
Bbbbbrrrruuuak....
"Tolongin..! tolongin itu"
"Ayo...ayook"
"Woi ada yang tabrakan"
"Bukan bukan.... Itu tadi diserempet"
Tin... Tiiinn...
Tiin tin...
Kemacetan pun terjadi di perempatan jalan itu.
"Ada apa Ga didepan?" Tanya ayah Rangga.
"Sepertinya kecelakaan pah" menoleh pada ayahnya, lalu
Ayah Rangga tanpa ragu keluar dari mobil, beliau seorang dokter.
Mendekat ke korban yang sudah digendong ke trotoar oleh warga, begitu pula motor yang dikendarai korban, agar jalanan bisa kembali lancar.
Setelah memeriksa kondisi Sania.
Memastikan tidak ada patah tulang dan tidak ada luka parah, pak Wijaya ayah Rangga meminta warga membantunya mengangkat tubuh Sania kedalam mobilnya.
"Bawa kerumah sakit, tolong pak itu mobil saya ..cepat pak, biar tak mengganggu pengguna jalan lain"
Salah satu warga mendekat " maaf pak.. gimana ini motornya mba itu? "
"Ohh ini pak" pak Wijaya memberikan kartu nama.
"Tolong bapak antarkan motor ini kerumah sakit, nanti biayanya security yang kasih !"
"Baik pak" kata orang itu, lalu warga lain pun bubar karna sudah ada yang bertanggung jawab pada korban.
__ADS_1
Rangga tak banyak bertanya, lalu mengemudikan mobilnya yang memang arah tujuan mereka ke tempat bekerja.
Rangga bekerja sebagai security rumah sakit, sedang sang ayah dokter senior sekaligus pemilik rumah sakit itu.
Sesampainya dihalaman rumah sakit, mereka sudah disambut beberapa perawat yang siap dengan brankarnya.
Rangga yang membantu menurunkan Sania dari mobil pun terkesiap.
Ya ..Rangga ingat betul gadis ini, yang kemarin pernah berkenalan dengannya di mall x.
.........
"Bagaimana kondisi gadis yang kecelakaan tadi pagi yah ?" Seusai makan malam Rangga dan pak Wijaya bersantai di ruang tv.
"Kondisinya baik baik saja, hanya lecet sedikit nggak ada luka dalam"
"Oohh baguslah "
"Kamu kenal ? Dia cantik, Sepertinya anak baik"
Itu senyuman anak bujangnya dulu sewaktu punya teman perempuan yang dia anggap baik, tapi pak Wijaya tidak mau bertanya lebih jauh.
"Malam yah kak " tiba tiba Reno datang masih dengan seragam sekolahnya.
"Dari mana kamu bontot ? Sampai selarut ini baru pulang ? Sudah makan?" Tanya pak Wijaya, sang ayah walau memanjakan anak anaknya beliau sosok ayah yang tegas.
"Maaf ayah, Reno abis ambil mobil dari bengkel"
"Yasudah, mandi dulu sana !"
"Iya yah" Reno berlari ke kamarnya di lantai atas.
Selepas Reno pergi, ayah juga pamit ke kamar.
"Oh ya...lupa tanya ke ayah, dimana ruang rawat sania" rangga lalu keluar rumah cari udara.
"Mobil... Kenapa mobil Reno sampe kebengkel lagi, bukannya bulan lalu baru aja service bulanan ya ?"
__ADS_1
Rangga mengelilingi mobil sedan kuning milik Reno.
Diperhatikan betul oleh Rangga bagian belakang mobil itu.
"Seperti bekas penyok " lagi lagi Rangga menerka.
Diraba raba ,benar saja dugaannya hampir seluruh bagian belakang penyok, jelas ini ditabrak.
Lalu Rangga kesamping kiri, sampai depan samping dekat lampu kiri diperhatikannya lagi.
Ada cat warna merah menempel di bagian body mobil yang warna kuning itu. Jelas kontras terlihat, disertai lecet cukup dalam.
Tak ingin berasumsi, Rangga lalu berlari ke lantai atas ruang kamar Reno berada.
Kebetulan pintu kamar terbuka, Rangga lalu masuk. "Ren.. mobil kenapa?"
Reno yang baru saja selesai ganti baju terkejut mendengar pertanyaan kakaknya.
"Di tabrak kak" spontan Reno menjawab, karna dia memang tidak biasa berbohong .
"Dari kapan"
"Seminggu yang lalu" jawab Reno dengan takutnya.
"Trus hari ini nabrak lagi ?" Pertanyaan Rangga menyelidiki.
"Ah...hari ini ? Tidak" jawab Reno ragu.
"Kenapa masih ada lecet dibagian samping depan? "
Reno penasaran dengan kata kata Rangga, dia lalu keluar turun tangga secepat kilat.
Memeriksa mobilnya dengan seksama, benar kata kakaknya.
Dia raba body mobilnya, sebelum masuk bengkel dia sudah memeriksa dan hanya bagian belakang saja, tak ada yang lain.
"Kenapa ini ya ??"
__ADS_1