Bahagiaku Sederhana

Bahagiaku Sederhana
36. Dijodohkan


__ADS_3

"Aarrgh sial" umpat Devan penuh amarah. Setelah sepuluh menit dicari akhirnya ketemu juga benda itu. Dengan emosi Devan mendial nomor Sania, menelpon sang kekasih dan mengirim beberapa pesan namun tak ada jawaban.


Pletaaak...


Dilemparlah benda yang dia rasa tak berguna itu hingga retak seluruh layarnya.


Dina hanya diam melihat Devan yang tengah diselimuti kemarahan. Entah harus bagaimana dia menenangkan pasiennya itu, ditinggalkan dengan keadaan kacau gitu juga tak mungkin. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari bantuan orang rumah lainnya, mungkin saja ada cara untuk menenangkan dan mengajak bicara Devan barang sebentar saja.


Belum sampai Dina menuruni anak tangga, Bu Sandra sudah menyapanya lebih dulu.


"Ada apa din?" Tanya Bu Sandra .


"Syukurlah Tante sudah pulang. Devan mengamuk di kamar"Jawab Dina.


"Kenapa anak itu ?"ucap Bu sandra, lalu Keduanya berlari menuju kamar Devan.


Devan nampak kacau terduduk di lantai dengan bersandar kaca pintu antara kamar menuju balkon.


Pria itu menangis, menangisi keadaan dirinya yang sudah merasa tak bebas.


Juga iri pada Rangga. Devan yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengan Sania tak pernah sedekat itu, sedang Rangga yang baru beberapa hari mengenal Sania sudah langsung membawanya kerumah.

__ADS_1


Dulu dirinya dimanja, dibebaskan untuk berbuat apapun tapi kenapa untuk urusan jodoh harus diatur. Namun begitu, Devan tetap patuh pada kemauan ibunya.


"Sayang... Ada apa denganmu nak?" Bu Sandra mendekat, mencoba mengelus pundak putranya.


Devan mendongak menatap ibunya. "Mah... Bolehkah aku menemuinya" hanya kata itu yang di ucap Devan, tapi Bu Sandra tau siapa yang dimaksud Devan.


Ada sedikit sesal kenapa tadi dia tidak memperbolehkan Sania masuk menjenguk putranya.


Bu Sandra menatap lekat mata putranya yang nampak memerah karna menangis. Benarkah Devan seserius itu pada Sania. Lalu kenapa kemarin dia juga menjalin hubungan dengan citra, si gadis matre calon anak tiri, dari adik angkat suaminya, yang bernama Erik.


Hanya anggukan Bu Sandra, sudah cukup memberikan jawaban bahwa beliau mengijinkan Devan pergi menemui Sania. Pastinya ada Dina yang akan ikut serta bersama putranya.


.........


Pintu ruang rawat ayah Sania dibuka, mereka lalu melangkahkan kaki masuk. "Assalamualaikum..." Ucap Rangga dan Sania berbarengan.


"Waalaikumsalam" sahut Sera, ibu dan ayah Sania juga ada pak Wijaya disana.


Tak heran Sania, jika sedang ada pak Wijaya diruangan rawat ayahnya. Mungkin sedang ada jadwal pemeriksaan rutin. Tapi kemudian Sania terheran sang ayah terbaring dengan tangannya menggenggam tangan pak Wijaya. Ada apa?.


"Nak kemarilah !" Perintah pak Wijaya ,ayah Rangga.

__ADS_1


"Hen, lihatlah..!" Pak Wijaya menepuk pundak Rangga beberapa kali. "Dia putraku, jagoan pertamaku"


"Benarkah? Dia menantu idamanku" jawab pak Hendra.


Ada apa ini.. baru sehari saja aku nggak nengokin, ayah udah akrab sama dokternya sampai sebut sebut menantu segala. gumam Sania.


Mendengar hal itu Rangga pun demikian, dia tak menyangka bahwa sang ayah ternyata sudah mengenal orang tua Sania. Dalam hati ada secercah harapan Rangga bisa dekat dengan Sania lebih jauh.


"Kamu belum mengenalnya saja sudah bilang menantu idaman hen .haha" ucap pak Wijaya.


"Siapa bilang belum kenal, dia pernah menginap dirumahku satu malam" jawab pak Hendra ketus.


"Apa ?" Pak Wijaya terkejut, anak yang tadi dia ceritakan dengan bangga ternyata pernah menginap di rumah temannya sendiri.


"Dasar anak nakal"


satu jeweran mendarat di telinga Rangga. Pasalnya masa lalu Rangga yang pernah di tuduh meniduri anak gadis orang itu membuat pak Wijaya trauma. Benar masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dan Rangga mau bertanggung jawab. Tapi komentar orang di luaran sana yang tak tau menahu tapi sok tau itu yang membuat telinga panas.


Terlebih pak Wijaya adalah orang terpandang yang sukses sebagai pemilik beberapa rumah sakit elit di negara ini, bahkan saat ini memiliki saham cukup besar juga di rumah sakit di negara Singapura . Reputasinya sedikit terganggu akibat berita gosip miring tentang skandal Rangga dan Cintya dulu.


"Ampun yah" Rangga memegangi telinganya yang panas akibat jeweran sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2