Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Menemani Naina Rekaman


__ADS_3

Seperti janji nya semalam pada Naina. Hari ini Reyza dan Naina sudah berada digedung Record Company untuk memulai rekaman pertama gadis itu.


Terlihat disana sudah banyak cru dan panitia yang akan mengurus segala keperluan Naina. Ada juga pak Agung dan asisten nya serta beberapa artis senior lain.


Naina dan juga Reyza pun dipersilahkan duduk sementara yang lain menyiapkan keperluan mereka.


"ini jadwal anda nona, silahkan dibaca dan disimpan baik baik" ucap asisten pak Agung sembari menyerahkan sabuah map bewarna merah


Naina pun mengambil nya dengan senang hati.


"kamu bisa menjadi asisten sekaligus menejer nya Reza, karena jika rekaman ini sukses dan laku keras dipasaran, otomatis jadwal Naina akan lebih padat lagi, kalian bisa bekerja sama bukan" tanya pak Agung menatap Reyza dan juga Naina bergantian


Naina menatap Reyza yang tersenyum ke arah nya dan juga pak Agung


"tentu saja pak, saya akan selalu menjadi asisten yang baik untuk Naina" kata Reyza


Naina pun hanya bisa tersenyum manis mendengar penuturan Reyza


"good job, itu baru kekasih yang setia" kata pak Agung berkelakar.


Jadilah satu harian itu Naina menyelesaikan rekaman pertama nya, sekaligus membuat sampul cover untuk dipublikasikan ke beberapa stasiun tv milik record company dan yang lain nya.


Reyza dengan setia menunggu hingga Naina selesai melaksanakan kegiatan nya. Banyak pasang mata yang memperhatikan nya selama Naina berada didalam ruangan lain, namun Reyza tidak begitu memperdulikan nya karena baginya gadis kesayangan nya adalah yang terpenting untuk nya sekarang.


"mas nungguin mbak Nai ya, yang penyanyi baru itu? " tanya salah seorang gadis yang merupakan salah satu cru disana


"iya mbak, " jawab Reyza sembari tersenyum ramah


"kayak nya masih lama lagi, mas nya kalau mau minum atau makan bisa kepantry dibawah ya" ucap nya ramah


"oh iya mbak, terima kasih, nanti saya kebawah" jawab Reyza


"kalian cocok banget deh mas, sama sama ganteng dan cantik, mas juga setia banget nungguin mbak nya, buat kami pada baper" kata seorang cru yang lain


"hehe, mbak bisa aja" ucap Reyza kikuk


"iya lo mas, sebelas duabelas sama pak bos kita ya Cin" kata cru yang bernama Sela


"iya, mas nya cocok nya jadi model aja mas" ucap Cindi pula


"gak bakat saya mbak" jawab Reyza malas


"tampang mas itu lo perfect banget, untung aja mas ganteng, kalo gak mungkin mbak Nai udah jatuh hati sama pak bos kita ya Sel" ucap Cindi yang membuat Reyza mengernyitkan dahi nya


"iya mas, soal nya seluruh cru maupun artis disini semua nya pada tergila gila sama pak bos kita yang cool banget itu, hati hati lo mas jaga mbak Nai dari pesona nya pak bos kami" kata Sela pula


"emang bos nya belum nikah ?" tanya Reyza yang mulai termakan hasutan dua cru cantik itu


"belum lah, masih muda mas, guanteng banget, pesona nya bikin yang ngeliat pada ngeleleh, tapi ya gitu sampek sekarang belum ada yang bisa dapetin hati nya, bahkan artis artis cantik disini pun gak ada yang bisa dapetin hati pak bos kita" ungkap Sela


Reyza pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


"iya mas, ya walaupun wajah mas gak jauh beda ganteng nya sama pak bos tapi pesona pak bos itu lebih berwibawa ya sel, aura nya itu gak manusiawi banget" ungkap Cindi pula


"ya gimana mau sama mbak, saya cuma orang biasa sedangkan dia CEO, gimana sih mbak ini" ucap Reyza terkekeh


"hehehe, iya sih, kami cuma ngingetin aja mas, soal nya udah banyak lo kejadian ya kayak mbak Naina gini, lama lama dia udah terkenal dan hebat nah malah jatuh hati sama CEO nya sendiri, kan gawat" ucap Cindi


"Naina gak seperti itu mbak" jawab Reyza membela gadis nya


"hehe, iya mas, kami cuma ngingetin aja. Maaf ya mas, jangan tersinggung lo" kata Sela


"iya mas, nanti kalo mas lihat sendiri pak bos kami mas bakalan paham apa maksud kami, " tambah Cindi pula


"iya mbak, saya jadi penasaran seperti apa pak bos kalian " ucap Reyza yang memang sudah termakan perkataan dua cru itu


"biasa nya sesekali dia bakal nemuin artis baru nya mas, kalo mas sering ikut mbak Naina pasti bisa lah jumpa sama pak bos kami" kata Sela

__ADS_1


"iya mbak" balas Reyza


"yauda kami lanjut kerja lagi deh, kami tinggal ya mas" kata Sela


Dan Reyza hanya tersenyum melepas kepergian mereka


Seperti apasih orang nya, kok gue jadi penasaran ya, sialan mereka malah nakut nakutin. Batin Reyza gelisah


Hingga hari sudah menjelang sore Naina baru menyelesaikan kerjaan nya.


Diapun keluar menemui Reyza yang kelihatan nya sedang duduk sambil memainkan ponsel nya.


"kak, maaf ya nunggu nya lama banget ya" ucap Naina yang juga duduk disebelah nya


"gak papa, udah selesai? " tanya Reyza menatap wajah lelah Naina


"udah kok, tadi ambil gambar nya yang lama, maka nya baru keluar sekarang" jawab Naina merasa bersalah membiarkan Reyza terlalu lama menunggu


"yauda gak papa, kita pulang? " tanya Reyza dan Naina pun mengangguk.


Mereka pun pulang kekost Naina karena hari sudah mulai sore. Terlihat jalanan masih sangat padat dan mereka terjebak macet.


"capek banget ya? " tanya Reyza sembari mengelus pelan lutut Naina yang sedang menyandarkan kepala nya dipunggung reyza


"enggak kok, cuma pengen rebahan aja disini, hehe" jawab Naina sambil memeluk pinggang reyza


Reyza pun tersenyum manis mendapat perlakuan Naina


"manja banget siih" kata Reyza mengelus lembut pipi Naina dengan tangan kiri nya. Dia pun melajukan motor nya dengan perlahan


Ada kehangatan yang Naina rasakan ketika bersama dengan Reyza. Rasa selalu ingin dekat dan jantung yang berdebar seperti saat bersama kekasih nya dulu.


Apa aku sudah jatuh cinta padamu kak? Batin Naina


Beberapa menit kemudian motor yang dibawa Reyza pun tiba dikostan Naina. Reyza memarkirkan motor nya dan melepaskan helm milik Naina.


"masuk dulu yuk kak, Nai buatin makanan, kita belum sempet makan kan? " kata Naina menatap Reyza


"boleh lah, yang penting kan gak macem macem. Hehe" jawab Naina tertawa


Reyza pun mengacak gemas rambut Naina


"yauda, boleh deh. Tapi emang kamu bisa masak? " tanya Reyza yang mengikuti langkah Naina masuk kerumah nya


"sepele kakak ini, walaupun Nai sibuk. Tapi Nai juga bisa masak ya, ibu yang ngajarin. " jawab Naina sembari masuk kemarnya untuk meletakan tas kecil nya


"kakak duduk dulu disini ya, Nai mau masak didapur" ucap Naina sembari menunjuk kearah dapur


"siap nyonya" kata Reyza tersenyum manis yang membuat Naina merona


Naina pun pergi menuju dapur nya untuk memasak makanan yang mudah dibuat untuk nya dan juga Reyza.


Sementara Reyza duduk sambil memperhatikan setiap detail rumah papan bewarna hijau muda tersebut. Terlihat rapi dan bersih, meski Naina jarang dirumah namun kebersihan rumah nya selalu terjaga.


Pandangan nya pun terputus saat mendengar ponsel Naina berbunyi.


"nai, ponsel kamu bunyi tuh" kata Reyza yang sudah menghampiri Naina didapur kecil nya.


"em kakak bisa tolong angkat aja gak kak, tangan Nai amis ni, ponsel nya dikamar ditas kecil Nai tadi diatas tempat tidur" ucap Naina sembari mengangkat tangan nya


"oke" jawab Reyza yang langsung berlalu dan masuk kekamar Naina


dilihat nya kamar yang serba hijau itu juga sangat rapi dan harum. Diambil nya ponsel Naina yang berdering, terlihat panggilan dari pak Agung, Reyza pun mengangkat nya.


Dia berbicara dengan pak Agung sembari mata nya menelusuri seluruh isi kamar Naina, mata nya terhenti pada satu objek foto yang sangat dikenal nya. Dia meraih foto itu menatap lekat dan mengusap lembut dua wajah yang ada didalam nya.


Setelah selesai mematikan sambungan telepon nya Reyza pun menarik nafas nya dalam dalam. Terasa sesak, entah rindu atau cemburu ketika melihat foto Naina dan juga kakak nya, Abimanyu.

__ADS_1


Bagaimana aku mengambil hati nya kak, saat semua nya sudah ia berikan padamu, aku tidak cemburu sungguh, tapi aku hanya merasa tidak seberuntung dirimu. Batin Reyza sendu.


Reyza pun meletakan foto itu kembali pada tempat nya. Dan berjalan menuju tempat dimana Naina berada. Tampak gadis itu sedang berkutat dengan penggorengan nya tanpa menyadari kehadiran Reyza yang tengah berdiri menyandar didaun pintu.


Diperhatikan nya Naina dari belakang sembari tersenyum manis.


Semoga suatu saat kau juga bisa mencintaiku seperti kau mencintai dia dulu Nai. Batin Reyza


Setelah beberapa menit akhir nya masakan Naina siap untuk disajikan. Diapun terkejut saat membalikan badan nya dilihat nya Reyza sedang berdiri menyandar didaun pintu dengan senyum manis yang selalu membuat Naina bergetar itu.


"kakak, sejak kapan berdiri disitu?" tanya Naina sambil menata meja makan kecil nya


"belum lama, mungkin sepuluh menitan" jawab Reyza yang juga duduk disalah satu kursi.


Dilihat nya makanan yang Naina sajikan, ada ikan mas goreng dan juga sayur capcai. Lumayan menggugah selera fikir nya.


Naina pun mengambilkan piring dan mengisi nasi beserta lauk pauk nya untuk Reyza.


Reyza pun tersenyum hangat mendapat perlakuan dari gadis cantik itu.


"nih kak, semoga suka ya" kata Naina tersenyum, dia pun mengambil nasi kepiring nya sendiri


"emm kamu buat kakak seperti seorang suami saja Nai" kata Reyza terkekeh


"hehe, anggap aja begitu. Kan hari ini kakak udah nemeni Nai satu harian jadi Nai masakin deh, ya walaupun cuma seadanya " ungkap Naina tersenyum lebar


Dia pun melihat Reyza mencicipi masakan nya, terlihat wajah nya yang sangat sedap dipandang


"gimana kak, enak gak? " tanya Naina takut takut


"enak, pinter juga kamu masak, kirain kamu cuma bisa makan aja" goda Reyza


"haha, sembarangan, yauda makan dulu" kata Naina.


Mereka pun makan dengan lahap, karena memang perut mereka sudah merasa sangat lapar.


Setelah makan Naina pun membereskan meja makan nya sementara Reyza sudah duduk didepan teras Naina.


Tak berselang lama Naina sudah duduk disamping nya sembari membawakan sepiring puding coklat yang tersedia dikulkas kecil nya.


"tadi siapa yang nelfon kak? " tanya Naina


"pak Agung, dia bilang dua hari lagi kamu disuruh ngisi suara digedung gladion corp, acara ulangtahun perusahaan itu" ungkap Reyza


"gladion, kayak pernah denger" kata Naina


"iya, perusahaan nya pangeran kampus sayang" ucap Reyza tertawa


"oh iya ya, hehe. Lupa" kata Naina tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putih nya.


"Nai hari ini kamu libur kecafe kan? " tanya Reyza sambil memakan puding nya


"iya kak, Nai udah izin sama pak Danil siang tadi, Nai juga udah izinin kakak sekalian" jawab Naina


"kamu memang terbaik" ucap Reyza nyengir


"ya karena Nai tau kakak juga capek nungguin Nai satu hari ini, jadi ya sekalian aja libur. Pak danil juga ngerti kok" jawab Naina pula


"iya lagian males juga kerja kalau gak ada kamu, gak semangat" ungkap Reyza


"dih mulai deh" kata Naina tertawa


"gak percaya" ucap Reyza cuek


"memang" kata Naina lagi


Mereka pun menghabiskan waktu bersama sore itu, hingga hari mulai gelap barulah Reyza kembali kekost nya sendiri.

__ADS_1


...


next


__ADS_2