
Beberapa menit pun berlalu, pelayan datang kembali membawa pesanan mereka. Lebih tepatnya pesanan Leona.
Leona hanya memesan dua porsi saja, untuknya dan untuk Rangga. Sania tidak masalah, toh tadi sudah makan bersama suaminya. Rangga mengernyit melihat hidangan yang dipesan Leona, gadis itu tidak pernah mau makan dengan tangan langsung, kenapa yang ia pesan menu itu. Bukankah Leona lebih menyukai olahan sup nya ?.
Tapi momen ini malah dijadikan kesempatan oleh Rangga untuk bermesraan dengan Sania didepan Leona.
Kebetulan gadis itu memesan menu 2 iga bakar.
Menu itu enak dimakan ketika menggigit langsung daging dari tulangnya, tentunya juga harus dipegang langsung dengan tangan, sebab sensasinya beda kalau harus menggunakan sendok garpu.
Rangga mengambil sepotong dengan daging tebal berbumbu gurih manis itu, "Emm.. Enak sayang". Bekas gigitannya ia sodorkan pada Sania, kemudian tanpa sungkan Sania pun melahap dari jari tangan suaminya.
Tentu saja hal itu membuat Leona cemburu.
"Kak... Ini susah". Olahan sapi itu hanya dipukul pukul dengan sendok yang ia pegang di tangan kanannya.
Rangga melirik, padahal ada garpu di tangan kirinya.
"Tusuk saja pakai garpunya". Perintah Rangga sambil mengunyah nikmat, tak lupa jemari tangannya mengusap bibir Sania yang belepotan karna suapan darinya.
Semakin meradang saja rasanya hati Leona. "Aku kira iga itu daging steak" gerutu Leona, enggan memakai tangan mulusnya untuk menyentuh langsung iga bakar yang menggoda didepan matanya. Padahal dari kecil juga dia tau seperti apa bentuk olahan dari dua nama menu yang ia sebutkan itu.
Alasan, rangga terkekeh samar. Apa jadinya kalau Sania melihat dia menyuapi Leona karna alasan tak masuk akal, alasan Leona yang tak bisa makan tanpa sendok dan garpu.
__ADS_1
Acara makan pun tidak berjalan dengan baik, Leona memilih diam tak menyentuh barang secuil lagi makanan miliknya.
Rangga dan Sania selesai, mengacuhkan Leona yang memilih diam.
(Jangankan untuk mengobrol, bahkan makan pun dia ada disini) Leona cemberut.
Leona tak ada kesempatan berduaan dengan Rangga kalau begini caranya. Baiklah, mungkin lain waktu ia bisa mengunjungi Rangga kembali.
"Kak aku mau pulang, mana nomormu ?.. aku disini tidak punya siapa-siapa". Ucap Leona memilih pergi.
Rangga menoleh pada Sania meminta persetujuan untuk memberikan nomer ponselnya, Sania tersenyum mengangguk tanda ia mengizinkan.
"Kau pulang kemana ?" Tanya Rangga seraya mengambil ponsel yang disodorkan oleh Leona. Rangga simpan nomor ponsel pribadinya pada gawai Leona.
Merasa peka akan perubahan ekspresi kecewa Leona, Sania akan memberi waktu pada Leona, barangkali ada sesuatu yang akan disampaikan ke suaminya tapi tidak enak karena ada dia.
"Mas, aku ke toilet dulu ya". Rangga menggangguk Sania pun pergi.
"KAAAAK....".
Seketika Leona menubruk tubuh Rangga memeluknya paksa.
"Lepas Leona... Ini tempat umum" tolaknya, sulit sekali rasanya menghindar dari dekapan gadis ini.
__ADS_1
Leona berurai air mata dipelukan Rangga yang berada dalam posisi duduk, tidak enak rasanya bahkan tidak nyaman dilihatnya. Terlebih jika Sania juga melihat, bisa saja salah paham.
Ini yang pria dewasa itu takutkan, dia sudah beristri tapi masih dikejar gadis single seperti Leona.
Rangga lupa, dia menyesal mengizinkan istrinya pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kak... Ikut aku ke Jerman Kak, aku butuh kamu".
"Nggak, Aku sudah punya istri".
"Kak... Umurku nggak lama lagi kak, aku cuma mau menikmati sisa hidupku bersamamu". Leona mengiba dan terus terisak.
"Cukup Nana".
"KAK..." Tersenyum getir Leona melepas pelukannya. "Kau bahkan masih memanggilku dengan nama kecilku, itu artinya kau masih sayang padaku addyson".
Rangga menggeleng lalu pergi meninggalkan Leona begitu saja.
Tak habis pikir dengan gadis itu, bukan Rangga tidak tau keadaannya. Sebagai orang yang mengerti ilmu kesehatan, kondisi fisik Leona sangat lemah. Bahkan wajah dan warna kulitnya pucat menandakan dia memang sedang tidak sehat.
Tapi pria itu malas meladeni Leona yang terkesan akan mengganggu hubungan rumah tangganya dengan Sania.
Rangga langsung saja pulang kerumah, tanpa mencari istrinya yang sepertinya sengaja meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Dia benci keadaan ini.