Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
Jauh Disana


__ADS_3

Dibawah langit yang sama... Namun dibelahan dunia lainnya. Seorang pria sedang memikirkan nasibnya, terpisah seorang diri dari kelompoknya.


Jauh dari keluarga juga istrinya, padahal ini baru Minggu kedua dari waktu satu bulan yang dijanjikan. Tapi sudah membuatnya muak ingin segera pergi dari tempat penyekapan ini.


Dirinya yakin ini bukan sebuah kebetulan seolah sedang terjadi penculikan. Jelas semua ini sudah direncanakan secara matang, entah apa motifnya dia sendiri bimbang. Tidak seperti penyekapan pada umumnya, yang akan disiksa, diikat bahkan tidak diberi makan. Dia merasa diperlakukan baik disini.


Hanya saja perlakuan aneh yang dia rasa, dan tidak wajar menurutnya sebagai seorang pria dewasa.


Sebelum dirinya memasuki kamar mewah ini, beberapa orang membuatnya terpisah dari rombongan. Ya dia tidak sendiri, dari rumah sakit pusat yang dikelola orang tuanya ada beberapa nama yang ikut serta bersamanya. Juga seorang petugas yang menjemput dan menemaninya kebandara.


Ada pula gadis dengan status magang ikut serta dalam rombongan Rangga. Hanya saja mereka tidak mengenal satu sama lain.


Dua hari ini Rangga tidak bisa tidur dengan tenang, setelah sebelumnya dia dibawa kedalam sebuah ruangan yang mana banyak para gadis menari tanpa busana. Ya tanpa busana menurutnya, sebab hanya kain berenda transparan yang menutupi tubuh bagian sensitif dan dua buah kembar menggantungnya saja.


Entah apa maksudnya. Sebagai lelaki normal melihat itu membuatnya tersiksa.


Pandangannya menatap pada dinding, menahan hasrat gairah kelelakiannya yang tiba-tiba muncul.


"Fuuuck tempat apa ini" umpat Rangga . Para gadis itu tidak menyentuhnya, tidak juga menggerayanginya. Tapi ulah mereka dengan gerakan eksotisnya membuat sekujur tubuh Rangga meremang.


Terakhir kali dia bersama istrinya saja dia sudah harus menahan gairahnya, sekarang di tempat ini dia dibuat kaku panas dingin melihatnya.

__ADS_1


Dia berharap semua ini segera berakhir.


Disaat Rangga dengan susah payah menahan gejolak dalam dirinya, dua orang petugas laki-laki datang dan menggiringnya ke sebuah kamar.


Sekarang, disinilah dia berada, disebuah kamar mewah yang luas. Tak ada satu kata pun yang di tanyakan pada dua orang tadi padahal banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalanya sedari dia dipisahkan dari rombongannya kemarin.


Rangga menurut saja karena dia mengira mungkin ini bagian dari prosedur penelitian itu.


"Ck.. penelitian macam apa ini. Kegiatan konyol yang merusak otak ku".


Dia tidak dipenjara, tapi diluar kamarnya ada dua orang petugas yang berjaga,dan mengawal dirinya ketika keluar dari kamar ini . Membuat dia seolah merasa tersekap dengan keadaan ini.


Derap langkah kaki membuat Rangga menoleh kearah sumber suara.


Wanita. Rangga mengerutkan keningnya.


Seorang wanita dengan gaun terbuka, datang menemui Rangga.


"Welcome... Mr. Addyson from janendra internasional hospital".


Rangga tersenyum sinis.

__ADS_1


Kalimat sambutan yang diucapkan wanita itu terdengar seperti sebuah ejekan baginya.


Darimana wanita itu tau namanya, bukan sebuah tanda tanya besar untuk Rangga. Karena sudah pasti dalam formulir peserta sudah tertera data pribadinya dengan lengkap.


Yang jadi pertanyaannya, untuk apa wanita dengan berbalut pakaian seperti itu datang kepadanya.


"Anda terlihat tidak suka dengan kedatanganku tuan ?"


"Untuk apa aku dibawa kesini?" tanya Rangga menatap tajam wanita itu.


"Tenanglah tuan, apa anda sudah tidak sabar ?"


Wanita itu berjalan perlahan menuju ranjang besar, dan mulai duduk disana dengan menyilangkan kakinya. memamerkan kaki jenjang nan mulusnya.


Rangga memalingkan wajahnya menghadap jendela, melihat langit diluar sana dengan Kerlip bintang bertaburan.


Entah apa yang akan terjadi jika dia tidak segera keluar dari tempat laknat ini.


Rangga memejamkan mata, "Sania" ucap Rangga dalam hati.


Wanita diatas ranjang sana terus memposisikan dirinya menggoda membangkitkan gairah Rangga.

__ADS_1


__ADS_2