Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Bertanya Kabar


__ADS_3

"Ren.." panggil Sania.


"Ada apa kak ?"


"Aku mau tanya"


"Nanti saja ya kak, aku lapar. Ayo cari makan dulu"


Firasat Reno tidak enak, dia selalu gugup jika kakak iparnya ini sudah mengatakan kalimat tanya padanya. Benar saja, Sudah ketiga kalinya Sania akan bertanya mengenai kabar suaminya, tapi Reno seolah mengalihkan.


Sania mengangguk, berjalan mengikuti dibelakang Reno. Memasuki sebuah rumah makan sederhana. Rupanya sudah berkumpul disana, riuh ramai keluarganya disebuah meja di tempat makan itu.


"Mama..". Teriak Sera.


Keduanya pun bergegas menghampiri dan disambut oleh yang lainnya. Ibu yang memang sudah dikabari terlebih dahulu oleh Reno, tidak heran mendapati adik menantunya itu datang bersama Sania.


Hal itu pun membuat heran Lina ketika tadi berbelanja, pasalnya ibu tak sedikit pun mengkhawatirkan kakaknya padahal biasanya tidak begitu. Ibu akan cemas dan tidak tenang bila terjadi sesuatu pada kedua anaknya. Namun lain dengan akhir akhir ini, selama setelah Sania menikah ibu nampak santai dengan keadaan seperti tak ada lagi beban dalam hati dan dirinya.


Rupanya ada alasan mengapa ibu senyaman ini menjalani hari harinya.


Siapa lagi kalau bukan karena Reno penyebabnya, remaja laki laki yang baru akan menginjak usia dewasa itu benar benar bisa diandalkan oleh keluarganya.


Sementara pak Wijaya mengurus semua tentang perawatan ayah Sania disana, Reno mengambil alih mengenai seluruh kebutuhan keluarga Sania disini selagi kakaknya, Rangga tidak ada.

__ADS_1


Termasuk dimana pun Sania berada walau raga Reno tidak bersama mereka, tapi orang suruhan Reno ada membuntuti mereka, dan hanya Bu Riska yang tau itu.


Selesai menikmati hidangan makan malam, agaknya mereka masih enggan untuk kembali ke kamar hotel.


Terlarut asik dengan obrolan hangat ala keluarga Sania.


"Bu.. Kapan ya ayah bisa kumpul bareng lagi sama kita ?" Tanya Lina.


"Doakan saja secepatnya !".


Sania menatap Reno yang sedang sibuk dengan ponselnya "Oh ya Ren--"


Ucapan Sania terhenti saat Reno mengangkat tangan "maaf kak, aku angkat telpon dulu" lalu ia bergegas meninggalkan mereka. Begitupun juga Lina, ponsel mereka berdering diwaktu bersamaan. Jadi Lina pun memilih menghindari keramaian untuk mengangkat panggilan itu.


...


Reno : "Awasi saja kontraktor sialan itu, jangan sampai kakak tau. Bisa dipecat jadi adik, aku nanti"


Sania memperhatikan Reno sampai dia menyimpan ponselnya kembali kedalam saku. Ini momen yang pas untuk sania menanyakan kabar tentang suaminya.


Jujur saja dalam hatinya saat ini gelisah, kata-kata orang asing yang menemuinya di pantai begitu mengusik pikirannya.


Sania menunggu Reno kembali duduk. Baru saja kursi itu ditarik, Lina berseru.

__ADS_1


"Bu......" Lina datang memanyunkan bibirnya.


"Ada apa ?" Tanya Sania juga ibu.


"Aku harus pergi besok, padahal masih pengen lama lama disini"


"Kenapa besok ?"


"Mamanya Ricky dirawat, dia minta aku temani"


Akhirnya setelah lama berbincang, Lina memutuskan untuk kembali ke Bali, sedang Sania dan lainnya pulang kembali ke Semarang. Sementara Reno tetap tinggal di Jogja memantau proyeknya.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, mereka sudah kembali masuk pada kamar masing masing.


Sania merebahkan diri di tempat tidur empuknya, dia pandangi foto suami di layar depan ponselnya. Rangga pun begitu, memakai foto Sania pada layar depan ponselnya bahkan ketika belum bersama dirinya. Sania baru melihatnya ketika mereka bersama setelah menikah.


Senyum merekah dibibirnya, kata-kata ibu terus terngiang di telinganya "yang sabar, jangan menangis terus, suamimu disana kerja.. kerja untuk kamu dan masa depan kalian. Kalau sudah saatnya dia pulang, dia akan kembali padamu. Yakin itu".


Baru beberapa saat akan memejamkan mata, Sania mendial nomor Reno. Kalau bicara langsung tidak ada kesempatan, mungkin lewat gawai yang kini ia pegang bisa menjadi perantaranya.


"Berdering tapi nggak diangkat, apa dia tidur ?" Gumam Sania.


Setelah berkali kali dicoba dan tidak terjawab, akhirnya Sania mengirim sebuah pesan singkat pada Reno.

__ADS_1


__ADS_2