
Risih sebenarnya diciumi secara posesif oleh suaminya di depan Devan. Tapi Sania tak boleh menolak apalagi melarang.
Biarkan saja sesuka hati suaminya, karena sepertinya Rangga memang sengaja melakukan itu. Membuat Devan cemburu dengan keromantisan mereka.
"Kak" Reno keluar dari toilet.
Seketika Rangga menoleh kebelakang.
"Apa kamu sengaja membiarkan orang lain mendekati kakak iparmu ?" Ucap Rangga ketus.
"Maaf kak".
.........
Di Kantor polisi.
"Ya Tuhan... Apa salah anakku padamu pak Tono ?" Bentak ibu Sania.
Tidak menyangka tetangganya ini tega ingin mencelakai Sania.
Pria bertubuh gempal itu menunduk lesu, sudah gagal, di pecat bosnya sekarang malah ketahuan pula. Ini resikonya bekerja karena ter imingi oleh uang banyak. Dia sudah tau target korbannya adalah Sania, tetangganya sendiri tapi tetap saja dia lakukan.
"Saya nggak sangka kamu dendam pada kami karena Lina menolak lamaranmu". Ucap pak Hendra bersedekap dada, berdiri di samping pak Tono.
__ADS_1
"Maaf, saya cuma disuruh".
"Siapa yang menyuruhmu ?" Kini giliran Adam bertanya. Devan telah mewanti-wanti untuk mengusut tuntas masalah ini. Sengaja atau tidak pelaku harus bertanggung jawab atas musibah yang menimpa Sania.
Menutupi juga percuma, toh dia sudah terancam dipecat saat aksinya gagal. Itu ancaman Kelvin terhadapnya sebelum dia melakukan penabrakan ini.
"Bos Kelvin kontraktor surabaya".
Adam menggertak gigi geram, dia mengenal Kelvin. Orang itu selalu ada di deretan utama yang membuat divisi pemasaran selalu capai target penjualan.
Sebab Kelvin acap kali melakukan pemesanan skala besar terhadap mobil produksi terbaru dari perusahaan milik Devan yang memang diminati sejuta umat di negara ini.
Tapi kali ini siapa yang bersalah dia yang harus bertanggung jawab.
Tau akan hal ini pun, Devan juga pasti akan membuat perhitungan dengan Kelvin.
..........
Sementara kasus penabrakan Sania ditangani pihak kepolisian, mengenai pasal dan hukuman apa untuk pelaku juga dalang dari tindak kejahatan ini.
Devan yang tadinya berniat cuti kerja pun mendadak ingin cepat segera sampai kantor.
Malas juga rasanya untuk berlama-lama jadi autan.
__ADS_1
Pandai sekali Rangga menyembunyikan rasa cemburu posesifnya pada sang istri.
Hingga Sania menganggap Rangga memang suami pengertian dan tidak menuduh istri sembarangan.
Sampai disitu saja Devan paham, perbedaan sikap perhatian antara dirinya dan Rangga terhadap Sania. Bahkan saat Devan pamitan pun, Rangga sempat mengucapkan terima kasih banyak karena Devan telah menolong istrinya dan menjaga Sania untuk dirinya.
Makin dongkol saja Devan mendengarnya, senyuman meremehkan kekalahannya telak terlihat dari bagaimana Rangga menyeringai. Seolah mencibir Devan akan Sania yang telah ia miliki sekarang.
Devan memang berniat bolos kerja, untuk menemani Sania. Tidak tau kalau pada akhirnya suami dari sang mantan pulang. Niat hati ingin melihat mereka ribut karena salah paham. Rangga justru memperlihatkan pada Sania.
Betapa ia menjunjung kejujuran dan kepercayaan pada pasangan sangatlah penting, dengan tidak melabrak keduanya saat tertangkap basah tengah berduaan dan siap untuk suap-suapan.
Sesampainya di kantor Devan dikejutkan oleh laporan Adam yang mengatakan Kelvin lah dalang dari celakanya Sania.
Braak...
"Sialan dia. Batalkan saja kerjasamanya".
"Hhhh..." Adam sudah menduga. Setelah ini kerjaan dia akan bertambah, yaitu mencari kontraktor baru untuk kelanjutan pembangunan kantor cabang.
Baru hitungan hari saja Devan menjabat sebagai CEO , sudah banyak progres luar biasa yang mereka buat. Semakin terlihat potensi Devan sebagai pemimpin bukan seperti dulu yang terlihat hanya main main.
Serius, tekad Devan untuk membuat bangga mamanya saat sudah sadar nanti.
__ADS_1
Dia yakin kebahagiaan mamanya adalah sumber kemudahan hidupnya kelak.
Jangan lupakan, bahwa dia masih punya ambisi merebut Sania kembali.