
Malam ini Reyza, Dion, Naina dan juga Clarissa sudah berada dirumah dukun patah yang akan mengobati lengan Reyza.
Nampak Reyza sedang menahan gugup nya,
"sakit gak ya Di? " bisik Reyza pada Dion yang duduk disebelah nya
"mana gue tau, gue gak pernah" balas Dion cuek
"kalian pulang aja deh, biar gue yang nungguin ni anak" ucap Dion pada Clarissa dan juga Naina
"iya, udah malem banget, kalian istirahat aja" timpal Reyza pula
Naina dan Clarissa saling pandang dan mengangguk
"yauda deh, kami pulang duluan kalo gitu, Naina juga butuh istirahat" ucap Clarissa
"ya, gue terima kasih banyak sama kalian ya, udah mau repot repot seharian ini" kata Reyza menatap Naina dan Clarissa
"ya kak, gak papa. Kami balik dulu" kata Clarissa.
Mereka pun bangun dari duduk nya dan hendak berjalan keluar, namun langkah mereka terhenti karena panggilan Reyza.
"na "
Deg
Naina terpaku ditempat nya mendengar panggilan itu, tubuh nya langsung bergetar, panggilan yang sudah lama sekali tak pernah didengar nya.
Clarissa memandang nanar sahabat nya dan menatap Reyza dengan canggung.
Dengan mencoba menahan air mata yang jatuh dia pun melihat kearah suara yang memanggil nya
"makasi ya, hati hati dijalan" kata Reyza menatap bingung wajah Naina yang tiba tiba berubah sendu
Naina pun hanya mengangguk kaku dan langsung berlalu keluar diikuti Clarissa dibelakang nya.
"dia kenapa? " tanya Reyza bingung. Sementara Dion hanya mengendikan bahu tanda ia juga tidak mengerti.
..
Sementara saat ini Naina dan Clarissa sudah berada didalam mobil Clarissa.
Naina masih terlihat menangis sesunggukan dengan wajah yang ia tutup dengan telapak tangan nya.
"Nai udah dong, jangan nangis terus. Lo harus ikhlas Nai" kata Clarissa yang ikut merasakan kesedihan sahabat nya itu.
"hiks hiks, aku udah ikhlas Cla, tapi entah kenapa setiap ada yang ngingetin tentang dia aku gak bisa nahan air mata ini, aku rindu dia" ujar Naina terbata karena isak tangis nya
"Nai, gue yakin dia disana pasti sedih liat lo kayak gini, lo itu harus kuat biar dia disana juga bahagia" ungkap Clarissa yang masih fokus pada kemudi nya
Sementara Naina masih dengan tangisan nya. Mengingat kenangan yang telah berlalu dan pergi sungguh sangat menyakitkan untuk nya. Apalagi jika rindu yang tak bisa ia balaskan.
"gue nginep disini aja ya Nai, males pulang, udah malem banget, bokap gue juga gak dirumah. Boleh kan" tanya Clarissa yang memang sengaja tidak ingin meninggalkan sahabat nya itu sendiri.
Naina pun hanya mengangguk mengiyakan permintaan clarissa.
Sementara ditempat Reyza
"aaarrggghhh,, sakit mbah sakiit!! " pekik Reyza saat lengan nya mulai disentuh sang dukun pijat
"tahan to le, ben cepet mulih, iki wes bengkak, tahan yo, dikit lagi" ujar simbah sambil terus memijit lengan Reyza dengan hati hati
Dion hanya tertawa geli melihat kelakuan Reyza yang seperti anak kecil teriak teriak kesakitan
"diem lo kampret, malah ngetawain gue" umpat Reyza kesal sambil terus menahan sakit
"anak mami ya gini, disuntik takut, dipijit teriak teriak. Tertipu gue sama tampang lo" ejek Dion yang semakin membuat Reyza kesal
"aarrggghh, pelan pelan mbahh. Adduuhh maamaa tolong" teriak Reyza yang semakin membuat Dion tertawa geli
__ADS_1
"hahaha, astaga ini anak ya, dosa apa gue dulu bisa kenal orang kayak elo" ungkap Dion tertawa geli
"aarrggh, sialan lo, pergi lo sana. Aduh aduuh" teriak Reyza lagi
"siksa aja terus mbah, manja bener dia memang, otot aja besar" ejek Dion
"hahhaa, iyo le, tengok iki otot ne bagus, gedi, tapi la ya kok orah tahan sakit" kata simbah sambil menepuk nepuk otot otot tubuh Reyza
"aduh mbah, udah lemes saya ini, jangan dipukulin lagi dong" ucap Reyza yang membuat Dion dan simbah terkekeh geli.
"hahaha, parah banget lo za, ngidam apa emak lo dulu, gak tahan sakit" ejek Dion lagi
"aduuuuhh, diem lo brengsek" maki Reyza yang masih menahan sakit
Setelah hampir satu jam akhir nya drama pijat pijatan itu pun selesai dengan wajah merah Reyza yang menahan sakit.
Dion dan Reyza pun pamit pulang kerumah mereka masing masing.
Setelah mengantarkan Reyza baru lah Dion pulang kerumah nya.
..
Beberapa hari sudah berlalu, kini Reyza juga sudah pulih dan sudah masuk kuliah lagi.
Hubungan nya dengan Naina juga sudah cukup bagus meski terkadang masih diselingi dengan pertengkaran konyol.
Saat ini Naina dan juga Clarissa sedang makan siang dikantin kampus.
Tampak Dion dan juga Reyza menghampiri mereka.
"hai ladies, gabung boleh? " tanya Dion yang sudah membawa makanan nya bersama Reyza
"boleh kak, duduk aja." kata Clarissa sedangkan Naina hanya tersenyum tipis
"gimana keadaan lengan kakak, udah baikan kah? " tanya Clarissa
"udah bisa kerja belum, pak bos nanyain tuh, kalau gak mau kerja lagi dia mau cari orang baru" ucap Naina ketus
"kerja lah, nanti sore juga gue udah masuk" jawab Reyza tak kalah ketus juga
Sementara Dion dan Clarissa hanya saling pandang
"bagus lah, capek banget aku ditanyain terus sama fans kakak disana" sewot Naina
"ya memang gini resiko punya tampang keren" kata Reyza bangga
"cih pd amat, keren kok takut jarum suntik. Malu banget kalo itu aku" ejek Naina
"nama nya juga phobia, lo aja gak pernah ngerasa" sewot Reyza
"ngerasa lah, phobia aku sama kakak" sahut Naina ketus
"gaya lu, awas aja lu jatuh cinta sama gue" goda Reyza
"oh mon maaf, gak bakalan jatuh cinta sama cowo penakut kayak kakak. Gak banget" ketus Naina sembari melengos
"helehh, nangis lu kalau sampek jatuh cinta sama gue nanti" kata Reyza lagi
"gak bakalan" kata Naina menatap tajam wajah tampan Reyza yang begitu menyebalkan menurut nya
"ck, kalian ini bisa gak sih sebentar aja akur, baru juga baik udah ribut lagi" kata Clarissa geleng geleng kepala
"ya, biasa nya yang kayak gini ini bakalan cepet jatuh cinta nya" goda Dion
"gak bakalan" kata Naina dan Reyza serempak
"nah tu kompak, bener kan kata gue" ucap Dion tertawa dan Clarisaa sudah terkekeh geli melihat kelakuan sahabat nya.
"sialan lo, " sewot Reyza
__ADS_1
Mereka pun makan siang bersama dengan sesekali ditemani candaan dan pertengkaran ala Naina dan juga Reyza.
Setelah selesai makan mereka pun kembali ketempat masing masing.
"gue liat Naina cakep juga bro" kata Dion yang kini tengah duduk disebelah Reyza didalam kelas mereka
"yauda sikat aja" sahut Reyza cuek
"ck, gue nawarin lo lah. Gue udah jatuh hati sama temen nya itu" ungkap Dion
"Clarissa? " tanya Reyza
"iya, sebenar nya sih udah lama, cuma gak ada kesempatan buat deketin dia, eh karena lo sama Naina jadi gue bisa deh deketin tu anak" jelas Dion semangat
"wah, sikat terus lah, jangan sampek lepas" kata Reyza
"jelas dong, apalagi kalo kita sama sama. Kan lebih asyik tuh" kata Dion yang langsung mendapatkan tatapan tajam Reyza
"males gue" kata Reyza singkat
"kenapa, Naina cantik lagi, baik juga, gak neko neko, cocok sama elo" kata Dion
"gak tertarik" jawab reyza yang mulai jengah
"kenapa, jangan bilang lo suka batangan ya" goda Dion yang langsung mendapat timpukan buku dikepala nya
"sialan lo, gue normal ya" sewot Reyza
"lah terus kenapa, udah wajar kali kita nyari pasangan diusia segini" kata Dion heran
"hmmh, rasa nya gue masih trauma Di" lirih Reyza
Dion menatap heran sahabat nya itu. Terlihat jelas raut kesedihan dimata nya.
"kenapa? Jangan bilang lo pernah dikhianati? " tanya Dion yang membuat Reyza menganggukan kepala nya
"tapi kan gak semua cewe sama za" kata Dion memberi pengertian
"ntah lah, gue masih takut. masih males juga" kata Reyza sembari menopang kepala nya dengan tangan
"takut? " tanya Dion mengernyitkan dahi nya
"takut hati gue sakit lagi. Dan itu gak enak banget. Lo bayangin lo udah cinta mati sama dia, udah serius tapi lo malah dkhianati, ah kalau inget itu gue rasa nya gak pengen kenal cewe lagi" ungkap Reyza menghembuskan nafas nya dengan kasar. Bayang bayang wajah gadis yang masih mengisi hati nya sampai kini terngiang kembali dalam ingatan nya
"coba gue tebak, lo pindah kesini karena lo patah hati ya? " tebak Dion
Dan Reyza pun menganggukan kepala nya
"astaga segitu nya za" kata Dion tak habis fikir
"dia cinta pertama gue, dari SMA sampek setahun yang lalu, udah selama itu gimana gak sakit" kata Reyza sendu
Dan dion hanya menatap iba sahabat baru nya itu. Jelas terlihat hati nya yang masih patah sepatah patah nya
"ah sial, gue jadi curhat kan" kata Reyza terkekeh menutupi kesedihan nya
"haha, itulah guna nya temen bro, dan gue belum pernah jatuh cinta dan juga patah hati jadi gue gak tau gimana rasa nya. Ini baru mau mulai sama Clarissa, entah yang mana yang bakal gue dapetin nanti" ungkap Dion terkekeh
"haha, semoga nasib lo lebih baik dari gue, gue liat tu cewe baik kok, beda dari yang lain, padahal dia anak orang kaya kan" kata Reyza menatap Dion yang sedang senyum senyum sendiri
"ya karena itulah gue suka. Dan untuk lo coba lah move on, gue rasa beda orang pasti beda sifat " tutur Dion memberi semangat
"ya, tapi belum untuk sekarang" jawab Reyza lesu
...
*jangan lupa tinggalin jejak ya readers ku
😉*
__ADS_1