
"Pak, mobil ambulance dari rumah sakit sudah datang mari saya antar" Rangga dengan perhatian memapah pak Hendra berjalan menuju ambulance, dia dan Sania siang ini akan memeriksakan kondisi kesehatan ayah Sania.
Rangga yang notabene nya adalah anak pemilik rumah sakit terkenal di jakarta dengan mudahnya mengerahkan semua koneksinya untuk masalah ini.
Mulai dari ambulance yang menjemput ke rumah. Pemeriksaan, pelayanan dan segala hal lainnya Sania terima beres.
"Mas... Terimakasih buat semuanya. Dari awal kenal aku selalu merepotkan kamu"
Senja telah tiba, setelah menemani ayah Sania seharian melakukan tes ini itu rasanya Rangga tak sanggup untuk melakukan perjalanan kembali pulang ke Jakarta.
Rangga melihat pada Sania "Adakah hotel didekat sini ?" Mereka sedang duduk bersandar mengistirahatkan badannya yang lelah di kursi kantin rumah sakit.
"Ada tapi lumayan jauh, hhmm.. ada juga motel yang dekat sini" jawab Sania yang juga masih bersandar sama dengan Rangga.
"Motel ? Apa itu ?"
__ADS_1
"Ya sejenis hotel, tempat penginapan tapi tidak ada fasilitas mewah, yang pasti lebih murah " jelas Sania.
"Untuk apa cari tempat penginapan, nak Rangga akan tidur di rumah kita" sahut ibu yang baru datang dengan sera membawa ice cream di kedua tangannya.
"Apa boleh bu? " Tanya Sania yang tidak tau kalau selepas mereka pergi dengan ambulance tadi, Sera terbangun lalu menangis histeris mencari om tampan yang menggendongnya hingga ia terlelap itu.
Ibu yang mendapati Sera menangis hingga sesegukan langsung gerak cepat, inisiatif lapor ketua RT memintakan izin Rangga agar boleh menginap di rumah mereka untuk menemani Sera .
"Boleh, ibu sudah izin RT" jawab ibu.
"Ini untuk om ! " Sera menyerahkan salah satu esnya kepada Rangga.
Baru kali ini sang nenek mengharu melihat kedekatan Sera dengan om tampan yang baru dikenalnya, selama ini lina adik tiri Sania ,mamah kandung Sera tidak pernah membawa pria pulang kerumah walau hanya untuk dikenalkan sebagai teman.
.........
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, ayah Sania duduk di teras bersama sang istri dan Sera yang sedang asik bermain. Setelah pemeriksaan kemarin kondisi pak Hendra sudah jauh lebih membaik.
"Mobil mewah siapa itu pak ?" Ucap Bu Astina terkejut melihat Fortuner putih belok masuk dan parkir dihalaman rumah mereka.
Pak Hendra ayah Sania ikut menoleh memperhatikan siapa yang turun "Sania kali Bu.. naik taxi online" .
Seorang lelaki tak kalah tampan dari Rangga turun dari mobil. "Assalamualaikum pak Bu..benar ini rumah Sania asfasyara " pria itu dengan sopan mendekati dan bertanya pada orang tua Sania.
"Iya benar, tapi Sanianya Masi di stasiun, belum pulang"
Belum sampai bertanya lebih lanjut tiba- tiba datang sebuah mobil taxi online yang ternyata adalah Sania.
"sunshine.."
Sania terpaku di tempat, tak menyangka Devan akan menyusulnya hingga ke sini. Tapi untuk apa dia kesini ? bukankah dia ada wanita lain disana.
__ADS_1
Bukan tanpa sebab Devan menyusul sampai di kampung Sania. sebenarnya yang dia cari adalah Rangga . Dia ingin membuktikan ucapan komandan yang mengatakan kalau Rangga membawa Sania pergi.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Sania yang masih belum beranjak dari posisinya berdiri.