar di hari itu akhirnya mendapatkan titik terang. Tolu memilih seorang mayat laki-laki yang mempunyai peninggalan kodam untuk di persembahkan. Mayat yang sudah terpisah dari anggota tubuhnya itu menyatu kembali, dia mengikuti langkah Tolu dari belakang. Pintu bisa terbuka, Togar terkejut melihat penampakan yang ada di belakang istrinya.


“Sayang, ada mayat hidup di belakang mu” ucap Togar ketakutan.


“Ya, dia akan ikut dengan kita” ucap Tolu.


Langit berubah berwarna jingga menandakan sinar matahari terbenam di ufuk barat. Bus hantu tetap berada di daerah itu, mayat-mayat yang di dalamnya tidak bisa di keluarkan karena sudah di penuhi ribuan makhluk ghaib bergentayangan pada setiap tubuh.Tolu bisa saja membebaskan jasad mereka tapi harus melalui resiko tinggi di tambah berperang melewati dunia lain.


“Waktu ku tidak banyak, maaf aku harus meninggalkan kalian” gumam Tolu menoleh lalu meninggalkan tempat itu.


Hati kacau, tubuh bergetar menggunakan stir dan bau bangkai menusuk rongga hidung. Pengharum mobil sudah di tambah namun bau mayat yang duduk tepat di belakangnya begitu menusuk terkena angin.


“Sayang, apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa mayat terduduk bersama kita menuju hutan?” tanya Togar.


“Aku akan memberikan persyaratan setelah kau selamat dari penunggu lain yang brutal itu. Aku juga harus menambah ilmu untuk lebih kuat agar bisa melindungi mu dan kak Ani” ucap Tolu.


Togar hanya terdiam mendengarkan ucapan istrinya. Dalam hati, dia ingin mengatakan bahwa sebaik-baiknya tempat berlindung adalah kepada Tuhan Yang Maha Esa, sang pencipta seluruh alam dan isinya. Dia bagai memakan buah simalakama, cintanya yang begitu besar dan pilihan memilih pendamping hidup mengharuskan dia tidak bisa melarang wanita yang sudah mendarah daging menguasai ilmu hitam.


“Aku adalah manusia yang kafir, semoga Allah mengampuni dosa-dosa ku” gumam Togar.

__ADS_1


Akhir-akhir ini dia lebih sering bermimpi buruk, sering kali gangguan dan hal aneh seolah dia lalui di dalam alam mimpi dan nyata. Kadang dia merasa istrinya itu adalah wanita yang berbeda, sering kali Togar melihat keanehan sikap dan kebiasaan Tolu yang berubah-ubah. Sesampainya di hutan, Togar langsung keluar dari mobilnya mengeluarkan muntahan sampai isi perutnya terkuras. Setengah mati dia tidak tahan menahan rasa bau mayat tersebut.


“sudah selesai?” tanya Tolu.


“Sudah sayang,” balasnya pelan.


Suara retakan tulang terdengar, mayat berjalan berhenti seperti patung. Tolu mengangkat tangan ke atas, gerakan menggenggam memutar menunjuk ke arah salah satu pohon besar. Mayat hidup mengikuti instruksi gerakan tangannya. Dia berjalan ke arah balik pohon yang di tuju seakan sedang bersembunyi di baliknya.


Dari kejauhan suara mesin gerobak beriringan mendekati hutan. Sembilan ekor kerbau yang di pesan di turunkan satu-persatu. Semula pemberhentian awal adalah rumah mereka tapi mereka mendapat pemberitahuan dari mbok Heni untuk mengirim ke hutan setelah mendapatkan isi pesan dari Tolu.


“Permisi pak, ini kerbau yang anda pesan” ucap salah satu supir.


“Terimakasih pak.”


Tiga gerobak meninggalkan hutan, Tolu meminta Togar menggiring kerbau masuk ke dalam hutan sementara dia menggerakkan mayat hidup dari belakang untuk berjalan sesuai perintahnya. Hutan belantara di penuhi lumut dan tumbuhan liar, Togar kesulitan mengarahkan kerbau ketika berada di anatar jurang yang dalam.


Tolu menarik ujung tali, membantu dua kerbau yang hampir terjatuh ke dalam jurang. Wanita itu di bantu dengan kekuatan ghaib, kerbau semula tampak liar menjadi tenang hingga mudah sampai ke kaki bukit. Di depan pintu gua, akar liar dan asap hitam menggulung terbuka memberi jalan untuk mereka. Togar di minta untuk menutup mata, Tolu yang sudah berpikir suaminya yang penurut itu mematuhi perkataannya. Dia menerima keris dari raja siluman, mata memperlihatkan mata setan.


Dia berubah menjadi sosok mengerikan, secara sadis memenggal seekor kerbau dengan sekali tebasan. Togar bergetar saat mata menyipit melihat hal yang di lakukan istrinya. Darahnya berdesir tidak kuat menyaksikan wanitanya bagai pembunuh berdarah dingin. Satu ekor kerbau, dua sampai Sembilan kepala kerbau berjatuhan. Darah tumpah membentuk kolam berdarah di sekitar mulut gua. Hal tersadis dan mengerikan adalah memenggal kepala mayat hidup yang mereka bawa. Suara jatuh kepala manusia nyaris menimbulkan rasa keluh dan mati rasa dengkul Togar tidak sanggup menopang tubuhnya.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya di lakukan oleh istri ku?” gumam Togar menjatuhkan tubuh hingga tidak sadarkan diri.


__ADS_2