Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
22. Mama Devan Ngamuk


__ADS_3

"San.. apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Rangga yang melihat Sania tak berbicara sepatah kata pun.


"Devan" jawab Sania lirih, dia hanya mengucap nama Devan, bukan menjawab pertanyaan Rangga.


"Sudah jangan ditangisi sebentar lagi pasti siuman" kata Rangga menenangkan Sania yang sepertinya menyalahkan dirinya sendiri.


Tiba-tiba pintu terbuka, "assalamualaikum.." Reno datang dengan membawa beberapa kantong bungkusan makanan.


"Waalaikumsalam" sahut mereka serentak.


Reno terlihat sedang mengeluarkan beberapa macam makanan itu lalu menyiapkannya di atas meja.


"Tan.. kak Adam bilang, katanya kak Devan ke Semarang nyusul pacarnya. Sepulang meeting kak Devan bawa mobil kantor karna mobilnya dipinjam citra temannya." Ujar Reno dengan tangan yang masih sibuk di atas meja.


Mendengar itu mama Devan yang tadinya nampak melamun dengan pandangan kosong merasa tertarik untuk mendengar lebih lanjut.


"Ke Semarang ? Siapa nama pacarnya itu?" Tanya mama Devan pada Reno nampak dengan sorot mata tajam.


"Sania, ya kalau tidak salah dengar namanya Sania" jawab Reno yakin.


Tadi ketika Rangga dan ayahnya meminta tolong Reno untuk membelikan makan. Reno tak sengaja mendengar percakapan Adam dan teman-temannya, Mereka sedang membicarakan kronologi kecelakaan Devan, sepulang jam kantor mereka berniat membesuk Devan tapi ternyata Devan belum sadar lalu mereka menunggu di kantin rumah sakit itu. Reno yang memang mengenal Adam lalu mendekat dan ikut nimbrung obrolan mereka.

__ADS_1


Doni menceritakan Devan yang menemui HRD minta alamat rumah Sania ketika awal masuk kerja.


Adam mengatakan malam itu selepas party di cafe, Devan yang mabuk diantar pulang oleh citra lalu mobilnya dibawa citra, makanya Devan pinjam mobil kantor untuk pergi ke Semarang menemui Sania dengan terburu-buru, sebab dia yang mendapat laporan dari komandan mengenai Sania yang pingsan melihat dia bersama citra lalu Sania ditolong oleh Rangga dirinya merasa cemburu.


Dia tak mau Sania mengenal Rangga. Karna dia yakin Rangga bisa membuat Sania berpaling darinya.


Walaupun sudah ada citra yang bisa dia dekap kapan saja tapi dia juga menginginkan Sania, wanita itu susah sekali disentuhnya jadi dia tak ingin ada laki-laki lain yang merebut Sania darinya.


"Siapa tadi namanya? "Mama devan Memastikan sekali lagi ucapan Reno,barangkali dia salah dengar.


"Sania Tan" tegas Reno yang kini sudah selesai menyiapkan makanan itu, ada dua rice bowl untuk ayahnya dan mama Devan, pizza untuk Rangga dan bakso untuk dirinya.


Bu Sandra tiba-tiba berdiri, mendekat ke arah Sania. "Bukannya kamu yang namanya Sania Hmm.."


Dari nada bicara mama Devan sepertinya beliau menahan emosi yang begitu luar biasa.


"JAWAB !!" bentak Bu Sandra dengan tingginya.


Mereka semua tersentak kaget, suasana yang tadi sunyi senyap tiba-tiba menjadi aura gemuruh panas.


"Kamu yang mencelakai anak saya" hardik Bu Sandra.

__ADS_1


Pak Wijaya yang mendengar itu bangun dari duduknya.


Namun sedetik kemudian hal tak disangka terjadi.


"Siiniii !!! Bu sandra menarik tangan Sania dengan kuat.


Sania yang sedari tadi menggenggam tangan Devan yang di infus itu, lalu ditarik secara paksa membuat selang infus yang menancap dipunggung tangan Devan bergeser.


Cairan infus yang mengalir bening itu tiba-tiba berubah merah.


Bu Sandra yang melihatnya teriak panik


"Ya Tuhan.. dia membunuh anakku"


Tangan Sania yang tadi masih dipegang Bu Sandra seketika langsung dihempaskan dengan dorongan kuat olehnya.


Tubuh Sania membentur meja tempat Reno meletakkan makanan.


Bakso panas Reno yang siap santap itu tumpah meyiram bahu dan mengalir ke badannya, sania tersungkur kelantai berteriak kepanasan.


Pak Wijaya secepat mungkin menekan tombol darurat yang ada di atas ranjang pasien. Lalu mencoba memeluk Bu Sandra untuk menenangkan adiknya yang panik itu.

__ADS_1


Rangga pun dengan cepat menggendong Sania, membawa Sania keruangan lain agar cepat diberi pertolongan.


Reno yang kaget dengan kejadian barusan pun ikut panik, dia yang juga sedikit kena cipratan kuah bakso meringis kepanasan apalagi Sania.


__ADS_2