Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Meraih Mimpi


__ADS_3

Reyza kini nampak nya sudah mulai tenang setelah mendengar penuturan Danil semalam. Meski merasa bersalah karena pernah membenci Angelina namun ia juga bersyukur karena kini ia tahu yang sebenar nya apa alasan Angelina meninggalkan nya. Ia juga bersyukur Angelina mendapatkan pria yang baik dan bertanggung jawab seperti Danil. Tidak hanya untuk Angelina tapi juga untuk Naina dan kakak nya. Reyza seperti menemukan sosok malaikat dalam diri Danil. Yang rela menjaga amanat dengan sepenuh hati nya dan mampu menyembuhkan luka mantan kekasih nya dulu.


..


Siang ini setelah dari kampus Reyza menemani Naina untuk pergi ke Record Company. Naina sudah memutuskan untuk melangkah lebih maju. Mencoba peruntungan baru dalam hidup nya. Dan tentu saja atas dukungan Danil dan juga Reyza.


Setelah hampir satu jam perjalanan menggunakan motor butut, Reyza dan Naina pun tiba dilobi perusahaan itu.


Mereka masuk kedalam setelah sebelum nya membuat janji dengan pak Agung.


Dengan setia Reyza menemani Naina kemana pun gadis itu melangkah.


Sepanjang jalan Naina memperhatikan orang orang yang lalu lalang. Terlihat juga beberapa artis yang berada ditempat itu.


Mereka melewati berbagai ruangan rekaman dan juga pemotretan. Sungguh sebuah pengalaman yang langka untuk Naina bisa menginjakan kakinya ditempat ini.


Setelah melewati beberapa ruangan mereka pun tiba diruangan pak Agung yang diantar oleh salah seorang karyawan digedung itu.


Terlihat didalam ruangan itu pak Agung sudah duduk santai menunggu kedatangan Naina.


"selamat siang pak" ucap Naina dan Reyza bergantian sembari menjabat tangan pria paruh baya itu


"selamat siang, selamat datang ditempat kami. Silahkan duduk" balas pak Agung ramah. Naina dan juga Reyza pun duduk menghadap pak Agung.


"bagaimana Naina, apa kamu bersedia bekerja sama dengan saya? " tanya pak Agung to the point


"iya pak, saya bersedia" jawab Naina dengan pasti


"baiklah sebelum tanda tangan kontrak pihak menejemen ingin melakukan cek vokal dulu padamu." kata pak Agung menatap Naina dan juga Reyza


"iya pak, boleh" balas Naina


"baiklah mari kita keruang rekaman, " ajak pak Agung sembari berjalan terlebih dahulu


Naina dan juga Reyza pun mengikuti langkah pak Agung.


Disela sela perjalanan pak Agung membuka suara nya


"kalian terlihat sangat serasi, cantik dan tampan, siapa nama kekasih mu ini saya lupa? " tanya pak Agung menatap Reyza dengan senyum nya membuat Naina maupun Reyza merona malu


"saya Reza pak, maaf jika kehadiran saya mengganggu" kata Reyza sopan


"tentu saja tidak anak muda. Saya malah senang kamu mau menemani Naina mengejar mimpi nya. Kalian bisa berjuang bersama, suatu saat jika Naina lulus seleksi kamu bisa menjadi menejer nya bukan" ungkap pak Agung sembari membuka pintu ruangan itu

__ADS_1


"terima kasih pak. Semoga impian Naina segera terwujud" jawab Reyza tulus dan Naina hanya tersenyum manis menatap Reyza


Mereka pun masuk keruangan itu.


"silahkan mbak masuk kedalam, pakai alat alat nya ya, terserah mbak mau nyanyi apa yang penting keluarkan suara terbaik mu ya" ucap Denis pada Naina.


Dia yang mengatur jalan nya rekaman suara Naina


Naina mulai menyanyikan lagu dengan suara nya yang memang enak untuk didengar.


Denis dan pak Agung menatap kagum Naina yang bernyanyi dengan penuh perasaan. Sementara Reyza menatap gadis nya dengan penuh cinta.


Setelah beberapa menit Naina selesai dan berjalan menghampiri pak Agung dan juga Reyza yang menunggu nya.


"wow, suara kamu bagus banget mbak, seperti orang nya cantik. Hehe, aku jamin deh pak bos bakalan langsung nerima yey masuk kesini" ungkap Denis dengan gaya kemayu nya


"ya rekaman kamu akan diperiksa dulu oleh CEO kami Nai, jika dia suka maka kamu bisa langsung tanda tangan kontrak" jelas pak Agung pada Naina


"iya pak, saya mengerti" jawab Naina tersenyum


"baiklah, untuk hari ini cukup sampai disini, paling lambat besok saya akan menghubungi mu tentang keputusan pak bos. Jika pun dia menolak kamu masih bisa menjadi penyanyi cadangan saat ada acara konser. Kamu tenang saja, tapi mudah mudahan dia menerima kamu" ungkap pak Agung


"baik pak, kalau begitu kami permisi dulu" ucap Naina dan juga Reyza bergantian. Pak Agung pun mengangguk dan tersenyum.


Naina dan juga Reyza pun kembali kemotor nya. Bersiap siap untuk pulang kekost mereka masing masing.


Reyza langsung menjalankan motor nya, namun ia singgah disebuah rumah makan Sederhana untuk mengisi perut mereka karena sedari pulang kuliah tadi mereka belum sempat makan siang.


Reyza dan Naina pun makan dengan lahap sambil bercerita panjang lebar.


"Nai deg degan deh kak , takut gak keterima" ucap Naina setelah menyelesaikan makan nya


"yakin aja, jangan pesimis gitu, kamu pasti keterima. Kan udah kakak bilang suara kamu bagus" kata Reyza menenangkan gadis nya


"iya kak. Amin, tapi kakak mau kan nemeni aku terus, aku takut pergi sendirian besok" ucap Naina manja


"iya sayang, tenang aja kakak bakalan nemenin kamu terus sebelum kakak lanjut kuliah lagi" kata Reyza mencubit gemas hidung bangir Naina


Naina pun merona malu mendengar panggilan sayang dari Reyza


"gak sampek setahun lagi kan, akhir tahun ini kakak udah wisuda" ucap Naina sendu


"iya, kan kamu sendiri yang nyuruh kakak buat ngambil beasiswa itu kemaren. Masak kamu juga yang sedih" kata Reyza gemas

__ADS_1


"iya sih, tapi gak terasa aja, rasa nya kita juga baru beberapa bulan deket eh udah mau pisah lagi" jawab Naina cemberut


"kita pisah gak lama, kamu bilang mau beli mulut mulut pedes orang orang itu, jadi kita harus berjuang sama sama kan, kamu berjuang disini, dan kakak berjuang disana. Lagian kan masih lama kakak pergi nya Nai, kamu nih manja banget siih" ucap Reyza mencubit gemas pipi Naina yang memerah


"hehe iya iya, semoga kita bisa sama sama sukses ya kak, terus nanti kalo udah sukses kakak jangan lupa sama Naina" kata Naina menatap serius wajah tampan Reyza yang tersenyum manis kearah nya


"kakak sukses buat kamu, jika kakak selesai kuliah nanti kakak janji bakal ngelamar kamu, kamu mau kan? " tanya Reyza yang membuat Naina terperangah


"kakak serius? " tanya Naina tak percaya


"kamu kira selama ini kakak deketin kamu buat apa kalau gak untuk serius? " tanya Reyza kembali


"tapi bagaimana dengan hati kakak, Nai tau kakak masih menata hati kakak yang baru patah itu" ejek Naina


"iya memang, seperti kamu kan, kita sama Nai. Lagian kan kakak udah pernah bilang sama kamu kalau kakak udah jatuh hati sama kamu, jadi kakak pengen serius sama kamu Naina" ucap Reyza yakin


"apa itu ucapan dari hati kakak? " tanya Naina lagi yang membuat Reyza mengernyitkan dahi nya


"apa kamu tidak percaya, atau tidak mau serius denganku? Atau kamu memang tidak ada menaruh hati sedikitpun pada ku Nai?" tanya Reyza beruntun menatap lekat wajah Naina yang nampak gugup


"Nai hanya masih ragu kak, bagaimana mungkin Naina tidak menaruh hati pada kakak, kakak orang pertama yang bisa buat Nai bangkit dari rasa sedih itu, kakak juga yang selalu ada dan ngehibur Nai selama ini" ungkap Naina sendu


"jadi apa yang kamu ragukan lagi? " tanya Reyza menggenggam erat tangan Naina


"Nai takut hati kakak masih jatuh pada masa lalu kakak itu, Nai bisa lihat kakak begitu terluka saat menatap nya kemarin" ungkap Naina


"Nai, dengarkan kakak, kakak memang sangat terpukul saat berpisah dengan dia karena alasan nya adalah orang lain. Dan jujur kakak masih merindukan dia. Tapi kamu harus yakin satu hal, kakak sudah tidak ingin menyimpan rasa untuk nya lagi, dia sudah menjadi istri orang, dan orang itu mungkin lebih baik dari kakak. Dia sudah bahagia, dan sekarang waktu nya kakak mencari kebahagiaan kakak sendiri, yaitu bersama dengan kamu Nai" ungkap Reyza serius


Naina masih diam mencerna ucapan Reyza


"kakak tau cinta dihatimu masih untuk dia yang disana, kakak akan menunggu waktu dimana kamu juga memberi separuh cintamu untuk kakak Nai, " ungkapan Reyza yang membuat naina mengernyit bingung


"kenapa kakak cuma minta separuh? " tanya Naina heran sekaligus lucu


"karna kakak yakin cintamu untuk nya sangat besar bukan, dan itu pasti sulit untuk dilupakan, jadi tidak apa jika kakak hanya mendapatkan separuh" jawab Reyza mencoba tersenyum


Karna dia kakak ku Nai, jika itu orang lain, aku tak akan rela. Batin Reyza


"jujur Nai juga sudah jatuh hati pada kakak, Nai nyaman saat bersama kakak, tapi Nai belum yakin jika ini perasaan cinta atau bukan, maukah kakak untuk lebih bersabar lagi sembari memantaskan hati kakak juga, karena jujur Nai tak rela jika cuma mendapatkan separuh dari hati kakak" kata Naina cemberut


"iya sayang, waktu kita bersama masih ada beberapa bulan lagi kan, kita sama sama meyakinkan hati kita. Besok sebelum keberangkatan kakak, kakak akan tanya bagaimana hatimu, oke" kata Reyza yang masih menggenggam tangan Naina


"iya kak" jawab Naina tersenyum

__ADS_1


...


next


__ADS_2