Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
12. Devan menjenguk Sania


__ADS_3

Devan ? Mobil ? Jangan jangan malam Minggu kemarin Devan pinjam mobil untuk kesini.


Rangga memperhatikan Sania dengan seksama.


Dia pacar Devan ? Yang keberapa?


"Kalau aku sering kesini apa pacar kamu marah ?"


Tatapan Sania berubah sendu "nggak tau"


Setelah menjawab singkat, Sania bangun dari duduknya "oh ya mas, apa motorku perlu kebengkel ya?" Mencoba mengalihkan pertanyaan Rangga.


Rangga yang masih berdiri dekat motor pun seketika mengecek.


Cat kuning menempel, cat body dan stiker hilang, posisinya sebelah kanan sedangkan mobil Reno lecet kiri depan. Apa ada hubungannya ?


"Kondisi motornya aman cuma lecet"


mobil kuning yang mendahului Sania dari sebelah kanan memang tidak terlalu kencang karena posisinya akan berbelok ke kiri .


Tapi motor Sania tersenggol menyebabkan dia hilang keseimbangan, lalu jatuh ke trotoar kiri dan tertimpa motornya. Seketika saja Sania pingsan, dan tensi darahnya menurun drastis sehingga perlu dirawat semalam.


"Sudah sore, saya pulang dulu. Kalau kamu perlu sesuatu boleh hubungi saya"


"Sekali lagi terimakasih banyak mas Rangga atas bantuannya" Sania benar benar merasa terharu ada orang lain yang memperdulikannya.


.........


Di rumah sakit, Devan berlari lari datang kebagian resepsionist.

__ADS_1


Bagaimana tidak, siang tadi ketika lunch bersama rekan rekannya setelah meeting projek besar, Devan mendengar obrolan kabar tentang Sania dari Senin pagi kecelakaan dibawa kerumah sakit dan sampai hari ini dia belum masuk kerja.


itu artinya Sania dirawat dan dia sendirian. Kesempatan baik untuk Devan mengambil hati Sania lagi setelah kemarin dia melakukan kesalahan.


Tapi apa yang dia dapat, sania ternyata dijemput seseorang pria dan sudah pulang beberapa jam lalu.


Handphone Devan bunyi berkali kali, tak dihiraukan. Rencananya nanti malam akan ada party perayaan keberhasilan yang telah diraih Devan dan rekan-rekannya itu.


Devan memacu mobilnya cepat, dia ingin cepat sampai, ingin tau siapa yang berani menjemput sania.


Jalanan cukup lengang tak sampai sejam Devan sudah sampai di halaman rumah Sania. Seperti biasa dia ganti dulu wallpaper gawainya.


(Sepi) batin Devan. Devan berdiri di pintu yang memang sedang terbuka, sedikit mengintip melihat ke dalam mungkinkah ada orang lain datang.


Tidak ada kendaraan lain di luar, hanya ada motor Sania saja.


Terdengar sahutan dari jauh "waalaikumsalam..." Sania berjalan pelan menghampiri tamu yang datang.


"San" berlari masuk lalu Devan memegang kedua lengan tangan Sania.


"Apa yang sakit, mana yang terluka ?"


"Aku baik baik saja... Duduk lah!"


Sania menawarkan Devan duduk di sofa di dalam rumah, sebenarnya dia masih trauma perihal adegan peluk yang Devan lakukan terhadap dia.


"Siapa yang menabrak ? Apa dia tanggung jawab?"


Devan menuntun perlahan Sania duduk.

__ADS_1


"Aku nggak tau, mobilnya kabur "


"Kenapa nggak kabari aku ?"


Sania menoleh pada Devan, dia memang hanya sekali kirim pesan pada Devan dan isinya hanya "Dev" . Jangankan dibalas dibuka saja tidak.


"Apa kamu nggak ada waktu buat nanyain kabar aku duluan? Sesibuk itukah kamu? Aku telpon berkali kali juga tidak diangkat"


sedikit berdrama, padahal Sania tidak telpon sama sekali.


Devan mengeluarkan gawainya " aktif terus kok, tapi nggak ada panggilan dari kamu"


Sania melirik ke Devan , ada foto dia terpampang dilayar depan. Sania senang Mungkin Devan memang selama ini sibuk, sampai tidak ada waktu buat dia.


"Kamu sehat kan ? Maaf aku nggak bisa lama lama nemenin kamu, nanti malam ada party di cafe x. Biasa, anak-anak divisi aku"


"aku nggak di undang?"


"Sayang..kamu kan lagi sakit, lain kali baru ikut ya" sebisa mungkin Devan mencegah Sania agar tidak rewel untuk ikut.


"Bukannya tiap bulan selalu ada party, apa nggak bisa sekali aja kamu nggak usah ikut itu" gantian Sania memancing seberapa peduli Devan padanya.


"Maaf nggak bisa sayang, aku janji besoknya aku cuti temenin kamu seharian"


"Terserah"


Terimakasih sudah sempetin baca karya aku 😊


jangan lupa tinggalkan jejak... komen dan like jika suka .makasih 😘

__ADS_1


__ADS_2