
Alih alih terkena serangan jantung ternyata Bu Sandra malah memaki Citra.
"Jangan sembarangan kamu kalau ngomong !" Hardik bu Sandra. "putra saya anak baik baik, kamu yang wanita murahan"
"Kok Tante malah ngatain saya?"
"JUJUR SAJA !! Hamil dengan siapa kamu ? Jangan benih orang lain yang tertanam, tapi kamu akui itu milik Devan".
Citra tercengang, tidak menduga respon Bu Sandra akan seperti ini. Ia kira Bu Sandra akan menangis meratapi kesalahan putranya lalu segera menikahkan ia dengan Devan.
"JAWAB !!!" Bentak Bu Sandra. Meluapkan emosinya yang dari kemarin sudah meletup di ubun ubun.
Citra terkesiap "heh Tante, anda ini sudah tua jangan membentak saya ya! Apa anda mau cucu anda jadi tuli karena dengar teriakan neneknya".
"Cih.. Nggak usah bertele-tele, apa mau kamu sampai menuduh anak saya menghamili kamu ?"
"Devan mengagumi saya Tante, kami sering melakukan hubungan itu. Sekarang saya minta Devan bertanggung jawab atas bayi di kandungan saya ini"
"Jangan mimpi kamu ! Devan tidak akan bertanggung jawab atas kesalahan yang tidak dia perbuat".
"TANTE !" Panggil Citra saat melihat Bu Sandra malah akan meninggalkannya.
"Ada apa lagi ? Belum jelas ya ?" Bu Sandra berbalik lagi.
"Dimana hati nurani Tante, mencampakkan anak saya , nggak mau menganggap cucunya sendiri ?"
"Nggak usah banyak drama !" Bu Sandra menghampiri Citra lalu menyambar kunci mobil dalam genggaman Citra. Kemudian Bu Sandra melenggang pergi meninggalkannya segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Citra tersentak, kunci mobilnya di ambil begitu saja oleh Bu Sandra. Ia lalu mengejar Bu Sandra setengah berlari, sebelum pintu besar itu tertutup sempurna.
Bug
Bu Sandra terjatuh, tersungkur ke lantai dengan posisi duduk, Karena dorongan kuat Citra pada pintu yang mengenai tubuh Bu Sandra.
"Aaaaaaaaaaaa sakit" jerit Bu Sandra.
Citra panik, dia tidak tau pintu itu akan mengenai Bu Sandra.
Mendengar Bu Sandra merintih kesakitan, Citra pun mengambil kembali kunci mobil yang tergeletak jatuh di lantai bersama dengan Bu Sandra itu, lalu pergi meninggalkannya.
Simbok asisten rumah tangga Bu Sandra langsung menghampiri mendengar teriakan sang majikan.
Tak tau akan seperti ini jadinya, akibat ulahnya yang rela berbohong lalu nekat menemui, dia malah mencelakai mama Devan. "Habis aku kalau dia tau". Ucap Citra di dalam mobil.
"Aaaarrggh.."
BRUUUUUAK
Tepat sampai di perempatan lampu merah, mobil yang Citra kendarai beradu dengan pengguna jalan lain akibat dari Citra yang tidak sabar menunggui lampu berganti hijau.
.........
Tin... Tiiiinnn
Bunyi klakson panjang menggema sepanjang jalan yang macet akibat tabrakan Citra.
__ADS_1
"Hallo mbok.. gimana nyonya ?" Tanya sopir Bu Sandra pada seseorang dalam panggilan telponnya.
"Cepat pulang !, gimana ini.. si isal nyari- nyari kunci mobil den Reno di rumahnya belum dateng dateng sampai sekarang"
"Saya kejebak macet, ada kecelakaan. Saya telpon tuan Devan dulu"
Panggilan cepat dimatikan.
Pelayan rumah Reno datang berlarian membantu menolong Bu Sandra.
Beruntung sudah ada yang pesan taxi dan cepat datang, Bu Sandra lalu segera dilarikan ke rumah sakit milik pak Wijaya.
Dikantor, Devan yang baru bersiap akan memulai meeting pagi ini menundanya, sebab sang supir datang lagi menjemputnya.
Tak apalah urusan kantor tentang erik nanti dulu, yang harus di utamakan saat ini keselamatan Bu Sandra jauh lebih penting.
.
.
.
.
.
Do'akan semoga Bu Sandra baik" saja 😉
__ADS_1
.get well soon mama Devan 🤗