Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Sayangnya Leon


__ADS_3

Leon mendekati adiknya, di elusnya puncak kepala Leona. "Aku menyayangimu, apapun akan aku lakukan untukmu".


Gadis itu tersenyum mendengar penuturan kakaknya, sedang satu gadis lainnya ikutan meleleh walau kata yang dia dengar itu bukan ditujukan untuknya melainkan untuk Leona.


Kapan dia bisa bersikap manis juga padaku, gumamnya dalam hati.


Leona menatap lamat wajah Leon, "Terima kasih kak, bagaimana keadaan dia ? Aku ingin menemuinya". Dia yang Leona maksud adalah Rangga, lelaki pujaannya yang ternyata berusaha kabur dari bagunan megah milik keluarganya ini.


"Jangan dulu, tunggu besok saja" larangnya pada sang adik.


Leona mengernyit "Kenapa ? Aku malah harus menjaganya sendiri kak, biar kami semakin dekat".


Alih alih melarang, kini Leon nampak berpikir. Mungkin benar juga yang Leona katakan. Mereka harus terus dekat, bukankah cinta ada karena terbiasa ?.


Leona antusias menggandeng lengan kekar kakaknya menuju ke kamar Rangga yang ada di lantai bawah, sedangkan Mona tetap tinggal di kamar milik Leona sahabatnya itu sebab dia enggan balik ke kamarnya sendiri. Ada gadis lain yang membuatnya mencemburui Leon saat ini.


Seperti biasa, Mona tak pernah sedikitpun terlihat di mata Leon.


Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Mona makin kesal saja pada gadis yang Leon sembunyikan di kamarnya "Awas saja kau, kalau Leon tidak ada akan aku kerjai kamu". Mona mengibaskan rambut pirangnya.

__ADS_1


Gadis yatim piatu anak angkat orang tua Leon . Sudah sejak lama dia tinggal dan menjadi teman sehari-hari Leona, sudah lama pula dia mengagumi sosok Leon pengusaha muda bertangan dingin dan penyanyang, setidaknya hanya pada Leona seorang.


Belum sampai menuruni anak tangga menuju lantai bawah, seorang pengawal sudah lebih dulu naik dan menunggu sang tuan di ujung tangga sana.


"Lapor tuan" Seorang pria berbadan tegap tinggi besar nampak mengangkat tangan kanannya, menyentuhkan ujung jarinya ke pelipis, memberi hormat pada Leon.


Leona cemberut, sudah pasti Leon akan meninggalkannya setelah ini. Tapi tak apa, ada Rangga. Bahkan dia berencana berpindah kamar agar bisa selalu bersama.


Leon mengangguk "Katakan !" Ucapnya.


"Kegiatan di lab sudah selesai sebelum waktunya tuan".


"Ck... Ayo ke lab sekarang" titahnya. Lalu beralih menengok pada Leona.


"Pergilah aku bisa sendiri".


Leon mengangguk, "suruh Steve menemanimu, kalau Rangga berbuat kasar padamu suruh dia menyuntikkan biusnya".


Kening Leona seketika berkerut, "jangan macam-macam" melotot tak terima pada kakaknya, semudah itu dia akan meminta seseorang untuk membius orang lain, terlebih pada pujaan hatinya.

__ADS_1


Sebagai mahasiswa kedokteran ia tahu betul, Ketika seseorang menerima obat bius, otak akan tertidur, sehingga tidak akan sadar apa-apa.


Karena merasa seperti sedang tidur, pernapasan dan detak jantung juga jadi lebih lambat.


Ternyata, saat dibius total, beberapa anggota tubuh tidak akan bekerja.


Kalau ada makanan, makanan itu akan mengalir ke saluran napas dan membahayakan paru-paru. Leona tidak ingin Rangga celaka.


Dalam beberapa kasus, orang yang sudah dibius total kadang mengalami setengah sadar.


Meski setengah sadar, orang tersebut akan kesulitan untuk bergerak dan berbicara.


Kenapa? karena obat bius punya efek merelaksasi otot dan membuat otot lemah.


Leon yang di pelototi adiknya terlihat nyengir. Lalu mengalihkan pembicaraan, dia berkata pada pengawal yang sedari tadi belum beranjak, "pulangkan gadis itu !". Pria itu pun mengangguk lalu menghubungi rekan lainnya untuk melaksanakan perintah bosnya.


Saat Leon menyadari, ternyata Leona sudah melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.


Leon menyusul kemudian "awas, hati-hati !". Bagaimana pun semangatnya Leona bertemu dengan pujaan hatinya, tapi kondisi fisiknya sedang dalam keadaan lemah tak akan mungkin dia biarkan adiknya terluka barang sejengkal.

__ADS_1


__ADS_2