Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Ancaman


__ADS_3

"Akan ada apalagi hari ini". Gumam Rangga jengah.


Setelah berendam dengan air dingin tubuhnya merasa lebih fresh. Tidak menyangka dirinya bisa berlaku kasar terhadap wanita yang bernama mona. Datang hanya untuk menggoda, dan mengajaknya menghabiskan malam bersama. Membuat Mona terusir paksa oleh perlakuan Rangga.


Pria itu menyugar rambutnya kasar. Berjalan ke arah jendela yang dihiasi tralis besi. Tidak ada alat yang bisa membantunya untuk merusak jendela agar ia bisa keluar dari kamar mewah yang mengurungnya itu.


Walau hanya didalam kamar tapi semua yang ia butuhkan ada disana, agar membuatnya nyaman. Tentunya kecuali alat komunikasi atau apapun itu sejenisnya.


Bahkan ponselnya saja sudah disita dari sebelum dia sampai ditempat ini.


Ketukan pintu terdengar, Rangga hanya menoleh ke arah sumber suara. Tanpa ia persilahkan masuk pun setelah pintu dibuka seseorang pasti akan masuk.


Bukan pelayan atau Mona, wanita penggoda malam kemarin yang datang. Tapi seorang gadis yang cantik nan sempurna yang datang, perlahan masuk dan berjalan ke arah Rangga.


Sesaat Rangga terpana akan kecantikan gadis itu. Semakin mendekat, dan mendekat membuat Rangga meresapi aroma parfum yang menguar mendekatinya.


Matanya terpejam tanpa ia sadari dia menyebutkan sebuah nama saat gadis itu berdiri tepat dihadapannya. "Leona".


Gadis itu tersenyum, "kau masih mengenaliku?".


Rangga membuka matanya, ditatap lamat lamat gadis itu. Mungkinkah benar orang yang sama ? Batinnya.


"Kenapa kau melakukan semua ini ?". Kata Rangga, akhirnya satu kalimat pertanyaan yang mewakili banyak pertanyan dalam kepala sedari kemarin terucap sudah.


"Aku merindukanmu addyson".


"Apa harus dengan cara seperti ini untuk bertemu denganku ?"


Leona adalah teman masa kecilnya, Mereka berpisah saat keluarganya merasa tertipu bisnis oleh kakek Rangga. Orang tua Leona memutuskan untuk kembali ke Jerman dan memulai semuanya dari awal disana.

__ADS_1


"Leon hanya memberiku kesempatan seperti ini untuk bersamamu".


Rangga mengerutkan dahinya, tak mengerti maksud gadis itu.


Dulu Rangga begitu mengagumi Leona kecil hingga membuat Devan mencemburuinya. Tapi Leona dewasa sungguh banyak berubah bahkan dia tak mengenalinya diawal.


Mata mereka beradu pandang, melihat Rangga tak bergeming membuat Leona seketika memeluknya.


Yang dipeluk tak menolak tapi juga tidak membalas pelukannya, dia membiarkan teman masa kecilnya ini melampiaskan kerinduannya.


Ketukan pintu terdengar lagi, membuyarkan adegan pelukan Leona pada Rangga. Setelah Leona mempersilahkan, dua orang pelayan kemudian masuk lalu menata sebuah meja dengan dua kursi. Nampak dihias seperti akan ada adegan makan romantis di ruangan itu.


Leona memperhatikan dengan seksama kerja para pelayan itu agar sesuai dengan keinginannya.


Menyadari gadis itu tidak memperhatikannya, seketika Rangga berjalan menjauh membuat jarak dari Leona.


Leona berbalik menatap Rangga kembali. Terkesiap, sadar pria itu menjauh darinya.


Ck.. Rangga memalingkan wajahnya menatap keluar jendela.


"Ayo.. kita makan dulu" ajak Leona, walau tidak menjawab setidaknya Rangga mau menuruti permintaannya.


Rangga nampak makan dengan tenang, tidak berpikir bahwa mungkin makanan itu sudah diberi sesuatu oleh seseorang agar ia tidak sadarkan diri nantinya.


Gadis itu mengunyah hanya sebagai formalitas saja biar disebut makan. Padahal matanya fokus menatap Rangga sedangkan tangannya hanya sibuk mengacak makanan itu dengan garpu dan pisau.


Satu tissue Rangga gunakan untuk mengusap bibirnya setelah meneguk segelas air putih, tanda ia telah menyelesaikan makannya.


"Sudah selesai ya?". Tanya Leona.

__ADS_1


"Apa kau kesini hanya untuk melihatku makan ?" Melihat pada isi piring gadis itu yang sepertinya hanya diacak-acak tidak berkurang.


"Aku merindukanmu addyson sayang".


"Panggil aku kak, bukankah dari dulu begitu ?" Bukan dia marah, hanya saja tidak ingin orang lain yang mendengar jadi salah paham dengan sebutan sayang.


Leona melipat kedua tangannya diatas meja, menatap intens Rangga "Hiduplah disini bersamaku !".


Rangga membuang muka "Aku sudah menikah".


"Aku tau". Ucap Leona lirih menunduk.


"Cih.. kalau kau tau kenapa harus melakukan ini semua padaku ?". Kata Rangga menegas.


"Aku ingin menyelamatkan nyawamu juga keluargamu". Pekik Leona tidak terima, seakan dirinya dianggap memaksa pada Rangga untuk bersamanya.


"Apa maksudmu ?"


"Leon ingin membunuhmu".


Rangga menggeleng, semakin dibuat tidak mengerti dengan ucapan Leona. Baik dia dan saudara kembarnya itu adalah teman masa kecilnya. Dia tidak tau duduk permasalahannya dimana sehingga Leon berniat jahat padanya.


Kehancuran orang tuanya membuat Leon dendam pada keluarga Rangga, tidak dipungkiri dia bisa saja membunuh Rangga yang sedang mengikuti kegiatan penelitian yang diselenggarakan dibawah naungan perusahaan keluarga Leon.


Beruntung dia begitu menyayangi adiknya,Leona yang ternyata menyukai Rangga dari masih kecil. Sehingga Rangga hanya disembunyikan tanpa disakiti.


Rangga masih mencerna ucapan Leona. Mungkin saja gadis ini berbohong mengenai apapun itu tentang kakaknya Leon dan juga keselamatan keluarganya.


Tak mau terintimidasi Rangga menegas. Ia mengatakan tak akan pernah mau menuruti permintaan gadis itu. Walau apapun yang Leona katakan bisa saja terjadi.

__ADS_1


"Menikahlah denganku, agar kakakku tak menyakiti keluargamu"


"Apa ini sebuah ancaman ?"


__ADS_2