
Beberapa bulan sudah berlalu. Namun kondisi Naina masih tetap belum ada perubahan. Kemoterapi nya sudah dihentikan mengingat tubuh nya yang kini semakin lemah. Bahkan rambut nya kini sudah habis sempurna.
Naina pun dibawa pulang kekampung eyang putri nya untuk menjalani pengobatan tradisional lanjutan namun tetap juga dalam pantauan dokter.
Ibu dan Beti senantiasa selalu setia menemani nya untuk berjuang.
Setiap pagi Beti selalu membawa Naina berjalan pagi untuk merilekskan semua otot otot nya agar tidak kaku.
Sedangkan sore hari ibu yang menemani Naina untuk perawatan ritual mandi dengan ramuan ramuan dari eyang putri.
Naina menjalani semua pengobatan itu dengan pasrah, dan tetap berharap agar segera sembuh.
Meski disisi lain hati nya sangat merindukan sang pujaan hati, Reyza Askara yang kini telah sangat membenci nya.
"kak, Nai rindu. Sebentar lagi kakak pulang, dan seharus nya kita bisa bertemu melepas kerinduan ini. Tapi apa daya, Nai yang sekarang sungguh tak pantas untuk mu kan." lirih Naina menatap pantulan diri nya dicermin kamar, wajah nya sudah kurus dan layu, bahkan rambut nya juga sudah habis sempurna.
Air mata menetes diwajah nya saat tangan nya meraba wajah pucat nya, wajah yang dulu cantik dan begitu dikagumi oleh Reyza, kini sudah seperti mayat hidup yang bahkan Naina sendiri terkadang takut melihat diri nya sendiri.
..
Sementara ditempat lain
Reyza baru pulang dari kampus nya. Kini dia hanya tinggal menunggu hari kelulusan nya.
Reyza yang sekarang bukan lagi Reyza yang dulu, patah hati membuat nya menjadi orang yang semakin dingin dan tak tersentuh.
Bahkan dengan Dion sifat nya juga berubah, tidak lagi sehangat dulu.
"za, bulan depan kita lulus dan pulang kampung. Apa rencana lo selanjut nya? " tanya Dion
"lihat nanti saja" jawab Reyza singkat
"lo kerja aja diperusahaan bokap gue, dari pada kesana kemari lagi" ujar Dion namun membuat Reyza tersenyum sinis
"lo bakalan tau apa yang akan gue lakukan nanti" jawab Reyza yang membuat Dion menghembuskan kasar nafas nya
Sampai sekarang dia sungguh merasa sangat kehilangan sikap hangat Reyza yang dulu.
"za, berhentilah bermain perempuan disini, itu bukan nya memperbaiki perasaan lo, tapi bakal ngancuri hidup lo za" ungkap Dion yang membuat Reyza menatap nya dengan sinis
"gue udah capek dikhianati terus, dan sekarang waktu nya gue yang main main. Lo gak usah ikut campur" ketus Reyza
"za, gue memang gak tau gimana sakit nya hati lo, tapi sebagai teman gue cuma ngingetin aja" ucap Dion menatap kesal Reyza
"hmm, terima kasih"
Gue rindu lo yang dulu za. Batin Dion sedih, sahabat yang selalu menjadi panutan nya dan tempat berbagi nya, kini sungguh sangat berubah, tidak ada lagi kehangatan dan keceriaan Reyza, semua terasa begitu asing sekarang.
Semenjak hubungan nya hancur dengan Naina, Reyza memang lebih suka bergonta ganti pacar, seakan akan ia ingin menunjukan bahwa dia juga bisa mempermainkan perasaan wanita.
Reyza juga terkadang suka ke club malam dan minum sampai puas dan mabuk, dan terkadang Dion yang harus selalu sabar menghadapi nya.
Dion sudah bertanya pada Clarissa tentang apa yang sebenar nya terjadi, namun Clarissa juga tidak mengetahui apapun. Bahkan diri nya juga tidak tau lagi dimana keberadaan Naina sekarang. Dia seperti hilang ditelan bumi. Apalagi sejak berita nya yang viral dengan CEO RC itu Naina sudah tidak menampakan diri nya lagi. Bahkan adik nya juga tidak kuliah lagi ditempat itu.
Clarissa juga sudah mencoba mencari dimana keberadaan sahabat nya itu, bahkan dia sampai mendatangi agensi Record Company, dan betapa terkejut nya dia jika Naina sudah resign dari sana.
Dua orang itu kini tengah merundung dengan nasib percintaan mereka.
Reyza dengan cara nya mempermainkan wanita dan Naina dengan kepasrahan nya berjuang melawan maut.
__ADS_1
..
sementara Ditempat Lolita...
Loli kini tengah duduk melamun dikantin kampus nya. Dia hanya menyendiri, rasa sepi dirumah karena kakak nya kini sudah jauh membuat nya semakin merasa kesepian.
Dikampus Loli juga jarang berinteraksi dengan teman teman nya. Dan untung saja tak banyak yang tahu jika dia adalah adik dari seorang Naina Sheralia, karena setelah Naina memutuskan untuk menjalani pengobatan nya dan menjual rumah mereka, Lolita juga pindah ke universitas lain dan tinggal disebuah rumah kontrakan kecil agar tidak ada yang tahu tentang identitas nya, dia tidak ingin para wartawan pencari berita menemukan nya dan menanyakan semua tentang Naina.
Tak berapa lama kemudian tiba tiba lamunan nya buyar karena kedatangan Sean. Pria tampan yang kini tengah dekat dengan nya. Pria yang sudah mencuri hati nya sejak awal pertemuan mereka.
"hei, kenapa sering banget ngelamun" kata Sean mengejutkan Lolita.
"kakak, ngejutin aja. Ngapain disini? " tanya Loli heran sembari menatap Sean yang kini sudah duduk didepan nya
"pertanyaan macam apa itu, ya untuk menemui gadis kecil kakak ini lah" jawab Sean sembari menarik hidung mancung Loli
"isshh,, suka banget sih narik idung aku" kata Loli cemberut
"hehe, gemesss" ungkap Sean terkekeh geli menatap wajah imut gadis kecil yang juga sudah menarik perhatian nya
"kamu kenapa sih akhir akhir ini sering banget ngelamun?" tanya Sean menatap wajah imut Loli
"gak papa kak, cuma galau aja. Ngerasa sepi"jawab Loli sendu
"Naina kapan balik lagi kesini? " tanya Sean
"belum tau, kak Nai masih pengen dikampung, kata nya mau istirahat dulu" jawab Loli dengan mata yang mulai berkaca kaca. Hati nya begitu sedih mengingat keadaan kakak nya yang sampai sekarang belum juga membaik
Sean yang melihat perubahan wajah Loli setiap kali menceritakan keadaan Naina pun membuat nya semakin curiga bahwa ada yang disembunyikan oleh mereka.
"kamu gak mau cerita sesuatu pada kakak Lol? "tanya Sean menatap lekat wajah Loli
"kakak tau ada yang kamu sembunyikan dari kakak" ungkap Sean yang membuat Loli sedikit terhenyak
"gak ada kok" jawab Loli menunduk
Sean pun langsung menggenggam tangan lolita,
"sejauh ini kamu menganggap kakak apa? " tanya Sean serius
"maksud kakak? " tanya Loli dengan jantung yang mulai bergetar hebat
"kakak menyukai mu, menyayangi mu Lol, bukan seperti kakak pada adik nya, tapi sebagai seorang pria pada wanita. Sudah hampir setahun kedekatan kita, apa kamu tidak merasa kan apa yang kakak rasakan? " tanya Sean yakin membuat Loli sangat terkejut
"ta tapi bagaimana bisa, kakak bilang waktu itu Loli hanya anak kecil yang butuh perlindungan dari kakak" jawab Loli menunduk sedih, masih belum percaya pada kata kata Sean
"kakak hanya masih ingin membuktikan bagaimana sebenar nya perasaan kakak pada mu, dan ternyata kakak benar benar jatuh cinta padamu Lol" ungkap Sean yang membuat Loli menatap lekat wajah pria yang memang sudah membuat jantung nya bergetar sedari awal mereka bertemu
Sean pun mengeluarkan sebuah kotak kecil dari jaket nya. Dia membuka kota itu dan mengeluarkan isi nya yang ternyata sebuah cincin berlian sederhana namun sangat manis.
"aku mencintai mu Lolita ananda putri, maukah kau menjadi kekasih ku? " ungkap Sean sembari berdiri dan menggenggam tangan Lolita.
Semua orang dikantin menatap mereka dengan perasaan senang, kagum melihat keberanian Sean
Mata Lolita berkaca kaca, dia pun menatap Sean dan menganggukan kepala nya.
Sean tersenyum senang dan langsung memakaikan cincin itu kejari manis Loli, dengan segera dia pun mengecup lembut punggung tangan gadis itu membuat suasana menjadi riuh oleh tepuk tangan para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat aksi Sean melamar gadis imut yang menjadi primadona dikampus itu.
Sean dan Loli pun tersadar dari kebaperan mereka, melihat teman teman Loli yang semua menatap kearah mereka, mereka hanya bisa tersenyum malu.
__ADS_1
Ya, semua orang dikampus itu sudah tahu jika Sean memang dekat dengan Lolita, bahkan dia selalu menyempatkan diri untuk datang ke kampus disela sela pekerjaan nya demi menemui gadis imut itu.
Beberapa saat kemudian Sean langsung mengantar Loli pulang kerumah nya yang tak jauh dari kampus itu.
"terima kasih sayang, gadis kecil ini ternyata bisa membuat kakak bahagia" ungkap Sean saat mereka sudah berada dirumah Loli
"Loli juga bahagia kak, terima kasih" balas Loli dengan wajah memerah dan masih tersenyum malu mengingat hubungan nya dengan Sean sekarang.
"yasudah masuk lah, kakak pulang dulu ya, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan" kata Sean mengacak gemas rambut Loli
"iya kak, hati hati. Mungkin untuk beberapa hari kita tak bisa berjumpa dulu kak" ucap Loli yang membuat Sean langsung menatap nya
"kenapa? " tanya Sean heran
"aku mau pulang kekampung, mau lihat kak Nai, hanya dua hari" jawab Loli
"mau kakak antar? " tawar Sean
"eh, gak usah kak. Gak usah, aku bisa mintak jemput orang kok" jawab Loli gugup dan itu membuat Sean langsung menghela nafas nya sejenak
"hmhh, coba sini. " ajak Sean menarik tangan Loli untuk duduk dikursi teras rumah itu
"kakak tau ada yang kamu sembunyikan, cobalah cerita siapa tau bisa mengurangi beban mu, kita sudah mempunyai hubungan dan kamu masih menganggap kakak sebagai orang asing" ungkap Sean menatap lekat wajah Loli yang memerah dan mulai menjatuhkan air mata nya. Sontak saja itu semakin membuat Sean curiga
"tapi kakak janji jangan beritahu siapapun" kata Loli terbata disela isak tangis nya
"iya sayang, kakak janji" ucap Sean lembut sembari menghapus air mata Loli
"sebenar nya kak Nai sakit kak, udah hampir setahun ini. Hiks hiks" isak Loli membuat Sean terkesiap kaget
"sakit apa? " tanya Sean penasaran
"kanker otak stadium tiga" jawab Loli semakin tersedu dan tentu saja itu membuat Sean begitu terkejut.
"apa, yang benar Lol" ucap Sean mencoba untuk tidak percaya, namun raut wajah Loli menjawab segala nya.
Dia hanya bisa terisak pilu mengenang derita kakak nya itu.
Pantas saja dia menghilang bagai ditelan bumi. Batin Sean
Sean langsung memeluk erat tubuh Loli yang bergetar. Hingga beberapa saat setelah tangisan nya mereda Sean pun melepas dekapan nya.
"sudah jangan bersedih, Naina gadis yang kuat, dia pasti sembuh. Apalagi ada Reyza yang mendukung nya" ungkap Sean
Namun Loli menggelengkan kepala nya membuat Sean bingung
" itu yang menjadi masalah nya kak. kak Nai sudah memutuskan hubungan mereka kak, bahkan kak Reyza tidak tahu tentang penyakit kak Nai" lirih Loli
"yatuhan, kenapa harus begitu? " tanya Sean heran
"kak Nai tidak ingin menjadi beban kak Reyza, dia hanya ingin fokus pada kesembuhan nya sendiri. Maka nya tak ada satu orang pun yang tahu tentang penyakit nya bahkan kak Cla juga tidak tau" ungkap Loli
"yasudah kalau begitu. Besok kakak temani kamu ya, kakak juga ingin lihat keadaan nya" kata Sean dan Loli pun akhir nya mengangguk
"tapi kakak janji jangan beritahu siapapun, apalagi sampai kak Reyza dan keluarga nya tau, ini permintaan kak Nai" ungkap Loli menatap lekat dan harap pada Sean
"iya sayang, kakak janji" jawab Sean lembut
'Naina, kenapa harus seperti ini' batin Sean sedih
__ADS_1