Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Perpisahan


__ADS_3

Pagi ini seluruh anggota keluarga Naina sudah berada didepan rumah eyang putri.


Cuaca pagi itu terasa mendung, sama seperti keadaan hati mereka masing masing yang akan melepas kepergian Naina dan Reyza yang akan kembali ke ibukota.


Naina memeluk ibu dan Abah nya serta eyang putri bergantian. Begitu pula dengan Reyza dan Beti.


"ibu, Abah, eyang, Nai pamit. jaga kesehatan kalian baik baik ya, Nai janji akan sering sering menjenguk kalian" kata Naina dengan mata yang berkaca-kaca


"iya nak, kamu harus jadi istri yang baik pada suami mu, harus nurut apa kata suami" saran Ibu


"iya Bu" jawab Naina sembari menghapus setitik air mata nya


"obat mu diminum terus, jangan ketinggalan" timpal eyang putri


"enggeh eyang" jawab Naina


"tolong jaga Naina dengan baik ya nak Reyza, bimbing dia supaya menjadi istri yang baik. dia tanggung jawab mu sekarang, tolong bahagiakan dia, kami belum mampu membahagiakan nya selama ini" ucap Abah pada Reyza yang langsung mengangguk dan tersenyum , sementara Naina malah terisak mendengar penuturan Abah nya


"tentu Abah, saya berjanji akan menjaga nya dengan baik, ibu dan abah tidak perlu khawatir" jawab Reyza yakin


Naina menangis tersedu dan kembali memeluk Abah nya, sementara ibu mengusap punggung anak sulung nya itu.


Walau bagaimana pun, setiap perpisahan itu pasti meninggalkan luka, meski mereka dapat bertemu kembali.


Dulu Naina berpisah dengan orang tua nya karena untuk mengejar cita cita nya dan merubah nasib nya, namun sekarang dia berpisah dari orang tua nya adalah karena untuk memulai kehidupan nya yang baru, membuat keluarga kecil nya sendiri dan meninggalkan keluarga lama nya.


"jangan nangis nduk, kamu harus bahagia disana" kata Abah lagi, dia merasa senang sekaligus sedih saat ini, begitu pula dengan ibu yang juga ikut menahan tangis nya. Anak kebanggan mereka kini sudah menikah, dan itu berarti tanggung jawab mereka telah selesai, dan harus siap merelakan. Hukum alam yang pasti akan terjadi.


"Nai pasti bahagia Abah, Bu. Tapi kalian juga salah satu alasan Naina bahagia. Terima kasih untuk segala yang telah kalian kasih buat Nai, maafin Nai kalau Nai belum bisa jadi anak yang baik selama ini, Nai masih sering membangkang" jawab Naina yang kini telah melepas pelukan nya dan menatap ibu dan Abah nya bergantian.


"kamu anak baik nak, maka Gusti Allah sayang sama kamu, dia kasih suami dan Rezky yang baik untuk kamu. jadi kamu harus jaga semua itu" balas Ibu. Naina langsung mengangguk dan kembali memeluk ibu nya


"terima kasih Bu, terimakasih. Naina menyayangi ibu, sangat" ucap nya dalam pelukan ibu nya


"ibu juga sangat menyayangi mu nak" jawab ibu,


Beti dan Loli juga ikut menangis dalam diam mereka melihat perpisahan Naina dan keluarga nya, ya walaupun mereka masih bisa bertemu kembali, tapi sudah dilain cerita.


Sedangkan Sean berdiri sedikit jauh dari tempat mereka berada, menyiapkan segala keperluan kepulangan tuan nya.


Kini Naina berlalih pada eyang putri yang menatap nya dengan senyuman hangat nya

__ADS_1


"eyang, terimakasih banyak untuk segala perjuangan dan usaha eyang selama ini, berkat eyang Nai bisa sembuh lagi"kata Naina pada eyang putri


"eyang cuma perantara, selebih nya kamu yang berjuang. maka dari itu, mulai sekarang hargai kesehatan dan waktu. gunakan sebaik mungkin. kesehatan mu sangat berharga untuk semua orang" ungkap eyang putri mengusap lembut bahu Naina


"iya eyang, sekali lagi terima kasih" jawab Naina dan kembali memeluk eyang putri


Naina kembali pada Reyza yang tersenyum hangat menatap nya. Dia kembali memperhatikan satu persatu orang orang yang sangat berharga dihidup nya itu.


"kalau begitu kami pamit dulu, ibu, Abah dan eyang. doakan kami agar pernikahan kami selalu bahagia" kata Reyza


"iya nak, doa kami selalu menyertai kalian. hati hati dijalan." jawab Abah


"jangan lupa sering kasih kabar ibu ya" sahut ibu pula


"iya Abah, ibu" jawab Naina serentak


dan kini giliran Beti yang berpamitan pada ketiga orang tua disana. dia memeluk satu persatu anggota keluarga Naina yang sudah dianggapnya sebagai keluarga nya sendiri itu


"baik baik disana ya nak, tolong bantu Naina" kata ibu setelah Beti melepaskan pelukan nya


"iya Bu, pasti" jawab Beti


"kau cepat cari jodoh, biar bisa cepat nikah, ingat umur mu sudah tua" kata eyang putri membuat Beti menghela nafas kesal sementara yang lain tersenyum lucu


"mana ada yang kayak dia, anak tuan Suryo cuma satu" balas eyang putri


"ya, minimal ganteng nya lah. masak iya aku yang cantik gini dapet yang jelek" ucap nya bangga membuat suasana yang tadi nya mendung berubah kembali hangat


"sudah, sudah, itu nak Sean sudah menunggu" timpal ibu menengahi perdebatan mereka


"pergilah hati hati" kata eyang putri. Reyza, Naina dan Beti langsung mengangguk


"Sean, ingat, jangan macam macam pada cucuku, jika kau berani menyentuh nya sedikit saja. aku sunat kau dua kali" ancam eyang putri saat Sean dan Lolita berpamitan pada nya


Sean langsung tersenyum canggung dan melirik Lolita yang terkekeh mendengar ancaman eyang putri


"iya eyang, saya masih sabar menunggu hingga loli selesai sekolah" jawab Sean


"siap siap kau jadi perjaka tua, aku berniat menyekolahkan nya hingga S3" ungkap Reyza dengan senyum smirk nya membuat Sean melebarkan mata nya dan kini menatap Lolita dengan tatapan memelas


"apa benar begitu?" tanya nya cepat

__ADS_1


"kalau kak Reyza ingin menjadi donatur nya, kenapa enggak" jawab Loli santai membuat Sean melemas seketika,


"jahat sekali"gumam nya lesu membuat Reyza dan yang lain nya malah terbahak sementara ibu dan Abah geleng geleng kepala


"Abah, tolong, saya tidak tahan kalau menunggu lama" pinta nya memelas, membuat Reyza semakin gencar mentertawai nya,


"kakak ih, jahat amat" kata Naina mencubit pelan perut Reyza yang meringis sebentar namun masih dengan sisa tawa nya


"Abah terserah Loli saja nak Sean, jika dia setuju, lamar lah saat dia sudah menyelesaikan S1 nya nanti" jawab Abah


"wah Abah terbaik" sahut Sean senang dan melirik Loli yang tersenyum malu malu


"dasar pedofil" sinis Reyza, dan Sean hanya mendengus kesal, untung bos, kalau tidak sudah ingin dia hajar wajah tuan nya yang menjengkelkan ini


"kamit pamit ya" kata Naina dan semua orang langsung mengangguk dan tersenyum melepas kepergian mereka.


Akhir nya Reyza, Naina, Beti, Loli dan Sean berangkat keibukota bersama dengan menggunakan mobil.


Sudah ada dua mobil mewah yang disiapkan oleh Sean untuk membawa tuan dan istri nya itu.


Reyza, Naina dan Beti ada dimobil pertama dengan supir yang ditugaskan untuk menjemput nya. Sedangkan Sean berada dimobil nya sendiri bersama dengan Lolita.


Mereka melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan pada keluarga nya, air mata Naina kembali menetes, dan dia harus siap menjalani kehidupan baru nya saat ini. Memulai kehidupan baru dengan status yang sudah terikat didunia dan akhirat nya.


Reyza langsung menarik Naina kedalam rengkuhan nya dan mengusap air mata istri nya itu dengan lembut.


"jangan sedih sayang, kapan pun kamu mau, kita bisa menemui mereka" kata Reyza


"iya kak, Nai cuma gak nyangka bisa ada difase ini" jawab nya tersenyum sembari menyandarkan kepala nya didada Reyza


"tapi kamu bahagia kan?" tanya Reyza


"tentu saja, Nai bahagia, sangat bahagia. terimakasih untuk semua nya" jawab Naina


"everything for you sayang. kamu kebahagiaan ku" balas Reyza pula sembari mencium lama pucuk kepala istri nya


Beti dan supir yang ada didepan hanya diam tanpa mau melihat atau melirik apa yang dilakukan oleh tuan mereka. mereka menikmati perjalanan itu dengan pemikiran masing masing.


Perjalanan panjang yang melelahkan, namun dari situlah Naina dan Reyza akan menjalani kehidupan yang sesungguh nya, kehidupan yang penuh dengan suka dan duka yang akan mereka lalui bersama. Kehidupan yang berbeda ketika mereka masih sama sama sendiri, kehidupan yang penuh dengan tanggung jawab dan tuntutan pendapat masing masing. Semoga cinta mereka bisa kuat hingga mereka mampu saling memberi dan menerima satu sama lain.


...

__ADS_1


next


__ADS_2