Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Jujur


__ADS_3

"selamat pagi tuan mau kemana? " sapa pak Ujang pada Rangga yang baru akan melewati gerbang cluster perumahan Sania.


"Mau jemput Sania pak" jawab Rangga dengan senyum tampannya.


"Oh silahkan silahkan"


Mesin mobil dimatikan tepat didepan rumah Sania. Si kecil Sera yang baru saja selesai berpakaian sehabis mandi berlari keluar menyambut Rangga ,ada calon papa datang begitulah ia menjuluki Rangga.


"Yeeeeee dijemput papa"


"Hai anak manis. Belum mandi ya ?"


"Sudah dong, nih bajuku bagus" Sera menunjuk gaun baru yang pakainya saat ini sambil bergoyang-goyang.


"Iya bagus. Tapi belum bedakan belum sisiran"


"Iya nih tunggu nenek dulu. Pinjam hape boleh om?"


"Haa.. buat apa?"


"Nonton yutub. Berbi" ucap Sera tangannya memohon agar dipinjami ponsel Rangga.


Sania keluar membawa sisir dan bedak untuk Sera "Duh..anak jaman sekarang yah"


"Aku numpang ketoilet boleh ?" Ucap Rangga yang tiba-tiba ingin buang air kecil.


"Iya silahkan, masuk, lurus aja" Sania mengarahkan.


Sania lalu mendandani Sera sambil melirik apa yang ditonton keponakannya itu.


"Lowbat tuh sayang. Sudah ya menontonnya" masih sambil menyisir rambut bocah itu.


Sera lalu menyentuh layar ponsel bagian atas, akan mematikan ponsel itu tapi tidak sengaja jari mungilnya menyentuh pesan masuk, membuka icon hijau bergambar gagang telepon itu lalu terpampang lah foto Rangga dengan seorang perempuan yang dalam foto itu terlihat memunggungi kamera.

__ADS_1


"Wah..sudah cantik sekarang" seru Rangga mengejutkan Sania yang tengah memandangi layar ponselnya.


"Om lowbat om" Sera menyerahkan ponsel itu pada Rangga.


Rangga menerima ponselnya lalu terdiam sejenak.


Apa-apaan ini


Ia lalu mematikan ponsel itu dan memasukkan ke dalam saku celana.


Rangga melihat pada Sania yang memperhatikannya dari tadi.


"Ayo berangkat, nanti terlambat" ajak Rangga.


"Om antar Sera dan nenek ya"


"Iya , sebaiknya ibuku dan Sera ikut bersamamu kerumah sakit. Aku bisa berangkat sendiri ke kantor" ucap Sania menimpali.


"Kamu baik baik saja?" Tanya Rangga.


"Katakanlah jika kamu ingin bertanya ?" Tak ingin ada salah paham di awal hubungan mereka, sebisa mungkin Rangga akan selalu terbuka pada Sania.


"Tidak. Terkadang tak perlu tau apapun bila nanti menyakitkan" ucap Sania datar.


"Ingatlah ! masalah sekecil apapun yang hanya disimpan sendiri, bisa jadi duri dalam dirimu, pikiranmu, dan hatimu"


Sania tak ingin ikut campur masalah pribadi orang lain , ia merasa belum menjadi siapapun buat Rangga. Sungkan dirinya untuk bertanya-tanya takut kalau Rangga nanti tersinggung.


"Apa karena foto di ponselku tadi?"


Sania terdiam.


Rangga lalu mengeluarkan ponselnya lagi ,dan memperlihatkan foto itu.

__ADS_1


"Pengirimnya nomer tidak dikenal, sepertinya ini Dina.. lihatlah kami bukan sedang berpelukan, maafkan aku yang tidak sengaja ketiduran sembarangan" jelas Rangga berharap Sania tak salah paham.


"aku kira itu mantan istrimu" sahut Sania.


"bukan, dia sudah meninggal"


"iya maaf aku tau"


"sudahlah..ini hanya kelakuan orang iseng, aku harap kamu nggak berfikiran macam-macam"


pinta Rangga.


"sudah datang nak Rangga " sapa ibu Sania yang sudah siap dengan tas ransel Sera, semua keperluan Sera setiap harinya ada didalam sana.


"iya Bu" jawab Rangga.


"berangkatlah duluan, aku nanti pakai motor"


"yakin ?"


"iya"


"baiklah... ayo sayang" Rangga lalu menggendong si kecil Sera.


Rangga membukakan pintu mobilnya, setelah memastikan Sera dan calon ibu mertua duduk dengan baik ia kemudian berlari menghampiri Sania lagi.


"percayalah padaku ! aku nggak akan kecewakan kamu"


"iya aku percaya" jawab Sania patuh.


Rangga lalu melambaikan tangan masuk ke dalam mobilnya.


setiap perkataannya membuatku luluh

__ADS_1


apa aku sudah jatuh cinta ? entahlah


semoga Devan baik-baik saja


__ADS_2