Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
18. Mencari Sania


__ADS_3

Malam itu komandan security sedang bertugas sebagai team keamanan acara party yang diadakan oleh Devan dan rekannya, dari kejauhan ia melihat Rangga berlarian dari arah parkiran menuju pintu masuk cafe.


Tak lama kemudian dia membopong seorang wanita masuk kedalam mobilnya lalu pergi melesat dengan cepat laju mobilnya, Mungkin wanita itu kekasihnya yang mabuk pikir komandan.


Pak Komandan yang penasaran, melihat ulang kejadian tadi melalui cctv. Dia tidak asing dengan sosok wanita yang di bawa Rangga. Semua yang dia lihat dia laporkan pada Devan keesokan harinya, sebab malam itu Devan mabuk parah.


Setelah mendapat laporan Devan mencari Sania benar ia tidak di rumahnya, di kantor pun dia masih tercatat cuti. Devan resah lalu mencari Sania dengan berbekal alamat domisili awal ketika sania diterima masuk kerja, yang ia minta dari bagian HRd di kantor.


Menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya devan menemukan Sania di rumah orang tuanya.


"Untuk apa kemari? Kenapa pakai mobil operasional kantor ?" . Sania melirik ke dalam mobil barangkali ada seseorang disana. "Sama siapa?"


Dicecar banyak pertanyaan bukannya menjawab Devan malah balik bertanya. "Kenapa tiba- tiba kamu pulang? Kamu diantar siapa?"

__ADS_1


Ayah dan ibu Sania hanya bisa saling pandang. Sera yang menyadari Sania datang langsung berlari meninggalkan mainannya.


"Mamaaaaah... "


Hah ..anak siapa ini?


Devan tercengang pasalnya Sania tak pernah menceritakan apapun selama menjalin hubungan dengannya. Devan berkerut dahi, muncul banyak asumsi dikepalanya. Kata jangan- jangan seakan berputar diatas kepalanya.


Jangan- jangan ini anak dia, jangan- jangan dia janda, jangan- jangan.... kenapa dia sok jual mahal kalo ternyata dia bekas orang .ish


Sania masih kesal dengan kelakuan Devan sewaktu di cafe. Fakta perselingkuhan yang dia ketahui secara langsung. Rasanya ingin sekali mengusir lelaki ini, tapi Sania tak cukup tega melakukannya.


"Sera sayang.. masuk dulu ya main sama nenek" perintah Sania diangguki bocah itu, melangkah sekali menoleh dulu pada Devan. Yang dilihat diam tak bergeming lalu Sera berlari masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Sania jawab aku ! Itu anak siapa ?" Pertanyaan itu lolos begitu saja tanpa basa basi.


Sania melengos lalu melangkah duduk di kursi teras tak peduli Devan mau berapa lama berdiri disana.


Setengah berlari Devan ingin cepat mendapatkan penjelasan Sania, ikut duduk juga disana.


"San tolong jelasin semua ini!"


"Bisa nggak sopan sedikit.. apa yang perlu dijelaskan ha?" kesal Sania, keluar judesnya.


"siapa yang antar kamu pulang kesini?"


"memangnya kenapa? apa urusannya denganmu?" tangan Sania besedekap dada, berusaha menetralkan nada suara yang terucap agar tidak terdengar seperti sedang bertengkar. Bagaimana pun didalam ada orang tua yang tak tau hubungan apa tentang mereka berdua.

__ADS_1


"sunshine.. tolong jujur !" suara Devan memelas. Ada sesuatu yang Devan takutkan kalau memang benar Rangga yang menolong dan mengantar Sania pulang adalah Rangga sepupunya.


Devan tau persis, Rangga bukan player. Dia bukan pria yang suka bermain- main dan membuang waktu dengan berganti wanita. Dia serius, sosok laki- laki penuh wibawa dan bertanggung jawab, Dia pekerja keras bukan hanya materi kalau sudah menyangkut soal hati dia pun akan berjuang keras. Dari segi sikap dan mental sudah pasti Devan akan kalah jika bersaing dengan Rangga.


__ADS_2