
Dengan tangan masih terikat dikursi kayu, Rangga nampak memindai Steve. Pria bule ini orang kepercayaan keluarga Leon bahkan sedari orang tua Leon masih ada. Tapi bisa-bisanya dengan hanya alasan iba pada dirinya, semudah itu dia mengatakan akan membantu Rangga yang notabene nya adalah korban sandera tuannya. Rangga tampak berpikir keras.
Ada niat terselebung apa yang dokter itu rencanakan ?. Kenapa malah ingin Rangga terlepas dari tuannya. Bukankah akan jadi boomerang bagi dokter itu sendiri kalau sampai Leon tau Rangga dibebaskan olehnya, bahkan mungkin Leon akan memecatnya karena mendapati kenyataan orang kepercayaannya berhianat dan bersekongkol dengan musuhnya.
"Ada apa tuan ? Kenapa kau terlihat takut, aku ini baik padamu". Ucap Steve melihat mimik keraguan pada wajah Rangga.
"Aku mau menerima tawaran bantuanmu, tapi apa tidak membahayakan dirimu sendiri ? Kenapa berkorban untukku?".
Dalam hati Steve menyeringai. Justru dengan adanya dirimu akan menghambat pergerakan ku.
Steve tersenyum sebelum menjawab.
"Aku dengar anda calon dokter yang hebat buktinya sampai lolos seleksi bisa mengikuti penelitian di lab".
Masih disebut calon, sebab memang Rangga baru akan diwisuda bulan depan.
Rangga tersenyum kecut, "kau berlebihan, mungkin karena koneksi makanya aku terpilih".
"Oh haha.. kekuatan orang dalam maksudmu ?" Tanyanya mencibir, dia tau Leon begitu meng elu-elukan Rangga sebagai dokter hebat yang nantinya akan masuk dan bergabung dengan jaringannya. Itu suatu keuntungan besar bagi perusahaannya.
__ADS_1
Jerman adalah salah satu negara yang memiliki tenaga medis dan alat kesehatan terbaik di dunia. Dan kontribusi keluarga Leon adalah salah satu yang berpengaruh di negara itu.
Bergerak dalam bidang farmasi dan pembuatan alat medis yang namanya sudah dikenal kancah internasional tentu membutuhkan tenaga ahli dan profesional banyak dibidangnya. Dan Rangga digadang-gadang sebagai kandidat terbaik pilihan Leon. Belum lagi jika sampai terhubung dalam ikatan keluarga dengan menikahi Leona, sudah pasti Rangga akan menguasai seluruhnya. Setidaknya itu menurut Steve.
Steve Mayer, pria bule keturunan Amerika lulusan fakultas kedokteran di salah satu universitas jurusan farmasi terbaik no delapan di dunia, yakni university of california san francisco dengan predikat
Summa cum laude di rekrut langsung oleh mendiang ayah Leon. Bertahun tahun mengabdikan diri pada keluarga Leon dan merawat Leona dengan obat obatan hasil racikan tangannya sendiri. Membuat Steve sedikit tak rela dengan kemunculan Rangga yang mendadak dan berpotensi mengambil Leona darinya.
"Orang dalam ya ? Ya sebut saja begitu" jawab Rangga tanpa menjelaskan bahwa dirinya putra dokter Wijaya, yang beberapa tahun ini berhasil menjadikan rumah sakit miliknya masuk dalam jajaran rumah sakit terbaik taraf internasional.
"Lalu bagaimana caranya?" Tanya Rangga.
"huh sebal aku" Mona menghempaskan tubuhnya disofa.
Leona berkerut kening "kepalaku masih nyeri, jangan buat aku terbebani dengan keluhanmu mon". Ucapnya, baru juga sadar dari pingsannya sahabatnya ini sudah berkeluh kesal lagi perkara wanita lain yang di simpan Leon dalam kamarnya.
"Siapa sih dia ? Apa dia wanita masa kecil kakakmu juga ?".
Leona menaikkan bahunya "Entahlah.. mungkin teman addyson yang leon gunakan sebagai alat negosiasi".
__ADS_1
"Oh tawanan rupanya, tapi diperlakukan bak tamu spesial" protesnya.
"Kau pikir kakakku jahat ? Semudah itu menyakiti orang lain ?" Cecar Leona tidak terima.
"Ah ..jangan katakan kalau Leon menyukai wanita itu ?".
Leona menggeleng "kalau pun suka tidak masalah, kakakku sudah cukup umur untuk menikah".
"Issssh... Kamu masih saja tidak merestui ku mendekati kakakmu, padahal aku sudah berkorban untukmu ?" Mona mendengus "kau tau, aku hampir mati tercekik oleh tangan berotot pujaan hatimu itu ..huh". Memutar bola matanya ,ia mengingat kejadian malam itu. Saat ia terusir dengan kasar layaknya jalan6 yang tak bisa memuaskan customernya.
"Itu artinya dia bersih, bahkan dia tidak tergoda dengan gadis-gadis liar yang kau bawa itu" Leona tergelak "kalau dia terlena sudah pasti dia menerkam dirimu saat itu juga, bahkan dengan diriku saja dia tidak tertarik" .setelah mengatakan itu raut wajah Leona berubah sendu.
Ia mengingat Rangga yang saat itu menolak dirinya.
Ceklek
Pintu terbuka seiring dengan masuknya Leon ke dalam kamar mewah nan luas milik kembarannya.
Keduanya menoleh pada suara derap langkah sepatu yang kian mendekat.
__ADS_1
"Kak.. apa kau berhasil menemukannya ?". Tanya Leona. Sementara Leona menunggu jawaban dr kakaknya , Mona sibuk menata rambut dan penampilannya. Dia tidak ingin tersaingi oleh wanita yang bahkan Leon simpan di kamarnya.