
Gadis itu berlari secepat yang ia bisa sebelum kakaknya kembali menemuinya.
Ia yakin sudah terjadi sesuatu ketika kakaknya membawa dirinya kembali ke kamarnya lalu meninggalkannya.
Ia takut kalau orang yang dia cintainya disakiti oleh kakaknya. Walau Leon sudah berjanji untuk tidak melakukan itu, tapi bisa saja. Mengingat Leon sudah dendam, kepalang tanggung kalau rangga sudah masuk dalam perangkapnya tapi tidak sedikit pun dia melampiaskan amarahnya.
"Leon sudah janji" gumam Leona menuruni anak tangga. Dia masih memegang ucapan Leon, tapi dari cara Leon membawanya ke kamar dengan raut wajah marah tentu itu bukan suatu yang baik. Bisa saja dia lupa pada janjinya. Maka ia harus secepatnya menemui pujaan hatinya untuk memastikan dengan matanya sendiri bahwa Rangga tetap baik-baik saja.
Nampak sepi, tidak ada pengawal juga tidak ada suara ribut yang terdengar.
Kini gadis itu memperlambat jalannya, memastikan mungkin kakaknya sedang bernegosiasi atau membicarakan sesuatu didalam sana.
Sampailah Leona ditengah pintu yang memang terbuka dari tadi.
"Aaaaaaaaaa....." Teriak Leona, ia berlari masuk menghampiri Rangga yang sudah tergeletak tiarap di lantai dengan darah keluar dari mulutnya.
Ia guncang tubuh Rangga, tangisnya pecah mendapati wajah lebam pujaan hatinya.
"Kakaaaaaaakk..."Leona memeluk tubuh tak berdaya Rangga.
Seorang dokter pria tiba-tiba datang dan mengejutkan Leona ditengah tangisnya.
"Selamat malam nona Leona".
Leona seketika menoleh lalu berdiri "cepat periksa dia !".
__ADS_1
Dokter itu dengan sigap mengangkat tubuh Rangga ke tempat tidurnya di bantu oleh asisten juga pelayan Leona yang mengantarnya ke kamar ini.
Sementara Leona masih terisak menunggu dokter itu menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah tadi Leon menghajar Rangga hingga seperti ini, dia lalu menghubungi dokter pribadi kepercayaan keluarganya. Dan tak lama dokter itu pun tiba disaat bersamaan Leona menemukannya dalam keadaan tragis. Nampak dari kamar yang berantakan dan keadaan Rangga yang cukup parah menurutnya, sudah cukup dipastikan bahwa telah terjadi pertarungan antara kakak dengan pujaan hatinya.
"Aku benci kau Leon" ucapnya menatap nanar pada Rangga.
.........
Beberapa jam kemudian, derap langkah beberapa orang terdengar mendekat dan masuk kamar dimana ada Rangga yang terbaring masih belum sadar dan Leona yang sedang menungguinya, terus menggenggam tangan lemahnya.
Leon datang, Leona tau itu tanpa harus menengoknya.
"Nana... Kembalilah ke kamarmu, ini sudah menjelang pagi dan kau belum istirahat". Ucap Leon mengingatkan.
Terlihat begitu mencintai pria ini, begitulah Leon mengartikan perlakuan adiknya terhadap pria yang tadi siang dihajar olehnya itu.
"Hhmm.." Leon berdehem, barangkali tadi adiknya tidak dengar yang dia ucapkan karena tidak menjawabnya.
"Untuk apa kau kemari ? Apa kau mau jadi pecundang dengan menghabisi nyawa orang yang raganya sedang lemah ?" Kata Leona tanpa menoleh.
"Nana kembalilah ke kamarmu !".
"Ck.. apa kau lupa Leon ? Kamar ini juga kamarku". Kata Leona lagi mengingatkan kakaknya. Dia memang pernah menempati kamar mewah ini, hanya saja dia bosan karna posisi kamar ini ada di lantai bawah sedang kamar yang saat ini dia tempati bisa melihat pemandangan jauh keluar sebab posisinya di lantai atas.
__ADS_1
"Sedang ada tamu di kamar ini, jadi kembalilah ke kamarmu sendiri!"
Leona sontak berdiri, meletakkan tangan Rangga kembali dan berbalik arah menatap Leon.
Mata Leona menatap tajam Leon "Tamu katamu ? Apa kau memperlakukan dia layaknya tamu ? Kau bahkan lupa dengan janjimu untuk tidak menyakitinya. Tapi apa sekarang ? Kau tidak menganggap ku hahh ??".
"Aku hanya memberinya salam rindu".
"Membuatnya jadi samsak tinju mu, begitu ?".
Leon mengangkat kedua tangan "maaf" ucapnya.
Mendengar itu air mata Leona menetes, bagaimana pun kakaknya menemukan dia dalam keadaan didorong oleh Rangga, mungkin kakaknya marah. Seperti biasa, Leon tidak pernah bisa menerima siapapun menyakiti adiknya.
Leon mendekat dan memeluk sang adik. "Aku akan menahannya agar bisa bersamamu".
"Benarkah ?" Leona semakin terisak dalam dekapan Leon.
"Aku akan membujuknya". Kata Leon agar adiknya mau kembali ke kamarnya.
Leona mendongak mengurai pelukan Leon. "Tapi dia sudah menikah".
"Yang dia nikahi kekasih Devan, Devan tidak akan mungkin rela begitu saja".
"Apa maksudmu Devan akan merebutnya kembali ?".
__ADS_1
Leon menggedikkan bahunya. "Bisa saja, kita harus membantunya. Setelah mereka berpisah kau bisa memilikinya".