Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
BangunLah Sayang


__ADS_3

Keesokan hari nya...


Hari sudah menjelang sore kembali, kondisi Reyza sudah mulai membaik. Meski dia masih terlihat begitu lemah dan pucat. Namun dia sudah dapat duduk dan alat bantu pernafasan nya juga sudah dicabut. Terlihat Miranti dengan setia menemani nya. Saat ini dia sedang menyuapi Reyza makan.


Tuan Suryo baru saja pulang kerumah nya untuk beristirahat diantar oleh pak Roy. Begitu juga dengan Danil yang baru bisa pulang kerumah nya pagi tadi untuk melihat keadaan istri dan anak nya.


Kondisi Naina masih sama seperti semalam, masih betah dalam tidur lelap nya.


Beti dengan setia menjaga nya, tidak ada seorang pun yang tahu mengenai kabar kecelakaan Reyza, semua saksi mata ditempat kejadian sudah ditutup mulut oleh pak Roy. Bahkan beberapa media sosial yang sempat mengunggah foto dan berita kecelakaan itu sudah dapat ditangani dengan baik oleh asisten tuan Suryo itu bersama orang orang nya.


Beti pun memberitahu kepada mbak Nita menejer Naina bahwa gadis itu tengah pulang kampung karena orang tua nya sakit.


Dan untung nya mbak Nita percaya.


"ma, Naina kemana, kenapa sampai sekarang dia belum menjengukku? Apa dia baik baik saja? " tanya Reyza untuk yang kesekian kali nya dan itu kembali membuat Miranti gugup


"emmh, nanti kita temui dia ya nak, kau istirahatlah dulu" jawab Miranti lembut tanpa berani menatap wajah pucat Reyza


"ma, aku belum tenang jika belum tau kabar nya, aku takut dia marah padaku karena membohongi nya" ungkap Reyza gelisah


"membohongi apa? " tanya Miranti sembari mengerutkan dahi nya


"tentang hubungan ku dengan kak Abi, dia berfikir aku mendekati nya hanya kasian karena ditinggal oleh kak Abi, dia salah paham karena aku tidak memberitahukan nya bahwa aku dan kak Abi Bersaudara ma" ungkap Reyza sendu


"tenang lah nak, dia pasti mengerti, dia juga sangat mencintaimu, dia terlihat begitu terpukul saat tau kau kecelakaan semalam" jelas Miranti mengusap lembut lengan Reyza


"lantas kenapa sampai sekarang dia tidak juga menemui ku, mama pasti tau kan dimana dia, " tanya Reyza lagi yang membuat Miranti semakin bingung


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu yang membuat percakapan mereka terhenti. Terlihat Danil datang dengan membawa pakaian ganti untuk Reyza


"bagaimana keadaan anda tuan muda? " tanya Danil mendekati Reyza sembari meletakan tas pakaian nya diatas meja


"aku sudah lebih baik, Naina dimana mas, apa kau tak bersama nya? " tanya Reyza menatap Danil.


Danil pun melirik Miranti yang wajah nya berubah menjadi sendu


"kalau anda sudah membaik kita akan menemui nya" jawab Danil membuat Reyza memicingkan mata nya, dia tahu pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka


"aku sudah membaik, dia dimana sekarang, ayolah, apa yang kalian tutupi dari ku? " tanya Reyza kesal


"nak, tenang lah" kata Miranti

__ADS_1


"ma, bagaimana aku bisa tenang kalau sampai sekarang aku tidak tau kabar Naina ku, ponsel nya juga tidak bisa dihubungi" ucap Reyza semakin kesal


"sebaik nya kita bawa saja nyonya" kata Danil menatap Miranti. Dan Reyza semakin bertanya tanya


"Naina dimana mas Danil" seru Reyza lagi


"tunggu disini sebentar tuan" ucap Danil tanpa mengindahkan pertanyaan Reyza. Dia pun langsung keluar dari kamar Reyza. Miranti hanya dapat terdiam menahan tangis nya. Dan Reyza semakin tak menentu hati nya.


Beberapa saat kemudian terlihat Danil datang bersama dengan seorang suster dan juga sebuah kursi roda.


"mari duduk disini tuan" kata Danil membantu Reyza untuk duduk dikursi roda nya. Reyza pun hanya diam dan menurut saat Danil mendorong nya keluar ruangan.


Miranti dan suster itu pun mengikuti langkah Danil yang membawa Reyza keruangan sebelah.


Danil menarik nafas nya yang terasa sesak sebelum membuka pintu ruangan itu. Dan Reyza semakin berdebar jantung nya, ada apa sebenar nya, batin nya. Sungguh perasaan menjadi tidak menentu sekarang


Saat pintu dibuka terlihat lah Beti yang duduk disamping ranjang seorang gadis yang sedang tertidur dengan tenang.


Reyza langsung terperangah melihat itu saat Danil membawa nya mendekati ranjang Naina.


"Naina kenapa? " tanya Reyza memegang lengan Naina yang diinfus. Wajah nya tidak sepucat semalam, namun kesadaran nya masih belum juga pulih


"Naina kenapa Bet, Ma, mas Danil" seru Reyza menatap semua orang yang ada diruangan itu dengan raut wajah tidak menentu, cemas takut dan khawatir, bahkan dia tidak lagi merasakan kesakitan ditubuh nya yang masih lemah. Mata nya langsung berkaca kaca melihat Naina yang terbaring lemah disana.


"ya tuhan, Naina, bangunlah sayang, " lirih Reyza sembari mengusap pelan wajah putih mulus Naina yang masih sedikit pucat. Sungguh dia merasa bersalah melihat Naina seperti ini.


Danil pun mengajak semua orang disana untuk keluar, supaya Reyza bisa lebih leluasa berbicara pada Naina.


"sayang, bangunlah. Aku sudah berjanji padamu kan, bahwa aku akan selalu menemani mu, bangunlah" lirih Reyza. Setitik air mata jatuh membasahi pipi nya


"aku tidak akan pergi dari mu. maafkan aku yang tidak berkata jujur padamu, aku hanya takut kamu berubah Nai"


Lirih Reyza yang terus menggenggam erat tangan Naina, dan sesekali mencium dahi gadis itu


"nai, aku mencintaimu, bangunlah. Ayo kita berjuang bersama" ucap Reyza mengelus lembut wajah putih Naina


"kamu gadis yang kuat nai, bangun sayang. Kakak butuh kamu Naina! " seru Reyza terisak.


Setitik air mata jatuh dari sudut mata Naina. Reyza pun langsung tersenyum dan menghapus nya, dia yakin Naina mampu mendengar perkataan nya ini


"kamu dengar kan sayang, bangun lah, kakak membutuhkan mu disini, jangan tidur terus, kamu mau kakak sakit lagi hmm" lirih Reyza sembari merebahkan kepala nya dipundak Naina

__ADS_1


Beberapa saat Reyza terdiam dengan air mata nya, sungguh pilu hati nya melihat gadis nya terluka seperti ini.


"maafkan aku kak, aku membuat gadis kesayangan kita terluka seperti ini" batin Reyza dalam hati


Beberapa saat kemudian Danil, Beti dan juga Miranti masuk keruangan itu. Mereka melihat Reyza masih setia menatap wajah Naina dari kursi roda nya.


Danil mengusap bahu Reyza pelan


"dia gadis yang kuat, dia hanya butuh ketenangan sebentar, bersabarlah" ucap Danil


Dan Reyza masih memandang nanar gadis nya yang masih terlelap itu.


"kita istirahat dulu ya nak" ajak Miranti lembut


"aku disini saja ma" lirih Reyza


"istirahat lah dulu bang, nanti kalau ada apa apa aku kasi tau abang la" ucap Beti pula


"enggak bet, aku mau menemani Naina disini" kata Reyza lagi


"pulihkan dulu kondisi mu tuan, kalau kalian berdua terbaring lemah bagaimana dengan kami, tidak mungkin kita terus terusan disini kan" jelas Danil sembari menekan setiap perkataan nya


"tapi Naina ku, aku mau satu ruangan dengan dia mas" pinta Reyza


"tapi nak"


"ma, aku mohon" ucap Reyza memelas


"baiklah, saya akan mengurus semua nya" kata Danil. Dia pun keluar dari ruangan itu.


"Nai, bangun lah kau Nai, liat lah abang ganteng mu udah sadar, masak kalian gantian sih Nai, kasihanilah kami Nai." kata Beti memegang kaki Naina


"sayang bangunlah, " lirih Reyza pula


Sedangkan Miranti hanya bisa terdiam dengan mata nya yang berkaca kaca melihat betapa saling mencintai nya mereka.


Beberapa saat kemudian Danil pun datang dengan beberapa orang perawat. Mereka memindahkan Naina keruangan dimana Reyza dirawat.


Jadilah sekarang Reyza dan Naina satu ruangan. Reyza pun merebahkan diri nya yang sudah terasa sangat lemas. Dia menatap gadis nya yang terbaring diranjang sebelah.


Cepat lah bangun sayang. Batin Reyza menatap Naina hingga dia tertidur dalam kelelahan nya

__ADS_1


...


next


__ADS_2