Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
11. Pendekatan


__ADS_3

"Sebentar ya, mampir minimarket dulu"


Sania diam didalam mobil, memperhatikan Rangga yang sepertinya sedang belanja.


Rangga selesai lalu kembali ke mobil dengan membawa beberapa kantong plastik.


.........


"Ternyata rumah kita searah ya" seru Rangga ketika Sania mengarahkan ke gerbang masuk perumahannya.


Sania menunjuk rumahnya "Sudah sampai ..parkir saja dihalaman ! Jangan di jalan"


Setelah mobil terparkir, Sania turun duluan.


Lalu disusul Rangga yang ternyata turun dengan belanjaannya tadi dan juga segala yang Sania bawa dari rumah sakit.


Sania masih berdiri memegangi pintu mobil "Kenapa belanjaannya dibawa semua mas ?"


Rangga yang baru saja melewati Sania dengan bawaan penuh dikedua tangannya seketika berhenti.


"Yaaaa " Rangga menoleh pada Sania.


"Coba ulangi !"


Dia tidak dengar atau dia tersinggung ya haduh


"Itu belanjaannya kok ikut diturunin?"


Rangga berjalan lagi sampai diteras, diletakkannya semua itu di meja yang juga ada kursinya disana.


"Mau saya bantu ?"

__ADS_1


Kok dia nggak jawab yang tadi ya, dia marah. batin sania


"Tidak, terima kasih"


Sampai diteras Sania tidak langsung membuka pintu, dia memilih duduk di luar karna ada Rangga.


Rangga sibuk membuka buka bungkusan tadi. Yang bukan obat dan makanan, dia letakkan di lantai akhirnya.


"Nih... Makanlah ! Mau pilih pizza atau beef teriyaki rice bowl atau donat juga ada" membuka satu persatu untuk ditunjukkan.


"Wow makanan enak semua ini" Sania sumringah... Sepertinya baru kali ini dia merasa mendapat perhatian lebih.


"Iya silahkan dimakan, saya tau makanan rumah sakit pasti hambar"


Sania mengambil sepotong pizza mozzarela "iya makanan disana nggak ada yang enak"


Rangga yang melihat Sania mengunyah dengan lahap, tersenyum. Lalu ikut mengambil potongan pizza itu.


Perhatian banget si, beda dengan devan


"Makasih mas Rangga"


"Iya sama sama, saya suka dipanggil itu" kata Rangga sambil mengunyah.


"Namanya bener Rangga kan ?" Sania sedikit bingung.


"Iya, gelarnya"


"Mas?" Sania memastikan lagi.


"Iya ,panggil saya mas Rangga !"

__ADS_1


Eehh asik juga ni orang


Sania selesai makan dan minum obat "mas Rangga perhatian banget sama Sania, kasian ya ?"


"Iya kasian, diperantauan hidup sendiri, malah kecelakaan di jalan " mimik muka Rangga sedih dibuat buat.


"Iya nih.. sama sama mau ke kiri, ada mobil kuning langsung nerobos... Oh ya mas motor aku dimana ya, tau nggak?"


"Mungkin 30 menit lagi sampai" Sebelum keluar dari area parkir rumah sakit tadi, Rangga meminta tolong rekannya sesama security untuk membawa motor Sania, tapi alamat rumahnya baru ia kirimkan setelah ia sampai.


"Maaf ya mas, banyak merepotkan" tiba tiba mata Sania tertuju pada mobil Rangga.


Persis mobil yang dibawa Devan kemarin deh .


"Sania.. saya boleh save nomer kamu?"


"Eh iya boleh" lalu Sania menyebutkan nomer hapenya.


Beberapa menit kemudian pak Dadang datang dengan seseorang berseragam security juga, hanya beda warna.


"Selamat sore non, ini ada tamu bawa motor non Sania, katanya dari rumah sakit"


"Iya pak Dadang terimakasih"


"Saya permisi non, eh saya kira tadi mobil tuan Devan yang datang" tanpa rasa bersalah berucap seperti itu pak Dadang pun berlalu pergi.


security RS itu pun memarkirkan motor Sania tepat disamping mobil Rangga.


Rangga mendekat memberikan sesuatu " terima kasih pak, ini ongkosnya"


security itu pun pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2