Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
26. Nebeng Rangga


__ADS_3

Setelah Sania pamit pulang Devan berniat untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu karna kedatangan citra sebelum akhirnya teman-temannya juga datang.


"Hhm.. " suara deheman Doni membuat Devan kaget.


"Eh buseeh.. masih ada lu yang ketinggalan" seru Devan spontan.


"Haha" tawa Doni .


Lalu dia berdiri dari sofa, berjalan mendekat ke tempat devan berbaring.


Terdengar Doni berjalan sambil bernyanyi "Senangnya dalam hati, kalau beristri dua"


"Apa maksud lu?" Tanya Devan tak mengerti nyanyian Doni.


"Ngapain citra kesini ?" Doni nampak duduk di kursi samping ranjang Devan.


"Kok tanya sih ? Ya jengukin gue lah, ngrawat gue biar cepet sembuh, kenapa emang?"


"Dibayar 100 juta si, pantes mau ngrawat haha" timpal Doni setengah mengejek .


"Biarin aja lah, udah dua hari dia nginep disini kasian capek" ujar Devan cuek.


"Mau juga dong gue , jadi asisten pribadi nggak masalah deh. Yang penting dibayar segitu"


"Nggak ada nggak ada.. apa apaan, tiap dibutuhin aja nggak pernah ready "


"Jadi, pacar yang asli yang mana nih ?" Tanya Doni serius.


"Asli semua lah Don, masa silicon"

__ADS_1


Plaak


Lengan Devan dipukul oleh Doni, dia bertanya serius bisanya si Devan malah ngelawak dasar otak mesum.


"Sakit Don, nanti amnesia nih gue" sambil memegang lengannya yang padahal tak seberapa sakitnya setelah dipukul.


"Cepet pulang ! Biar tangan lu nggak amnesia, dah lah gue cabut dulu"ujar doni beranjak akan pergi.


"Heh nggak ada akhlak.. temenin gue woy !"


"Ada cewek cantik noh dipojokan sofa !" Sahut Doni yang sudah keluar dari pintu.


Devan langsung mengedarkan pandangannya kepojokan dan seluruh ruangan.


Tak ada siapapun.. Bulu kuduknya seketika merinding.


Bagaimana kalau yang pernah dirawat itu lalu meninggal disini. Haduh


Devan lalu menghubungi Reno dan Adam, hanya mereka yang kadang siap menemani di saat terdesak.


.........


Sementara itu diluar, Sania masih menunggu taxi online. Salsa memberi kabar pada Sania bahwa mereka sudah berpisah pulang sendiri sendiri saat baru keluar dari kamar rawat Devan tadi.


Sementara Dea ada di kantin rumah sakit itu menunggu sepupunya untuk pulang bareng.


20 menit berlalu...


Tin..

__ADS_1


Sania yang sedang berdiri di loby rumah sakit itu menoleh ke sumber suara.


Samar samar dia melihat


"kayak kenal.." gumamnya.


Mobil itu berhenti tepat didepan Sania.


Diturunkannya kaca mobil sebelah kiri,


Sania terkesiap melihat ternyata pak Wijaya bersama Rangga.


"Hai Sania, mari saya antar pulang !" Seru Rangga.


"Eeehh iya te..terima kasih ,sudah pesan taxi online kok" jawab Sania gugup. Sementara ayah Rangga tersenyum kecil melihat Sania.


Sania merasa tidak pantas sudah berulang kali ditolong oleh Rangga, sudah merepotkan sekarang mau semobil dengan ayahnya Rangga pula.


Kejadian buruk yang dialami Sania ketika pertama kali bertemu dengan mamanya Devan sangat membuatnya tak percaya diri, sungguh kesan pertama yang memalukan pikirnya.


"ayo nak ikut sekalian, kita kan searah"


ujar pak Wijaya.


"apa tidak merepotkan pak ?" tanya Sania ragu.


"tidak sama sekali, yang penting selamat sampai tujuan" jawab beliau.


Akhirnya Sania menuruti ajakan Rangga dan ayahnya untuk ikut bersama dalam satu mobil. Padahal andai Sania tau, ini bukan pertama kali mereka semobil karna waktu Sania kecelakaan juga ayah Rangga lah yang menolongnya.

__ADS_1


__ADS_2