Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Pulang


__ADS_3

Pertemuan Richard dan Rangga yang tak terduga membawa kemudahan untuk kepulangan Rangga dan Clara ke indonesia.


Keberuntungan memang selalu menemani langkah baik suami jika doa istri selalu menyertai.


Pergi demi menggapai masa depan, pulang demi kembali pada orang tersayang.


Setelah menceritakan bagaimana kronologi Rangga yang selama ini berdiam di mansion Leon, tidak pernah mengikuti kegiatan di lab, berpisah dari team nya, lalu usaha kaburnya dari sana dan perjumpaannya dengan Clara, masih menjadi tanda tanya bagi Richard.


Sebab Rangga melewatkan salah satu bagian yaitu bahwa baik Rangga dan Leon adalah teman lama, juga adik kembarnya yang menjadi alasan untuk apa Rangga ditahan disana.


Selesai dengan penjelasan Rangga, Richard pun menceritakan tujuannya yang selain untuk mengambil obat untuk Bu Sandra yang sedang koma, dirinya juga diperintahkan secara langsung menyelidiki kabar para tenaga medis ahli yang dikirim dari janendra hospital ke laboraturium D.L Group .


"Tante Sandra koma sudah selama itu ?" Tanya Rangga terkejut dengan ucapan Richard yang mengatakan bahwa tantenya koma sudah lebih dari dua pekan.


Richard mengangguk "iya, tapi tenang sebentar lagi pasti sembuh, aku sudah mendapatkan obatnya.. ini ampuh, racikan langsung dari si dokter tangan dingin".

__ADS_1


"Siapa?" Rangga mengernyit.


"Steve" jawab Richard.


"Steve ??" Ulang Rangga.


"Iya, namanya dokter Steve. Semua obat racikannya hhmm ..mantul, segala keluhan hilang seketika. Bahkan dia menciptakan bius yang bisa menghilangkan ingatan seseorang".


"Benarkah ?".


Richard bangkit dari duduknya, hari sudah larut malam mereka harus beristirahat. Clara juga sudah terlebih dulu pamit tidur, di kamar tamu apartemen richard ini. Beberapa waktu lalu, tidur diatas delman membuat badannya sakit semua. Jadi setelah mendapatkan kasur nyaman dirinya langsung terbuai ke alam mimpi.


"Istirahat lah duluan kawan ! Aku masih ada sedikit pekerjaan." Ucap Richard seraya menepuk pundak Rangga.


Mereka akan pulang esok hari, dan ternyata Leon mempermudah semuanya. Clara juga Rangga masuk dalam daftar keberangkatan esok hari bersamaan dengan semua rekan tenaga medis mereka dari berbagai negara lainnya.

__ADS_1


Jalan negosiasi yang Leon lakukan terhadap Rangga sia-sia, dan berakhir kaburnya mereka dari mansionnya.


Tak apa mereka lepas kali ini, setidaknya ini tidak akan menyeret nama besar perusahaan Leon sebab mereka datang ke Jerman secara resmi karena undangan dari perusahaan, bukan masalah pribadi.


Leon tak ingin ada perkara somasi atas janendra yang kehilangan Rangga dan Clara, dua orang peserta yang mengikuti kegiatan penelitian di laboraturium miliknya.


Ditambah lagi, Rangga adalah putra pemilik rumah sakit tersebut, sudah dipastikan akan ada sanksi hukum juga kredibilitas perusahaan yang dipertanyakan apabila pihak Leon bermasalah mengenai tanggung jawabnya pada para peserta yang mengikuti kegiatan dibawah naungan perusahaannya itu.


Sebelum tidur Rangga tersenyum, sebentar lagi bertemu. Dia amat sangat merindukan Sania. Istri barunya yang belum sama sekali ia sentuh, mungkin ada canggung saat perjumpaan nanti.


Mengingat kala itu dia meninggalkan istrinya diam-diam, Rangga jadi ingin memberikan kejutan atas kepulangannya. Ini momen tepat karena akan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.


Dia akan menceritakan semua yang dialaminya nanti ketika sudah bertemu sang istri.


Dia tak mau menutupi segala sesuatu tentang apa yang telah terjadi. Karena hari ini akan jadi masa lalu, dan segala yang ditutupi saat ini akan jadi bumerang di masa yang akan datang.

__ADS_1


Senyuman bahagia masih tersungging di bibirnya. Walau sesaat kemudian, kantuk mulai merajai dan mata pun perlahan mulai terpejam, Rangga terbuai ke alam mimpi bersama harapannya untuk segera bertemu sang istri.


__ADS_2