Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Terimakasih Telah Kembali


__ADS_3

Reyza meletakan tubuh Naina diatas tempat tidur nya dengan perlahan. Dikecup nya singkat kening istri nya dengan tatapan mata yang penuh cinta dan sayang membuat Naina selalu mengucap syukur setiap waktu untuk itu.


"aku kekamar mandi dulu ya" kata Reyza lembut dan Naina hanya mengangguk dan tersenyum


Naina memperhatikan seluruh sudut kamar nya yang bernuansa cokelat muda itu, kamar yang menjadi saksi bisu bagaimana penderitaan nya selama setahun ini.


Dua bulan yang lalu dia kira dia akan berakhir dan akan kehilangan semua nya, namun sekarang sungguh dia sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan nya kesempatan hidup untuk menjadi lebih baik lagi.


Naina begitu bersykur dikelilingi oleh orang orang yang begitu menyayangi nya. Diberikan orang tua yang kuat dan sangat peduli pada nya, sahabat yang begitu tulus, dan yang pasti kebahagiaan nya lengkap karena diberikan suami yang sangat mencintai nya sepenuh hati.


Mata Naina berkaca kaca, tidak tahu harus bagaimana mengungkap kan kebahagiaan nya saat ini. yang pasti dia akan selalu menjadi yang terbaik untuk orang orang disekeliling nya, terutama untuk orang orang yang telah berjuang keras membantu nya untuk sembuh.


Naina tiba tiba teringat satu hal, buku diary, dimana buku diary nya. Dia mencoba bangun perlahan dan duduk disisi tempat tidur nya sembari membuka laci meja nakas , namun buku itu tidak ada disana, padahal selama ini buku itu selalu dia letakan ditempat itu, apa dia lupa batin nya.


Naina beranjak dan berjalan menuju meja rias nya, dia membuka setiap laci yang ada disana , namun nihil


"kemana ya, perasaan disini terus, kalau gak ada disini dimana?" gumam nya masih terus membungkuk dan memeriksa kembali isi laci nya, hingga sebuah pelukan mendarat melingkari tubuh nya membuat Naina terkesiap kaget


"kakak" gumam nya


"cari apa hm????" tanya Reyza lembut sembari menciumi tengkuk Naina hingga membuat gadis itu menggeliat geli


"cari buku" jawab Naina membalikan tubuh nya menatap Reyza yang terlihat begitu segar dan semakin tampan sehabis mandi


"buku" tanya Reyza mengernyit heran, tangan nya masih berada dipinggang istri nya


"iya, perasaan Nai selalu letak disini, tapi gak ada. siapa yang ngambil ya" fikir Naina lagi


"buku apa sayang, kalau hilang nanti kita beli lagi" jawab Reyza santai membuat Naina langsung mengerucutkan bibir nya


cup


Reyza langsung menyambar bibir tipis itu dengan cepat membuat Naina mendengus kesal


"kakak ih, suka banget begitu" kata Naina memukul pelan lengan Reyza yang tertawa gemas melihat wajah kesal istri nya

__ADS_1


"apa yang salah, sama istri sendiri" jawab Reyza


"bilang bilang dulu dong, Nai kan terkejut" balas Naina


"oh begitu. yasudah, istriku sayang, aku mau cium kamu ya" kata Reyza yang langsung kembali mencium bibir Naina bahkan ******* nya dengan lembut membuat Naina melebarkan mata nya namun lama kelamaan dia juga ikut terbuai dengan permainan suami nya.


Hingga saat Naina sudah mulai kehabisan nafas barulah Reyza melepaskan pagutan nya.


"Hei, kenapa tidak bernafas" kata Reyza tertawa lucu sembari mengusap bibir istri nya yang terlihat membengkak karena ulah nya. Naina kembali mendengus kesal


"sudah sering, tapi kamu masih belum mahir juga" goda Reyza hingga semburat merah muncul dipipi tirus Naina


"apaan sih kak" dengus Naina memalingkan wajah nya yang malu


"kamu cantik jika seperti ini" bisik Reyza memeluk Naina yang langsung menyelusupkan wajah nya kedalam pelukan Reyza


"cantik apa nya, Nai udah jelek sekarang, kurus, pucat, rambut pun seperti ini" lirih nya dalam pelukan Reyza


"semua nya pasti kembali seperti dulu sayang, hanya butuh waktu" jawab Reyza mengusap lembut punggung Naina, kemudian dia melepaskan pelukan nya dan mengangkat tubuh Naina untuk dibawa nya naik ketempat tidur nya


"apa kakak tidak malu punya istri seperti Nai?" tanya Naina yang kini telah terbaring dalam rengkuhan Reyza.


"kenapa harus malu. Kamu bukan sebuah aib untuk disembunyikan, kamu adalah anugrah terindah dari Tuhan untuk kakak" jawab Reyza lembut, dan lagi lagi Naina menjadi sangat terharu dengan setiap perkataan Reyza


"walaupun banyak perempuan cantik diluar sana" tanya Naina lagi


"apa kamu tidak percaya dengan semua cinta yang sudah kakak berikan sayang?" tanya Reyza balik sembari menatap lekat wajah sendu Naina


"Nai percaya, tapi sungguh dengan keadaan yang seperti ini, Nai jadi takut tidak bisa membuat kakak bahagia. Untuk mengurus diri sendiri saja Nai belum mampu, apalagi menjadi istri yang baik untuk kakak" lirih nya membuat Reyza tersenyum lembut dan mencium lama kening Naina


"kamu hanya cukup selalu tersenyum seperti ini saja sudah bisa membuat kakak bahagia sayang" ungkap Reyza membuat Naina menatap wajah tampan nya


"kamu tahu, saat kamu tidak sadar dan berada diantara hidup dan mati, rasa nya kakak tidak sanggup Nai, seperti kehilangan separuh jiwa, trauma karena kehilangan kak Abi rasa nya masih begitu lekat, sehingga kakak begitu takut kehilangan kamu, ingin rasa nya kakak saja yang menggantikan mu saat itu" ungkap Reyza dengan mata yang berkaca kaca, dan dapat Naina lihat Reyza yang terlihat begitu hancur jika mengingat itu.


"maaf, Nai juga tidak ingin seperti itu" jawab Naina mengeratkan pelukan nya ditubuh Reyza

__ADS_1


"tidak apa apa sayang. Sekarang kamu sudah disini, sudah kembali dalam pelukan kakak. kakak harap kita bisa hidup berdua dan menua bersama" harap Reyza


"amin. Terimakasih sudah menjadi suami yang hebat untuk Nai kak" ucap Naina begitu terharu


"terimakasih juga sudah kembali sayang" balas Reyza.


Mereka saling berpelukan melepaskan segala beban yang ada. Saling bersyukur satu sama lain, perjuangan mereka dari awal bertemu hingga sekarang, benar benar penuh perjuangan.


Cinta, rindu, dan segala kesakitan kini telah terganti dengan kebahagiaan.


...


Dibelakang rumah eyang putri Beti duduk termenung digazebo tempat dulu Naina sering menghabiskan waktu nya.


Dia belum bisa tidur, dan entah kenapa wajah tampan dokter menyebalkan itu terus bermain didalam fikiran nya.


"ish, kenapa pulak lah asik dia aja yang ada didalam otak ku ini ya. kesal kali aku, mau tidur gak bisa, makan gak enak. kenapa nya aku ini" gumam nya sembari memangku kepala nya dengan sebelah tangan nya


"padahal udah sering aku nengok orang orang ganteng, tapi kenapa mukak dia yang pas Pasan itu malah kayak hantu dikepala ku."


Beti menghembuskan nafas nya dengan berat


"bang dokter , bang dokter. kau buat aku jadi kayak orang gila gini"


"ngeselin memang"


"tapi kok aku kangen ya,"


"aaarrggh ..... cemana la coba ini" lirih Beti menutup wajah nya dengan telapak tangan nya


...


...


*jangan lupa like dan komen guys

__ADS_1


terimakasih untuk pembaca setia ku ya 🙏🤗🤗*


__ADS_2