
Sore harinya di kediaman pak Wijaya nampak sepi.
Semua orang berada di rumah sakit saat ini. Pak Wijaya sendiri masih di rumah sakit pusat menunggui Bu Sandra, kepergian Richard sebagai dokter yang
menanganinya, memberikan angin segar untuk kesembuhan adiknya itu.
Pihak rumah sakit pun sudah mendapat kabar bahwa peserta yang mereka kirim ke Jerman telah dipulangkan karena selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
Namun begitu pak Wijaya belum memberi kabar kepada keluarga di Indonesia, biarlah ini menjadi kejutan untuk menantu kesayangannya.
Saat ini Bu Riska dan pak Hendra sedang di kamar perawatan Sania. Mencemaskan keadaan putri mereka. Dokter bilang pergelangan tangan kanan Sania sedikit retak akibat jatuh secara mendadak dan bertumpu tangan yang tidak siap.
"Kak... Kenapa bisa begini sih ?" Tanya Reno yang baru tiba disana.
Baru ditinggal sebentar, selalu ada aja yang menimpa kakak iparnya ini.
__ADS_1
Sania menyengir, malu. Rasanya sungguh ia selalu merepotkan Reno kalau begini.
Baru juga sampai di lokasi resortnya, Reno mendapat kabar dari Neneng kalau Sania ditabrak mobil.
Hal itu membuatnya panik. Dia ke jogja akan mengurus kontraktor baru untuk pembangunan resortnya yang sebelumnya ditangani oleh Kelvin itu, tapi sebab Kelvin menggoda kakaknya ini, dia jadi terpaksa membatalkan hubungan kerjasama mereka.
Juga Reno berencana akan mendaftar kuliah di salah satu universitas ternama disana. Tapi kalau Rangga tidak kunjung pulang, agenda Reno lah yang dikorbankan kalau begini.
"Bapak sama ibu pulanglah ! malam ini biar Reno yang disini jagain kak Sania". Tuturnya pada Bu Riska dan pak Hendra.
Orang tua Sania pun mengiyakan, mereka membawa pulang semua pelayan juga Sera untuk beristirahat di rumah.
Devan meminta Adam mengusut mobil yang telah berani tabrak lari sunshine nya.
Kalau memang tidak sengaja, seharusnya dia turun setidaknya untuk meminta maaf. Tapi yang Devan lihat, minibus hitam yang menabrak Sania terlalu bernyali kabur dari lokasi.
__ADS_1
Dia tidak perlu meneriakinya, cukup cctv yang bekerja dan para saksi mata yang ada. Dan benar saja, malam ini dia sudah mengantongi identitas pelakunya.
"Gue harus cepat jenguk sunshine" ucapnya di dalam mobil yang sedang di kemudikan oleh Adam.
Masih dongkol rasanya, sahabatnya ini berani berhianat padanya. Membantu Rangga diam-diam sampai kekasihnya berhasil dinikahi sepupunya.
"Jenguk jenguk aja ! Tapi jangan berlebihan, dia ipar lo". Tanpa menoleh pada Devan, Adam menimpali.
"Ck.. persetan statusnya apa. Dia tetap my sunshine ".
"Jangan cari masalah, kata lo ikhlas ngebantu. Kerjaan gue jadi numpuk kalau begini". Bagaimana pun kontribusi Adam terhadap perusahaan tidak bisa di abaikan begitu saja oleh Devan. Maka dari itu kali ini Devan banyak hutang budi pada rekan-rekannya yang berhasil membuatnya merebut kembali apa yang menjadi haknya.
Devan menyugar rambutnya kasar "Arrh ... Semua gara-gara lo".
Adam menengok sekilas, mengkerutkan keningnya lalu fokus kembali pada jalanan yang lumayan padat dihadapannya.
__ADS_1
"Apa Lo bilang ?". sedikit meninggi, tidak terima masih saja disalahkan perkara Rangga berjodoh dengan Sania, walau tidak dipungkiri memang Adam lah yang membantu terlaksananya ijab kabul Rangga terhadap Sania di Singapura kala itu.
Devan menoleh ke kiri, dari pada berdebat dia lebih memilih memandangi padatnya kota yang mereka lewati saat ini. Bukan salah Adam, kekasihnya di ambil orang, Devan sadar itu.