Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
14. Live


__ADS_3

Doni menepuk- nepuk pundak Devan "Nyari dimana sih, bisa dapet yang bening begitu?"


"Haha gue gitu.... Gue diem aja juga cewek Dateng sendiri "sombong Devan yang memang terkenal playboy dari dulu.


"Oh ya bro bukannya pacar lu yang sekantor sama kita itu?"


"Status doang, nggak bisa di apa apain" Devan tersenyum kecut.


"Pantes nggak pernah dipamerin kemana mana, biasanya kalo lagi nongkrong sama kita aja ada cewek yang nyamper"


"Yang nyamper tu ada maunya, minta belanja minta ini itu... Menurut gue si asal simbiosis mutualisme y ngga masalah" saut devan.


"eh sekarang mah... Wiuw bawa yang hot" kata Doni terus menggoda Devan.


"Haha. .mana ada cewek yang nolak kalo Devan berani modalin, jaman sekarang cewek gampang disentuh asal dikasih credit card hahahaha"


"Tinggal seleksi aja, udah jual mahal taunya malah udah nggak virgin kan munafik namanya haha" Devan menimpali.


"Mumpung masi muda man, kita seneng seneng"


Sejujurnya Devan tak pernah berhubungan melewati batas walaupun teman teman omesnya itu menyarankan banyak pengaman padanya.


Sejauh ini Devan masih bisa mengontrol perilakunya terhadap perempuan agar tak kelewat batas. Walaupun kadang wanitanya malah lebih agresif dan tak sungkan menawarkan tubuhnya untuk Devan.


"Hei sayang.. sudah, jalan jalan cantiknya?"

__ADS_1


Tiba tiba citra datang ditengah obrolan Devan dan teman temannya.


Citra yang tadinya berniat mencari mangsa yang lebih tajir dari Devan ,nyatanya malah jenuh tak ada yang menarik di matanya. Yang citra lihat hanya tampang orang kerja kantoran yang penghasilannya pas pasan, tak ada tampang tampang CEO atau eksekutif muda di acara ini.


Citra bingung tak ada yang dikenalnya untuk sekedar diajak ngobrol.


Mungkin bermanja dengan Devan adalah waktu yang tepat sekarang ,supaya pulang bawa oleh- oleh biar nggak rugi rugi amat pikirnya.


Devan dipuji temannya karena kecantikan citra aja sudah jadi nilai plus buat citra, sudah pasti devan akan membelikan sesuatu untuknya nanti. apalagi kalau citra bisa menyenangkan hati Devan , sudah pasti apa yang di mau citra akan dituruti semua oleh Devan.


Sania yang sudah hampir 15 menit berdiri di pintu masuk pun mendengarkan percakapan dan menyaksikan semua adegan demi adegan yang mereka lakukan.


Tak lama Devan sampai ternyata Sania pun sampai. Sania mendengar semua, masih bersabar tak sepatah kata pun terlontar dari bibirnya.


Namun saat ini Sania melihat tangan Devan di bahu mulus citra ,tangan citra melingkar di pinggang devan rasanya begitu menyayat hati.


Sania kira itu biasa dan hubungan mereka baik baik saja bahkan sudah berjalan 2 tahun, nyatanya tidak.


Dulu devan posesif , Sania tidak boleh naik mobil fasilitas kantor, karna setiap harinya dia akan semobil dengan supir yang bergender laki- laki.


Devan membelikan Sania jazz merah , tapi Sania tak mau pakai karena menurutnya pemberian Devan terlalu berlebihan akhirnya mobil itu dpakai oleh Devan sendiri sekarang. Lalu devan mengirimkan sebuah motor yang mau tidak mau Sania harus terima dan pakai, karna tak mungkin juga Sania akan berangkat ke kantor naik sepeda atau naik ojek online yang sudah pasti devan pun akan melarangnya.


Air mata sudah menggenang penuh di pelupuk mata dan siap mengalir banjir membasahi pipi.


Ada kaki yang sudah tak mampu berdiri menyaksikan semua ini.

__ADS_1


Tangannya gemetaran, kepalanya pusing seketika, saat Devan menciumi pipi citra dirangkulannya.


Devan sevulgar itu ditempat umum, gadis itu bermanja manja menempelkan tubuhnya tanpa ada jarak. Sungguh tidak tau malu bahkan ada dua lelaki lain sedang bersama mereka pun, seperti dunia hanya milik mereka berdua .


Entah apa yang mereka bicarakan Sania sudah tak jelas mendengar, kepalanya semakin berdenyut hatinya seakan ditombak ratusan kali.


Tubuh Sania mulai limbung.


Rangga berlari cepat saat melihat Sania sudah memegangi kepalanya.


Haaap... Ditangkap tubuh Sania dengan kedua tangan kekar Rangga.


"Eeeh kenapa itu ?"


"Mabok kali "


Mendengar kasak kusuk dibelakang. Mereka pun menoleh, tapi sayangnya sudah tak terlihat apapun.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya .trima kasih 😘


__ADS_2