Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Gagal


__ADS_3

"Mery.. apakah kau yang meletakkan paper bag ini disini ?" Tanya seorang pelayan hotel pada rekannya.


"Tidak jen, apa isinya ?"


"Aku tidak sengaja melihatnya, sebuah lingerie seksi, masih ada label brand nya"


"Oh mungkin itu bonus, bukankah kau lihat ? aku baru saja meletakkan kelopak mawar disini " tunjuknya pada kasur yang sudah selesai ia hias.


"Oh, pengantin baru ya. Ya sudah ayo cepat keluar" kedua pelayan hotel itu pun bergegas meninggalkan kamar.


.........


Didalam lift yang membawa mereka naik ke lantai dimana kamar mereka berada, Rangga terus merangkul istrinya. Tak mau lepas barang sejengkal.


"Sayang, aku sudah pesan baju ganti untuk besok pagi via online. Besok saja ya kita kembali ke sana mengemasi barang kita". Ucapnya.


"Iya mas, tapi apa kita tidur pakai baju yang sekarang kita dipakai ?"


Cup. Rangga mencium kepala Sania.


"Nggak sayang.. biasanya dapat piyama tidur dari sini"


Tak lama kemudian Rangga dan Sania memasuki kamar mereka.


Gadis itu terperangah melihat suasana kamar barunya. "Mas..." Sania berkaca kaca, suaminya begitu romantis memanjakannya.


Sebuah ruangan yang luasnya sebesar rumahnya. Bahkan ada ruang tamunya juga.



Rangga mendekap sang istri menghujaninya dengan kecupan berkali-kali.


Dirinya pun puas memasuki suasana kamar mewah yang romantis ini.


Desain yang mewah, pemandangan kota terlihat menawan dari kamarnya.


Sudah ada dua bebek berciuman membentuk hati menghiasi tempat tidurnya. Membuat Sania tersipu melihatnya.


"Sayang... Ayo mandi !"


"Mas saja duluan, aku mau lihat lihat dulu boleh kan ?"


Cup . Bibir Sania di kecup.


"Nikmatilah pemandangannya sepuasmu, sebelum kamu tidur kelelahan sayang" Rangga mengerlingkan sebelah matanya ,menggoda.


Sania lalu mendorong tubuh Rangga masuk ke kamar mandi sebelum suami genitnya ini menggodanya lagi. Sedangkan dirinya melihat lihat semua yang ada di dalam kamar itu.


"Apa ini ?" Sania mengangkat isi dalam paper bag yang ada di atas meja .


Haa... Sania terkesiap, sontak menutup mulutnya yang ternganga.

__ADS_1


"Mas Rangga mesum. Sampai pesan barang yang seperti ini ".


Belum selesai dia dikejutkan dengan lingerie yang dia angkat hanya dengan kedua jarinya, Rangga pun keluar hanya berbalut handuk dipinggangnya. Membuat Sania terpana.


"Apa itu sayang ?"


"ah ini... Cepat juga pesananmu datang mas"


Salah paham, padahal itu bukan yang dipesan Rangga.


Sania memasukkan kembali kain seksi itu.


Rangga sudah mendekat dengan badan yang belum kering sempurna, terlihat air masih menetes dari rambutnya.


Tubuh manly yang perfect menurut Sania.


Semakin mendekat semakin berdebar hatinya. "Ya Tuhan...semoga jantungku baik- baik saja" batin Sania.


Suaminya semakin mendekat, lalu mencium bibirnya. Tertahan lama disana, menuntut sang istri membukanya. Sania membalas pagutan suaminya.


Rangga memejamkan matanya menikmati ciuman itu, tangannya bergerilya menyentuh semua bagian tubuh istrinya.


Sania tersentak, tubuhnya geli menggelinjang. Ciuman itu diperdalam, semakin memanas ia rasakan dengan tubuh yang semakin di dekap oleh suaminya.


Rangga menggendong Sania membawanya ke tempat tidur tanpa melepas pagutan bibirnya. Tangannya tanpa sungkan memegang, meremasi sesuatu yang kembar di dada istrinya.


Dibaringkan tubuh istrinya di ranjang, dengan dia sudah siap di atasnya.


Tangan Rangga tak mau berhenti bermain dengan dua benda kenyal itu, sesekali memilin dan mengecupnya.


"Mendesahlah sayang !"


Bibirnya mengatup mendesah tertahan, menikmati desiran yang ia rasakan di tubuhnya.


Tubuh sania bergerak kegelian tiap sentuhan yang di lakukan suaminya.


Tiba- tiba ada sesuatu yang keluar dari bawah sana,basah..ia rasakan .


"Mas, aku bersih- bersih dulu" kata Sania ingin mengakhiri ini.


"Ada pelayan yang sudah membersihkannya sayang" masih tak rela disuruh berhenti dengan mainan barunya.


"Ahh Mmmm.. bukan itu. Maksudnya aku mau mandi dulu"


"Tak usah mandi, tubuhmu sudah wangi buatku"


"Maaaaas.." Sania menghalau tangan suaminya. Berguling menyingkir dari kungkungan suaminya.


Setelah berhasil menghindari jangkauan suaminya. Lalu Sania pun berlari kekamar mandi. Melucuti semua pakaiannya hendak membersihkan diri.


"Aaaahh..apa ini" Sania menatap nanar. "Dia pasti kecewa tau ini"

__ADS_1


Sementara diranjang , Rangga menatap sedih benda yang digulung membentuk bebek itu.


Dia tidak ingin membuat istrinya sedih, selain tidak bertemu, mereka juga tidak bisa berkomunikasi selama sebulan penuh.


Ada sang ayah memang yang akan menjaga Sania, tapi tetap Rangga tidak yakin. Pasalnya bisa saja Devan sewaktu waktu datang pada sania dan menggoda istrinya itu.


Belum lagi kalau Sania menolak dan melarangnya untuk pergi.


30 menit pun berlalu, Sania tak kunjung keluar dari persemediannya.


"Apa mungkin dia ketiduran di bathup" Rangga lalu mengetuk pintu kamar mandi.


Tidak ada respon.


"SAYAAANG...." Harus teriak dia memanggil. Sebab jarak pintunya lumayan jauh, atau barangkali suara air shower membuat Sania tidak dengar.


Ceklek..pintu di buka.


"ih ..Ternyata tidak dikunci, untuk apa aku teriak" gerutu Rangga.


"Stooop mas !!, jangan bergerak"


Rangga yang sudah dua langkah masuk dari pintu pun berhenti, dan reflek mengangkat kedua tangannya seperti menyerah akan ditembak.


"Ada apa sayang ?" Tanyanya pada sang istri.


"Tolong ambilkan tasku bisa ?" Pinta Sania.


"Bisa bisa" secepat mungkin Rangga keluar dari sana dan kembali lagi dengan apa yang Sania perintah.


"Ini " berjalan ke arah Sania dan mengulurkan tasnya.


"Stop mas ! Letakkan disitu saja, mas tolong keluar !"


Menurut saja lalu keluar "Kenapa sih" gumam Rangga.



.


.


.


.


.


Terima kasih udah baca karya aku ๐Ÿ˜˜


photo by Google . marina bay sands singapore.

__ADS_1


โœ“cerita hanya imajinasi belaka.. author sendiri belum pernah ngerasain maen maen ke hotel mewah ๐Ÿ’†โœŒ๏ธ


__ADS_2